Inilah menu rumahan ala Jepang: semangkuk nasi organik dan lauknya berupa hidangan okazu atau ikan laut semacam makarel, salmon, atau tuna yang dipanggang atau digoreng dengan bumbu saus miso, dashi, atau kecap Jepang.
Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.
Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.
"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.
Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.
"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.
Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.
Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.
Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.
Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.
Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.
Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sushi Vs Sashimi
Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.
Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.
Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Sate
Steak
Tampilkan postingan dengan label Sushi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sushi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Kelezatan si Dim Sum menggoda
Dim Sum merupakan makanan berukuran kecil dan dimasak dengan digoreng atau direbus. Biasanya menu-menu itu disajikan dalam wadah bundar berbahan bambu. Ada beragam pilihan menu Dim Sum yang disediakan di restoran Ping, salah satunya ialah egado, Dim Sum berisi daging ayam dan telur puyuh yang dibungkus kulit tahu.
Teksturnya empuk dan lembut saat disantap. Egado akan lebih enak jika disantap dengan saus sambal. Selain egado ada pula hakao yang berisi udang. Udang kupas dicampur tepung sagu, minyak wijen, sedikit vetsin, tepung ayam, ditambah garam, lada, dan gula.
Campuran itu kemudian dibungkus kulit yang terbuat dari adonan tepung sagu, tepung tang mien, dan minyak sayur lalu dikukus. Kulit hakao memakai sagu Hong Kong yang bertekstur lebih halus daripada sagu lokal.
“Kalau sagu lokal membuat Dim Sum cepat kering dan mengeras,” jelas Kardiman, chef kepala restoran Ping. Ada pula dim sum yang digoreng, yaitu dim sum udang rambutan. Udang dipotong halus lalu dimasukkan ke dalam kulit pangsit dan digoreng hingga mekar.
Apabila konsumen masih penasaran dengan menu Dim Sum ala resto Ping, dapat memilih Dim Sum berbentuk bapau, yakni bapau tausa isi. Bapau berukuran kecil itu berisi kacang merah yang sudah dihaluskan dan diberi gula. Dim Sum biasanya dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua yaitu yum cha (upacara minum teh).
Tradisi itu awalnya dilakukan oleh para pedagang yang berkelana di sepanjang Jalur Sutra. Mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat di sepanjang jalur itu. Kedai-kedai teh pun berdiri di sepanjang pinggir jalan.
Tidak hanya pedagang, petani yang kelelahan setelah bekerja keras di ladang juga akan pergi ke kedai teh untuk bersantai pada sore hari. Pada awalnya, minum teh harus dilakukan tersendiri dan tidak boleh ada makanan lain.
Hal itu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat China, berat badan mereka akan naik apabila ada menu lain yang dikonsumsi selain teh. Namun, setelah diketahui teh dapat membantu pencernaan, maka pemilik kedai teh pun mulai menyuguhkan berbagai makanan ringan sebagai hidangan yang menemani teh.
Dim Sum yang berarti menyentuh hati itu berasal dari daerah Kanton, China bagian selatan. Dim Sum pula yang telah mengubah tradisi yum cha, dari kegiatan yang sifatnya kaku menjadi santai untuk berbagi cerita dan pengalaman. Di Hong Kong dan sebagian besar kota-kota di Provinsi Guangdong, China, banyak restoran Dim Sum yang melayani pengunjung sejak pukul 05.00.
Tidak heran jika Dim Sum menjadi tradisi bagi orang tua pada pagi hari setelah mereka berolah raga. Tidak jarang pula mereka menikmati Dim Sum sembari membaca koran pagi. Kebanyakan restoran Dim Sum hanya menyajikan menu-menu Dim Sum hingga menjelang petang.
Pada malam hari menu pun berganti menjadi masakan Kanton. Di Hong Kong dan China, Dim Sum yang awalnya hanya makanan ringan atau snack itu kini menjadi makanan pokok yang hadir dalam budaya makan. Di negeri Tirai Bambu itu pejabat kesehatan mengkritik tingginya jumlah lemak jenuh dan natrium yang terkandung di dalam beberapa hidangan Dim Sum.
Menurut mereka, dengan dikukus bukan berarti Dim Sum otomatis dianggap makanan sehat. Oleh karena itu, pejabat kesehatan di China merekomendasikan rakyatnya untuk menyeimbangkan makanan lemak dengan sayuran rebus, tanpa menyertakan saus.
wan/L-2
Sumber : koran-jakarta.com
Lihat juga:
Sushi
Burger King
Teksturnya empuk dan lembut saat disantap. Egado akan lebih enak jika disantap dengan saus sambal. Selain egado ada pula hakao yang berisi udang. Udang kupas dicampur tepung sagu, minyak wijen, sedikit vetsin, tepung ayam, ditambah garam, lada, dan gula.
Campuran itu kemudian dibungkus kulit yang terbuat dari adonan tepung sagu, tepung tang mien, dan minyak sayur lalu dikukus. Kulit hakao memakai sagu Hong Kong yang bertekstur lebih halus daripada sagu lokal.
“Kalau sagu lokal membuat Dim Sum cepat kering dan mengeras,” jelas Kardiman, chef kepala restoran Ping. Ada pula dim sum yang digoreng, yaitu dim sum udang rambutan. Udang dipotong halus lalu dimasukkan ke dalam kulit pangsit dan digoreng hingga mekar.
Apabila konsumen masih penasaran dengan menu Dim Sum ala resto Ping, dapat memilih Dim Sum berbentuk bapau, yakni bapau tausa isi. Bapau berukuran kecil itu berisi kacang merah yang sudah dihaluskan dan diberi gula. Dim Sum biasanya dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua yaitu yum cha (upacara minum teh).
Tradisi itu awalnya dilakukan oleh para pedagang yang berkelana di sepanjang Jalur Sutra. Mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat di sepanjang jalur itu. Kedai-kedai teh pun berdiri di sepanjang pinggir jalan.
Tidak hanya pedagang, petani yang kelelahan setelah bekerja keras di ladang juga akan pergi ke kedai teh untuk bersantai pada sore hari. Pada awalnya, minum teh harus dilakukan tersendiri dan tidak boleh ada makanan lain.
Hal itu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat China, berat badan mereka akan naik apabila ada menu lain yang dikonsumsi selain teh. Namun, setelah diketahui teh dapat membantu pencernaan, maka pemilik kedai teh pun mulai menyuguhkan berbagai makanan ringan sebagai hidangan yang menemani teh.
Dim Sum yang berarti menyentuh hati itu berasal dari daerah Kanton, China bagian selatan. Dim Sum pula yang telah mengubah tradisi yum cha, dari kegiatan yang sifatnya kaku menjadi santai untuk berbagi cerita dan pengalaman. Di Hong Kong dan sebagian besar kota-kota di Provinsi Guangdong, China, banyak restoran Dim Sum yang melayani pengunjung sejak pukul 05.00.
Tidak heran jika Dim Sum menjadi tradisi bagi orang tua pada pagi hari setelah mereka berolah raga. Tidak jarang pula mereka menikmati Dim Sum sembari membaca koran pagi. Kebanyakan restoran Dim Sum hanya menyajikan menu-menu Dim Sum hingga menjelang petang.
Pada malam hari menu pun berganti menjadi masakan Kanton. Di Hong Kong dan China, Dim Sum yang awalnya hanya makanan ringan atau snack itu kini menjadi makanan pokok yang hadir dalam budaya makan. Di negeri Tirai Bambu itu pejabat kesehatan mengkritik tingginya jumlah lemak jenuh dan natrium yang terkandung di dalam beberapa hidangan Dim Sum.
Menurut mereka, dengan dikukus bukan berarti Dim Sum otomatis dianggap makanan sehat. Oleh karena itu, pejabat kesehatan di China merekomendasikan rakyatnya untuk menyeimbangkan makanan lemak dengan sayuran rebus, tanpa menyertakan saus.
wan/L-2
Sumber : koran-jakarta.com
Lihat juga:
Sushi
Burger King
Senin, 29 November 2010
Mencari Dim Sum
Salah satu jenis makanan China yang disukai adalah Dim Sum, sejenis hidangan yang penyajian semuanya di kukus , sangat menarik sekali setiap restoran yang menu utamanya menjual Dim Sum di depan kedai atau pun restaurannya di sett menggunakan alat steam ( kukus) yang di tata sangat cantik sekali. Setiap jenis Dim Sum di jual per paket biasanya untuk restaurant sedang di Brunai di jual B$ 10 untuk 5 jenis Dim Sum di Malaysia 25 ringgit dan di China saya pernah makan dengan harga 50 RMB/ yuan, dengan kuantiti sama 5 jenis Dim Sum.
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Minggu, 28 November 2010
Wine dengan Makanan
Bagaimana cara mengkombinasikan berbagai jenis Wine dengan makanan sehingga meningkatkan cita rasa dan kenikmatan hidangan? Ada beberapa hal pokok dalam mengkombinasikan makanan dan berbagai varian minuman beralkohol ini.
Hindari beberapa jenis makanan yang merusak rasa wine seperti rempah-rempah, bawang putih, cuka (yang bisa digantikan white wine), serta buah- buahan segar.
Anda juga harus menghindari kombinasi antara daging merah dengan wine manis (sweet wine).. Hindari paduan antara menu makanan berupa ikan, sayuran segar dan keju dari kambing dengan red wine yang akan membuat rasa wine hilang kelezatannya. Agar tidak mematikan rasa, ganti wine dengan Gamay dingin atau fruity Pinot.
Hal lain yang harus dihindari adalah kombinasi antara makanan penutup, Foie Gras, dan keju yang dengan aroma kuat (Munster, keju biru), dengan wine Loire Cabernet, pink wine, atau crisp white (seperti Loire, sampanye, atau Vinho Verde).
Kombinasi Makanan dan Wine
Wine yang tepat akan meningkatkan cita rasa makanan. Hampir semua jenis makanan dapat dipadukan dengan berbagai wine. Orang memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kombinasi perpaduan makanan dan minuman.
Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan keju dengan jenis white wine. Keju bisa disantap bersama Chardonnay dan keju ringan dengan Sauvignon Blanc.
Agar memperoleh pengalaman padu-padan yang menarik, ada beberapa anjuran yang harus diikuti yakni:
- Gunakan hiasan untuk mempercantik tampilan wine
- Wine yan berusia tua sangat cocok untuk disajikan dan dipadankan dengan makanan. Gunakan gelas yang tepat dalam penyajiannya
Makanan manis atau sedikit pahit makanan makin menguatkan rasa asam dan samak dari wine. Sebaiknya hindari menggunakan wine beraroma kuat dengan makanan manis. Sebaliknya, makanan asin atau asam cocok dihidangkan bersama wine dengan rasa manis yang memberikan rasa segar.
Masih banyak referensi lainnya dalam padu-padan wine dan makanan. Sebaiknya Anda menikmatinya proses dan pengalamannya. Kombinasi makanan dan minuman akan semakin mudah apabila jenis wine yang Anda miliki makin beragam dan seimbang.
Sumber : Petti Lubis, Anda Nurlaila- VivaNews
Lihat juga:
Dim Sum
Sushi
Hindari beberapa jenis makanan yang merusak rasa wine seperti rempah-rempah, bawang putih, cuka (yang bisa digantikan white wine), serta buah- buahan segar.
Anda juga harus menghindari kombinasi antara daging merah dengan wine manis (sweet wine).. Hindari paduan antara menu makanan berupa ikan, sayuran segar dan keju dari kambing dengan red wine yang akan membuat rasa wine hilang kelezatannya. Agar tidak mematikan rasa, ganti wine dengan Gamay dingin atau fruity Pinot.
Hal lain yang harus dihindari adalah kombinasi antara makanan penutup, Foie Gras, dan keju yang dengan aroma kuat (Munster, keju biru), dengan wine Loire Cabernet, pink wine, atau crisp white (seperti Loire, sampanye, atau Vinho Verde).
Kombinasi Makanan dan Wine
Wine yang tepat akan meningkatkan cita rasa makanan. Hampir semua jenis makanan dapat dipadukan dengan berbagai wine. Orang memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kombinasi perpaduan makanan dan minuman.
Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan keju dengan jenis white wine. Keju bisa disantap bersama Chardonnay dan keju ringan dengan Sauvignon Blanc.
Agar memperoleh pengalaman padu-padan yang menarik, ada beberapa anjuran yang harus diikuti yakni:
- Gunakan hiasan untuk mempercantik tampilan wine
- Wine yan berusia tua sangat cocok untuk disajikan dan dipadankan dengan makanan. Gunakan gelas yang tepat dalam penyajiannya
Makanan manis atau sedikit pahit makanan makin menguatkan rasa asam dan samak dari wine. Sebaiknya hindari menggunakan wine beraroma kuat dengan makanan manis. Sebaliknya, makanan asin atau asam cocok dihidangkan bersama wine dengan rasa manis yang memberikan rasa segar.
Masih banyak referensi lainnya dalam padu-padan wine dan makanan. Sebaiknya Anda menikmatinya proses dan pengalamannya. Kombinasi makanan dan minuman akan semakin mudah apabila jenis wine yang Anda miliki makin beragam dan seimbang.
Sumber : Petti Lubis, Anda Nurlaila- VivaNews
Lihat juga:
Dim Sum
Sushi
Kamis, 25 November 2010
Delicious Fried Ice cream
Delicious fried Ice cream - known as the city of Bogor city culinary tour. No wonder that many restaurants are popping up to offer a different menu with an evocative sense of taste. One of them is on the road Shop Nu Teteh Pandavas Raya no.1 A, North Bogor District.
Restaurant that stood on 20 February 2005 offers another mainstay of the menu, fried ice cream. The price is quite affordable Rp8.000 per serving. "Ice cream is most interested visitors. Usually the meal is always ordered fried Ice cream, "said owner Nu Teteh Cafes, Rina Agustina.
According to him, can spend one week in five gallons of Ice cream per week, or 80 pieces in one day. Interested in the ice because Ice cream is still rare and cooking can be said is the only place in Bogor that sells unique menu. "Yes, besides that, also because it's unique and different," he said.
According to Rina, fried Ice cream is very interested visitors, especially young people, such as middle and high school students that every day can be found at the diner. Visitors also come from the employees around as well as consumers from Greater Jakarta.
Mom who likes to read the book also adds, if he deliberately offers a menu of fried Ice cream because Rina look for areas of Bogor in particular there is no menu. "Yes, quite a large community anemo turned towards this food," added Rice. (FDY)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Hanamasa
Sushi
Restaurant that stood on 20 February 2005 offers another mainstay of the menu, fried ice cream. The price is quite affordable Rp8.000 per serving. "Ice cream is most interested visitors. Usually the meal is always ordered fried Ice cream, "said owner Nu Teteh Cafes, Rina Agustina.
According to him, can spend one week in five gallons of Ice cream per week, or 80 pieces in one day. Interested in the ice because Ice cream is still rare and cooking can be said is the only place in Bogor that sells unique menu. "Yes, besides that, also because it's unique and different," he said.
According to Rina, fried Ice cream is very interested visitors, especially young people, such as middle and high school students that every day can be found at the diner. Visitors also come from the employees around as well as consumers from Greater Jakarta.
Mom who likes to read the book also adds, if he deliberately offers a menu of fried Ice cream because Rina look for areas of Bogor in particular there is no menu. "Yes, quite a large community anemo turned towards this food," added Rice. (FDY)
Source: radar-bogor.co.id
See also:
Hanamasa
Sushi
Rabu, 24 November 2010
Delicious Dim Sum Yum
Better think twice before refusing serving Dim Sum while waiting for the main dish is prepared. Once tried delicious, many people find it difficult to stop. In fact, the dose eating Dimsum sometimes able to defeat the portion of the main menu.
Which provides Chinese food restaurant around Bandung such as King Duck in PVJ and Platinum Mall in Cihampelas Walk (Ciwalk) usually offers Dim Sum as appetizers. At least five variants think Dim Sum is served with spicy chili sauce cocolan and mayonnaise.
"Dim Sum delicious eaten while hot.'s Why chopsticks are provided for clamping tool. But if I personally, directly be dirty like this," said Rachman (30) visitors Platinum while mencocolkan Dim Sum contents of shrimp into the cup mayonnaise content.
Dim Sum was first known in Canton, South China. Since the 10th century in China has been known for 2,000 more types of Dim Sum. Large restaurants, now serves only about 100 kinds of Dim Sum. While in Indonesia is estimated at only tens of kinds of Dim Sum that can be enjoyed.
Apart from the field, variations in taste Dimsum obtained from the diversity of ways to process. Dim Sum steamed like hakau, dumplings, shrimp dumplings, buns, and xiao long bao, soft, savory, and warm on the tongue. Type of Dim Sum that is fried egg rolls, rice rolls. There is also functional zau, that is spiced chicken claw herb.
Dim Sum is very diverse fields. Among other fish meat, crab, shrimp, shellfish, meat minced meat (chicken and beef), various vegetables, and others. But in China there are certain types of Dim Sum which is made from meat or substance that should not be consumed by Muslims.
"I would not ever refuse offered Dim Sum. But I must ask again to the restaurant owner or employee of halal restaurants Dim Sum. Alhamdulillah been many places around Bandung that offers Dim Sum kosher," said Kiara (27) an employee of a publishing company.
It's just a veiled woman is more fun to enjoy the Dim Sum for breakfast or snacks, along with some other friends. "Incidentally wrote my dining portions not too big. Eat Dim Sum aja had enough," said Kiara, smiling.
Source: tribunjabar.co.id
See also:
Sushi
Hanamasa
Which provides Chinese food restaurant around Bandung such as King Duck in PVJ and Platinum Mall in Cihampelas Walk (Ciwalk) usually offers Dim Sum as appetizers. At least five variants think Dim Sum is served with spicy chili sauce cocolan and mayonnaise.
"Dim Sum delicious eaten while hot.'s Why chopsticks are provided for clamping tool. But if I personally, directly be dirty like this," said Rachman (30) visitors Platinum while mencocolkan Dim Sum contents of shrimp into the cup mayonnaise content.
Dim Sum was first known in Canton, South China. Since the 10th century in China has been known for 2,000 more types of Dim Sum. Large restaurants, now serves only about 100 kinds of Dim Sum. While in Indonesia is estimated at only tens of kinds of Dim Sum that can be enjoyed.
Apart from the field, variations in taste Dimsum obtained from the diversity of ways to process. Dim Sum steamed like hakau, dumplings, shrimp dumplings, buns, and xiao long bao, soft, savory, and warm on the tongue. Type of Dim Sum that is fried egg rolls, rice rolls. There is also functional zau, that is spiced chicken claw herb.
Dim Sum is very diverse fields. Among other fish meat, crab, shrimp, shellfish, meat minced meat (chicken and beef), various vegetables, and others. But in China there are certain types of Dim Sum which is made from meat or substance that should not be consumed by Muslims.
"I would not ever refuse offered Dim Sum. But I must ask again to the restaurant owner or employee of halal restaurants Dim Sum. Alhamdulillah been many places around Bandung that offers Dim Sum kosher," said Kiara (27) an employee of a publishing company.
It's just a veiled woman is more fun to enjoy the Dim Sum for breakfast or snacks, along with some other friends. "Incidentally wrote my dining portions not too big. Eat Dim Sum aja had enough," said Kiara, smiling.
Source: tribunjabar.co.id
See also:
Sushi
Hanamasa
Selasa, 23 November 2010
Many Kind of Sushi
Japanese cuisine is becoming a trend, which we can easily see from the tent hawker stalls to five-star hotel restaurant. Rival hot dog or hamburger that has long been popular. And for the people of Indonesia who are familiar with the cuisine of the all steamed and digodog, Sushi is very different. Menu sushi is usually served raw department. Food fish, shrimp or vegetables are often served raw, so that sometimes feels fishy and cold. For fans the beginner, this is often a barrier to try it first.
Surely not all the sushi menu is served raw. Menus are usually presented for all-raw vegetarian sushi menu, for example, which contains cucumber (Japanese, kappa maki) or avocado. There are two types of sushi, the Nigiri and Maki. Nigiri is usually served all kind of raw.
To avoid the fishy smell of fish or shrimp, for beginners should eat sushi type Maki. On the sushi menu Maki, usually 'hide' fish or shrimp in rice and nori rolls, and sauces such as mayonnaise seringkai given that eliminate fishy odor. And selection of sushi rolls that contain tuna or salmon fish species. Shrimp is usually a bit stubborn smell decaying stench, but with mayonnaise sauce, the smell will be slightly neutralized.
Complementary while eating sushi is usually also provided Japanese Shoyu or soy sauce, but it usually also have gari, aka pink candied ginger, which can reduce the fishy taste of fish and neutralize our sense of taste among the different flavors of raw fish, which is for beginners, sometimes feel awkward and could make a throw.
Today sushi is also not entirely a monopoly of Japanese food. There have been many fast food-style sushi United States. This is because in the United States, sushi has grown rapidly as a popular cuisine. The beginner can start to try sushi, eating sushi with this American style.
Variations in American-style sushi, dubbed the new sushi fusion, in fact often more popular than traditional sushi. Among fushion popular sushi and familiar in our tongue, among others, Philly Roll, which sushi containing smoked salmon, cream cheese, avocado, and scallions. Then the California roll, sushi containing surimi (imitation crab meat), avocado, cucumber and sometimes sprinkled with tobiko on the outside (fish eggs). There is another Hawaian Roll, which contains unagi sushi, avocado, and nuts. Meanwhile, Boston Roll, which contains shrimp, avocado, cucumber and sprinkled with Tobiko.
Sushi of this type, can be tried for the beginner, or even mothers who are pregnant young, which usually will vomit when smelling fishy odor.
Source: Rev. - tempointeraktif.com
See also:
Hanamasa
Dim Sum
Surely not all the sushi menu is served raw. Menus are usually presented for all-raw vegetarian sushi menu, for example, which contains cucumber (Japanese, kappa maki) or avocado. There are two types of sushi, the Nigiri and Maki. Nigiri is usually served all kind of raw.
To avoid the fishy smell of fish or shrimp, for beginners should eat sushi type Maki. On the sushi menu Maki, usually 'hide' fish or shrimp in rice and nori rolls, and sauces such as mayonnaise seringkai given that eliminate fishy odor. And selection of sushi rolls that contain tuna or salmon fish species. Shrimp is usually a bit stubborn smell decaying stench, but with mayonnaise sauce, the smell will be slightly neutralized.
Complementary while eating sushi is usually also provided Japanese Shoyu or soy sauce, but it usually also have gari, aka pink candied ginger, which can reduce the fishy taste of fish and neutralize our sense of taste among the different flavors of raw fish, which is for beginners, sometimes feel awkward and could make a throw.
Today sushi is also not entirely a monopoly of Japanese food. There have been many fast food-style sushi United States. This is because in the United States, sushi has grown rapidly as a popular cuisine. The beginner can start to try sushi, eating sushi with this American style.
Variations in American-style sushi, dubbed the new sushi fusion, in fact often more popular than traditional sushi. Among fushion popular sushi and familiar in our tongue, among others, Philly Roll, which sushi containing smoked salmon, cream cheese, avocado, and scallions. Then the California roll, sushi containing surimi (imitation crab meat), avocado, cucumber and sometimes sprinkled with tobiko on the outside (fish eggs). There is another Hawaian Roll, which contains unagi sushi, avocado, and nuts. Meanwhile, Boston Roll, which contains shrimp, avocado, cucumber and sprinkled with Tobiko.
Sushi of this type, can be tried for the beginner, or even mothers who are pregnant young, which usually will vomit when smelling fishy odor.
Source: Rev. - tempointeraktif.com
See also:
Hanamasa
Dim Sum
Minggu, 21 November 2010
Ayo bikin Trio Dim Sum
Resep Trio Dim Sum:
Bahan isi :
* 250 gr daging ayam cincang
* 250 gr udang cincang
* 1 kaleng water chesnut cincang halus
* 1-2 telur
* 3 siung bawang putih cincang halus
* 3 sdm tepung tapioca
* 1 sdm kecap asin
* 3 batang daun bawang iris halus
* garam & merica secukupnya
* kaldu ayam bubuk secukupnya
Bahan Lainnya :
* Kulit pangsit
* Kembang tahu (rendam dengan air dingin hingga lemas)
* Udang kupas kulit, buang kepalanya dan tinggalkan ekornya
* Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat :
1. Campur bahan isi menjadi satu.
2.Untuk Siomay : taruh isi bahan kedalam kulit pangsit lalu bentuk seperti siomay.
3. Untuk Udang Goreng Isi : ambil bahan isi lalu bungkus udang yg sudah ditinggalkan ekornya.
4. Untuk Kembang Tahu Isi : ambil kulit kembang tahu yg sudah lemas lalu isi dg bahan isi, bentuk spt lumpia.
5. Siapkan panci kukusan biarkan air mendidih dulu, kemudian kukus Trio Dimsum tadi.
6. Setelah agak dingin, goreng Udang goreng Isi dan Kembang tahu isi .
7. Hidangkan Trio Dim Sum tadi panas-panas dengan sambal botol atau kecap asin.
Sumber : Ida Arman - sister.imsa.us
Lihat juga:
Steak
Sushi
Bahan isi :
* 250 gr daging ayam cincang
* 250 gr udang cincang
* 1 kaleng water chesnut cincang halus
* 1-2 telur
* 3 siung bawang putih cincang halus
* 3 sdm tepung tapioca
* 1 sdm kecap asin
* 3 batang daun bawang iris halus
* garam & merica secukupnya
* kaldu ayam bubuk secukupnya
Bahan Lainnya :
* Kulit pangsit
* Kembang tahu (rendam dengan air dingin hingga lemas)
* Udang kupas kulit, buang kepalanya dan tinggalkan ekornya
* Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat :
1. Campur bahan isi menjadi satu.
2.Untuk Siomay : taruh isi bahan kedalam kulit pangsit lalu bentuk seperti siomay.
3. Untuk Udang Goreng Isi : ambil bahan isi lalu bungkus udang yg sudah ditinggalkan ekornya.
4. Untuk Kembang Tahu Isi : ambil kulit kembang tahu yg sudah lemas lalu isi dg bahan isi, bentuk spt lumpia.
5. Siapkan panci kukusan biarkan air mendidih dulu, kemudian kukus Trio Dimsum tadi.
6. Setelah agak dingin, goreng Udang goreng Isi dan Kembang tahu isi .
7. Hidangkan Trio Dim Sum tadi panas-panas dengan sambal botol atau kecap asin.
Sumber : Ida Arman - sister.imsa.us
Lihat juga:
Steak
Sushi
Senin, 15 November 2010
Resep Cake Isi Ice cream
Gak sengaja nemuin resep unik ini, Cake isi Ice cream hemmm... kayaknya enak nih. Abisnya saya suka banget ma Ice cream. Yawda saya ambil aja resepnya dari kompas buat referensi, kali aja besok-besok mo bikin. Dari tampilannya sih uenak banget tuh, apalagi makannya pas siang-siang gini. Mo tau cara bikinnya??
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Bahan Cake:
4 btr telur
150 gr gula pasir
125 gr tepung self raising flour
3 sdm cokelat bubuk
50 gr margarin cair
1 ltr Ice cream vanili
Saus Cokelat:
100 gr dark cooking chocolate
1 sdm mentega
4 sdm krim kental
Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai putih dan mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan cokelat sambil diayak sampai rata. Terakhir, masukkan margarin cair, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang berlubang di tengah dan berdiameter 24 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu. Ratakan.
*Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celsius selama 30 menit sampai matang. Sisihkan hingga dingin.
*Keluarkan cake dari loyang, potong melintang setinggi 1,5 cm dari bagian bawah. Angkat cake, keruk bagian tengahnya sedalam 1 cm hingga membentuk lubang. Sisihkan.
* Keluarkan Ice cream dari freezer, kocok sebentar hingga agak meleleh. Letakkan di atas cake, tutup dengan sisa cake. Bungkus dengan plastik.
* Simpan dalam freezer selama 2 jam. Keluarkan.
* Potong-potong cake, sajikan bersama saus cokelat. (azk4.com)
Lihat juga :
Sate
Sushi
Minggu, 14 November 2010
Maki Sushi? Yumm
Maki refers to any type of Sushi which is made in a roll with Sushi rice, toasted seaweed nori, and various fillings. The word maki means “roll,” and most people who have eaten Sushi have consumed maki in some form or another. Some forms of maki, such as uramaki, are complex, requiring the attention of a skilled chef. Others such as temaki are very easy to make, and frequently eaten at home and at social gatherings.
Maki Sushi comes in several varieties, depending on how thick the roll is and how the roll is constructed. The most common form is hosomaki, or thin rolls. Thin rolls are made by making a small strip of Sushi rice and one or two ingredients along one edge of a sheet of nori and then rolling it up tightly to form a slender roll. Hosomaki is cut into small pieces before serving, and is usually served on a platter with several other types of Sushi for contrast. Common hosomaki types include cucumber rolls, carrot rolls, and tuna rolls.
Thicker maki is called futomaki, which means “fat roll.” Futomaki is usually made with multiple ingredients, and can be as much as one and one half inches (four centimeters) in diameter. Futomaki is often made vegetarian, and commonly includes ingredients like sprouts, fried eggs, and daikon radish. Usually futomaki is cut before it is served, although it is also served in the form of whole rolls at some traditional festivals.
Uramaki is an inside out roll, meaning that the Sushi rice is on the outside. Uramaki is made by layering a piece of nori with Sushi rice and then flipping it over to line the bottom edge of the other side with ingredients. Then the maki is rolled up, and usually dipped in garnishes like fish roe or sesame seeds. Uramaki is actually more common outside of Japan, and includes famous Sushi such as California and Philadelphia rolls. (wise geek)
See also:
Burger King
Steak
Kamis, 11 November 2010
Delicacy of Chicken Steak
Chicken-fried Steak (also known as pan-fried Steak, country-fried Steak or CFS) is a dish consisting of a piece of Steak (tenderized cube steak) coated with seasoned flour and pan-fried. It is associated with Southern U.S. cuisine and hospitality. Its name is likely due to chicken-fried Steak's similarity in preparation to fried chicken, though the dish is also similar to the classic Austrian dish Wiener Schnitzel (known in Latin American cuisine as milanesa), a tenderized veal or beef cutlet, coated with flour, eggs, and breadcrumbs and fried. It is similar to the recipe for Scottish collops. It is generally categorized as a comfort food.
The precise origins of the dish are unclear, but many sources attribute its development to German and Austrian immigrants to Texas in the nineteenth century who brought recipes for Wiener Schnitzel from Europe to the USA. Lamesa, the seat of Dawson County on the Texas South Plains, claims to be the birthplace of chicken-fried steak, as does Bandera, Texas' favorite son, John "White Gravy" Neutzling.
The Virginia Housewife, published in 1838 by Mary Randolph has a recipe for veal cutlets that is one of the earliest recipes for a food like chicken-fried steak. The recipe for what we now know as chicken-fried steak was included in many regional cookbooks by the late nineteenth century. The actual term "chicken-fried Steak" was probably developed in the 1930s. It is possible that the name change for this recipe was due to the war with Germany.
A 1943 American Cookbook recipe for Wiener Schnitzel includes a white salt and pepper cream gravy.
Chicken-fried steak is among numerous popular dishes which make up the official state meal of Oklahoma, added to the list in 1988. (en.wikipedia)
Lihat juga :
Hanamasa
Sushi
The precise origins of the dish are unclear, but many sources attribute its development to German and Austrian immigrants to Texas in the nineteenth century who brought recipes for Wiener Schnitzel from Europe to the USA. Lamesa, the seat of Dawson County on the Texas South Plains, claims to be the birthplace of chicken-fried steak, as does Bandera, Texas' favorite son, John "White Gravy" Neutzling.
The Virginia Housewife, published in 1838 by Mary Randolph has a recipe for veal cutlets that is one of the earliest recipes for a food like chicken-fried steak. The recipe for what we now know as chicken-fried steak was included in many regional cookbooks by the late nineteenth century. The actual term "chicken-fried Steak" was probably developed in the 1930s. It is possible that the name change for this recipe was due to the war with Germany.
A 1943 American Cookbook recipe for Wiener Schnitzel includes a white salt and pepper cream gravy.
Chicken-fried steak is among numerous popular dishes which make up the official state meal of Oklahoma, added to the list in 1988. (en.wikipedia)
Lihat juga :
Hanamasa
Sushi
Rabu, 10 November 2010
Way to make Sushi Rice
The key to all types of Sushi is the Sushi rice. There are a lot of ways to make Sushi rice, and most of them will end up pretty much the same. Here's the method I use. rice vinegar for Sushi.
Begin by rinsing the rice. You used to have to rinse rice to remove talc that used to be used to coat rice. Now rice is coated with a cereal starch instead, so this isn't strictly necessary, but I find I get better results when I rinse my rice. If I don't, the rice doesn't end up as sticky as it should be. The method I use to rinse my rice is simple, I measure out how much rice I'll be using, usually 2 cups, into the bowl to my rice cooker, then I fill it halfway with water, swish it around, and slowly let the water drain out. I repeat this until the water is fairly clear.
The ratio of rice to water I use is 1:1. When I make rice at home, I usually cook 2 cups of rice with 2 cups of water. If you can, let your rice and water sit for about 20-30 minutes before you cook it. Once again, this is not necessary, but I find I get better results this way. I then cook my rice in my rice cooker. If you don't have a rice cooker, a saucepan with a good lid will work just fine. If you're doing it that way, follow these steps:
* Bring rice and water to a boil
* Reduce heat to a simmer
* Cover rice and water, allow to cook for 10 minutes
* Turn off heat and allow rice to steam for 20 minute
Whichever method you use to cook your rice, while it is cooking, make up your Sushi vinegar. The ingredients and ratios I use per 2 cups of uncooked rice
* 1/4 cup rice vinegar
* 2 tablespoons of sugar
* 1 teaspoon of salt
Combine these ingredients in a small saucepan and heat them until the salt and sugar are dissolved. The idea behind the sugar is to cause the tartness of the vinegar to be lessened, while the salt is to bring out the flavor of the vinegar while cutting the sweetness a bit. I've dissolved the ingredients in a microwave and never had any problems, but your mileage may vary. Whichever method you use, once your rice is cooked, place your rice in a large flat bowl or rice cooling bowl. I use a large pyrex casserole dish. Evenly sprinkle your Sushi vinegar mix over your rice, and using a wooden spoon or spatula, mix the rice and vinegar well.Try to avoid using metal, as it will change the flavor of the rice. Be careful not to break the kernels of the rice or to flatten the rice or it won't have the same look and feel to it. Once it's well mixed, using a fan or a plate, fan the rice down to room temperature. By doing this, the rice will have the right glossy look while still being nice and sticky. If you don't fan it, the rice's hull won't remain intact as well and kernels will break when you use it. At this point, your rice is ready to use. (i make sushi)
See also :
Hanamasa
Burger King
Begin by rinsing the rice. You used to have to rinse rice to remove talc that used to be used to coat rice. Now rice is coated with a cereal starch instead, so this isn't strictly necessary, but I find I get better results when I rinse my rice. If I don't, the rice doesn't end up as sticky as it should be. The method I use to rinse my rice is simple, I measure out how much rice I'll be using, usually 2 cups, into the bowl to my rice cooker, then I fill it halfway with water, swish it around, and slowly let the water drain out. I repeat this until the water is fairly clear.
The ratio of rice to water I use is 1:1. When I make rice at home, I usually cook 2 cups of rice with 2 cups of water. If you can, let your rice and water sit for about 20-30 minutes before you cook it. Once again, this is not necessary, but I find I get better results this way. I then cook my rice in my rice cooker. If you don't have a rice cooker, a saucepan with a good lid will work just fine. If you're doing it that way, follow these steps:
* Bring rice and water to a boil
* Reduce heat to a simmer
* Cover rice and water, allow to cook for 10 minutes
* Turn off heat and allow rice to steam for 20 minute
Whichever method you use to cook your rice, while it is cooking, make up your Sushi vinegar. The ingredients and ratios I use per 2 cups of uncooked rice
* 1/4 cup rice vinegar
* 2 tablespoons of sugar
* 1 teaspoon of salt
Combine these ingredients in a small saucepan and heat them until the salt and sugar are dissolved. The idea behind the sugar is to cause the tartness of the vinegar to be lessened, while the salt is to bring out the flavor of the vinegar while cutting the sweetness a bit. I've dissolved the ingredients in a microwave and never had any problems, but your mileage may vary. Whichever method you use, once your rice is cooked, place your rice in a large flat bowl or rice cooling bowl. I use a large pyrex casserole dish. Evenly sprinkle your Sushi vinegar mix over your rice, and using a wooden spoon or spatula, mix the rice and vinegar well.Try to avoid using metal, as it will change the flavor of the rice. Be careful not to break the kernels of the rice or to flatten the rice or it won't have the same look and feel to it. Once it's well mixed, using a fan or a plate, fan the rice down to room temperature. By doing this, the rice will have the right glossy look while still being nice and sticky. If you don't fan it, the rice's hull won't remain intact as well and kernels will break when you use it. At this point, your rice is ready to use. (i make sushi)
See also :
Hanamasa
Burger King
Selasa, 09 November 2010
Steak Punuk Sapi Bambino Cafe
Steak dari sapi mungkin sudah umum. Namun Steak dari daging punuk sapi ala Bambino Cafe di Garden Food Court & Cafe, di kawasan Jalan Catur, Palembang Square, berbeda. Kelembutan daging sapi yang disisipi lemak diantara daging menambah kelezatan.
Chef Wigo Adha Sukarno dari Bambino Cafe, menyajikannya dalam Farm Steak dan Bisteca Marinara. Dua menu itu menjadi andalan untuk para penikmat Steak di Kota Palembang. Selain itu juga aneka spaghetti seperti Bolognese Spaghetti dan jenis lainnya juga tersaji di cafe tersebut.
Menurut Wigo, daging dari punuk sapi merupakan daging yang paling lembut dari hewan tersebut. Bagian itu merupakan bagian tubuh sapi yang jarang dipergunakan untuk bekerja. “Jadi dagingnya lembut dan enak,” ujar Wigo yang didampingi General Manager Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Kelezatan dari Farm Steak diramu dengan mash potatos atau kentang yang dibuat lembut. Selain itu diramu dengan jamur dan saus berbekyu. Hal tersebut ditambah dengan nikmatnya saus barbekyu kental yang siram diatas Steak.
Sedangkan Bisteca Marinara, dapat dirasakan kombinasi Steak deging sapi plus cumi dan udang. Marinara kurang lebih dapat diartikan sebagai seafood. Memang Bisteca Marinara memadukan daging sapi dengan cumi dan udang. Rasa seafood pun terasa disela-sela daging sapi yang lembut.
Bila ingin menambahkan rasa pedas bagi penikmat masakan pedas, tidak ada salahnya menambahkan sambal. Wigo meyakinkan hal itu tidak akan mengurangi nikmat Steak tersebut bagi penikmat masakan yang pedas. Sajian Farm Steak dengan harga Rp 40 ribu per porsi, Bisteca Marinara seharga Rp 45 ribu per porsi serta menu lain di Bambino Cafe, dapat dinikmati sekitar pukul 15.00 hingga 22.00. Alasannya makanan tersebut bukan makanan utama, tetapi makanan yang dikonsumsi diluar waktu makan. (soegeng - sriwijaya post)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Chef Wigo Adha Sukarno dari Bambino Cafe, menyajikannya dalam Farm Steak dan Bisteca Marinara. Dua menu itu menjadi andalan untuk para penikmat Steak di Kota Palembang. Selain itu juga aneka spaghetti seperti Bolognese Spaghetti dan jenis lainnya juga tersaji di cafe tersebut.
Menurut Wigo, daging dari punuk sapi merupakan daging yang paling lembut dari hewan tersebut. Bagian itu merupakan bagian tubuh sapi yang jarang dipergunakan untuk bekerja. “Jadi dagingnya lembut dan enak,” ujar Wigo yang didampingi General Manager Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Kelezatan dari Farm Steak diramu dengan mash potatos atau kentang yang dibuat lembut. Selain itu diramu dengan jamur dan saus berbekyu. Hal tersebut ditambah dengan nikmatnya saus barbekyu kental yang siram diatas Steak.
Sedangkan Bisteca Marinara, dapat dirasakan kombinasi Steak deging sapi plus cumi dan udang. Marinara kurang lebih dapat diartikan sebagai seafood. Memang Bisteca Marinara memadukan daging sapi dengan cumi dan udang. Rasa seafood pun terasa disela-sela daging sapi yang lembut.
Bila ingin menambahkan rasa pedas bagi penikmat masakan pedas, tidak ada salahnya menambahkan sambal. Wigo meyakinkan hal itu tidak akan mengurangi nikmat Steak tersebut bagi penikmat masakan yang pedas. Sajian Farm Steak dengan harga Rp 40 ribu per porsi, Bisteca Marinara seharga Rp 45 ribu per porsi serta menu lain di Bambino Cafe, dapat dinikmati sekitar pukul 15.00 hingga 22.00. Alasannya makanan tersebut bukan makanan utama, tetapi makanan yang dikonsumsi diluar waktu makan. (soegeng - sriwijaya post)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Minggu, 07 November 2010
Sushi ala Naga Sushi
NAGA Sushi menawarkan cara asyik menikmati sushi di area open air. Lokasinya di kawasan bergengsi Kemang Food Festival sehingga restoran ini tidak pernah sepi pengunjung.
Siapa yang tidak mengenal kawasan Kemang Food Festival (KFF)? Tempat ini boleh dibilang semacam food court yang menempati lahan 3.500 meter persegi dan berada di area open air. Jejeran restoran dan kafe mengelilingi puluhan meja makan kayu yang sekaligus menjadi pusat tempat ini. Naga Sushi merupakan salah satu restoran yang berada di KFF. Berdiri sejak 7 Maret 2009, restoran ini langsung mendapat perhatian pengunjung.
Desain interiornya yang kental dengan perpaduan nuansa modern mengedepankan warna Oriental merah dan hitam. Restoran ini dipenuhi dengan sofa dan kursi yang nyaman sehingga membawa pengunjung pada atmosfer serasa di rumah. Konsep dapur terbuka yang ditawarkan menjadi keunggulan tersendiri dari Naga Sushi. Karena itu, pengunjung dengan leluasa dapat melihat langsung proses pengolahan makanan,sekaligus menjamin kebersihannya.
Tempat ini mampu menampung sekitar 50 orang. ”Tapi biasanya pengunjung lebih suka makan di outdoor, jadi lebih ngeblend dengan lingkungan,” sebut General Manager Naga Sushi Sefri Miriandi.
Sefri mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat masakan Jepang karena masakan Negeri Sakura ini terkenal akan kesegaran bahan-bahan yang digunakan sekaligus menyehatkan. ”Sushi kaya akan protein dan sehat,” ujar Sefri. Salah satu menu favorit restoran ini adalah unang godzilla. Sushi roll ini berisi belut laut dan kandungan proteinnya yang tinggi diyakini dapat meningkatkan libido. Tidak heran, menurut Sefri, sushi digemari kalangan pria. Karena restoran ini mengambil nama naga, sushi gulung tersebut dibentuk sedemikian rupa menyerupai naga. Gulungan sushi disusun mengikuti bentuk naga agar menarik perhatian. Ada pula volcano yang berisi salmon, crab stick atau sosis kepiting, tobikoi atau telur salmon, dan house mayo. Nama yang diberikan untuk menu sushi ini memang agak unik. Bukan hanya nama, rasa yang ditawarkan fusion sushi ini juga cukup unik dan lezat. Tengok saja spiderman, sushi roll ini murni berisi daging kepiting, ditambahkan tempura butter, dan daun seledri. Sementara napoleon berisikan salmon, crab stick, dan mayo. Menariknya untuk menambah kelezatan sushi, chef memberi sedikit alpukat di dalam gulungan sushi tersebut.
Alpukat juga ditambahkan pada philadelphia, sushi yang berisi salmon, crab stick, dan krim keju yang menggoda. Mau yang agak pedas, pesan saja Dynamite. Crab stick dan salmon dalam gulungan nasi goreng yang crunchy dengan saus sambal akan menambah nikmat makan malam Anda. Sementara, rainbow roll berisikan salmon, tuna, telur salmon, kyuri atau timun jepang, daun seledri, dan omelette. Jika dijumlah, setidaknya ada sekitar 17 macam pilihan sushi gulung di restoran ini.(Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
Lihat juga :
Steak
Ice cream
Siapa yang tidak mengenal kawasan Kemang Food Festival (KFF)? Tempat ini boleh dibilang semacam food court yang menempati lahan 3.500 meter persegi dan berada di area open air. Jejeran restoran dan kafe mengelilingi puluhan meja makan kayu yang sekaligus menjadi pusat tempat ini. Naga Sushi merupakan salah satu restoran yang berada di KFF. Berdiri sejak 7 Maret 2009, restoran ini langsung mendapat perhatian pengunjung.
Desain interiornya yang kental dengan perpaduan nuansa modern mengedepankan warna Oriental merah dan hitam. Restoran ini dipenuhi dengan sofa dan kursi yang nyaman sehingga membawa pengunjung pada atmosfer serasa di rumah. Konsep dapur terbuka yang ditawarkan menjadi keunggulan tersendiri dari Naga Sushi. Karena itu, pengunjung dengan leluasa dapat melihat langsung proses pengolahan makanan,sekaligus menjamin kebersihannya.
Tempat ini mampu menampung sekitar 50 orang. ”Tapi biasanya pengunjung lebih suka makan di outdoor, jadi lebih ngeblend dengan lingkungan,” sebut General Manager Naga Sushi Sefri Miriandi.
Sefri mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat masakan Jepang karena masakan Negeri Sakura ini terkenal akan kesegaran bahan-bahan yang digunakan sekaligus menyehatkan. ”Sushi kaya akan protein dan sehat,” ujar Sefri. Salah satu menu favorit restoran ini adalah unang godzilla. Sushi roll ini berisi belut laut dan kandungan proteinnya yang tinggi diyakini dapat meningkatkan libido. Tidak heran, menurut Sefri, sushi digemari kalangan pria. Karena restoran ini mengambil nama naga, sushi gulung tersebut dibentuk sedemikian rupa menyerupai naga. Gulungan sushi disusun mengikuti bentuk naga agar menarik perhatian. Ada pula volcano yang berisi salmon, crab stick atau sosis kepiting, tobikoi atau telur salmon, dan house mayo. Nama yang diberikan untuk menu sushi ini memang agak unik. Bukan hanya nama, rasa yang ditawarkan fusion sushi ini juga cukup unik dan lezat. Tengok saja spiderman, sushi roll ini murni berisi daging kepiting, ditambahkan tempura butter, dan daun seledri. Sementara napoleon berisikan salmon, crab stick, dan mayo. Menariknya untuk menambah kelezatan sushi, chef memberi sedikit alpukat di dalam gulungan sushi tersebut.
Alpukat juga ditambahkan pada philadelphia, sushi yang berisi salmon, crab stick, dan krim keju yang menggoda. Mau yang agak pedas, pesan saja Dynamite. Crab stick dan salmon dalam gulungan nasi goreng yang crunchy dengan saus sambal akan menambah nikmat makan malam Anda. Sementara, rainbow roll berisikan salmon, tuna, telur salmon, kyuri atau timun jepang, daun seledri, dan omelette. Jika dijumlah, setidaknya ada sekitar 17 macam pilihan sushi gulung di restoran ini.(Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
Lihat juga :
Steak
Ice cream
Jumat, 05 November 2010
Sate Ondomohen dari Surabaya
Pernahkah makan Sate Kelapa? Kenikmatan menyantap Sate akan semakin bertambah dengan lumuran bumbu kacang yang gurih dan tidak terlalu pedas. Asih mengatakan bumbu Sate memang sengaja diracik tidak pedas atas permintaan banyak konsumen. “Cabai kami sertakan di pinggir bumbu, tetapi apabila ada pelanggan yang suka dengan rasa pedas, kami buatkan yang pedas pol dengan tambahan 25 cabai, bahkan lebih,” katanya.
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski Sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Sate nya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (koran jakarta)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Pengunjung yang mencicipi Sate usus tentunya akan menikmati cita rasa yang sensasional karena rasa ususnya seperti daging dan sama sekali tidak amis. Begitu pun halnya dengan Sate sumsum yang terasa tidak enek serta lumer di mulut seperti ketika menyantap cokelat.
Apabila konsumen penasaran dengan menu Sate sumsum, sebaiknya datang sebelum jam makan siang agar tidak kehabisan. Menu lain yang pantas dicoba adalah Sate otot. Meski Sate berbahan otot sapi, rasanya tidak alot. Kelezatan rasa aneka Sate yang disajikan di depot Ibu Asih itu tidak lepas dari cara memasaknya.
Sebenarnya, menurut Asih, proses memasak Sate ondomohen terbilang sederhana. Setelah dipotong-potong, daging lulur dalam diurap-urap (dicampur) dengan parutan kelapa kemetan atau kelapa dengan tingkat kematangan sedang dan bumbu rahasia. Campuran tersebut selanjutnya dibiarkan selama beberapa waktu hingga bumbu meresap.
Kelapa kemetan sebelumnya dicampur dengan bawang merah, bawang putih, garam, dan kunyit. “Untuk Sate sumsum, usus, dan otot, caranya sama, hanya ramuan bumbunya ditambah bumbu rujak. Usus dan otot juga sebelumnya harus direbus selama satu setengah jam agar empuk,” terang Asih.
Setelah proses perebusan selesai, potongan-potongan daging siap ditusuk dan dibakar. Agar Sate matang dan empuknya merata, tutur Asih, proses pembakaran harus dilakukan dengan cepat dan sering dibolak-balik. Khusus untuk poya, parutan kelapa disangrai lalu diberi bumbu rahasia, dan selanjutnya dibiarkan kering.
Setelah itu poya ditumbuk agar lebih halus untuk campuran nasi hangat. Seluruh proses memasak itu dilakukan di dapur rumah Asih di Gang Ondomohen, Jalan Walikota Mustajab. Menurut Asih, setiap harinya, dia menghabiskan sekitar 1 kuintal lulur dalam, 2 kilogram gajih, dan 5 kilogram usus.
Sementara itu, lebih dari 40 butir kelapa dia olah, baik untuk parutan pada daging Sate maupun dijadikan poya. Menyantap Sate di depot Ibu Asih tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani kerupuk puli. Kerupuk yang terbuat dari tepung terigu dan berbumbu bawang putih itu dijual seharga 1.000 rupiah per bungkus.
Kerupuk yang terasa gurih tapi tidak terlalu asin itu merupakan kombinasi yang pas untuk melengkapi rasa manis bumbu Sate. Selain karena Sate nya, kebanyakan pengunjung tertarik akan minuman teh yang disajikan di Depot Ibu Asih. Di sana tersedia dua macam minuman teh, yakni teh hangat dan dingin.
Menurut Asih, rasa minuman teh di tempatnya memang berbeda karena diracik dari dua jenis teh yang berbeda. “Banyak pengunjung yang menyukai teh racikan kami, bahkan ada yang membawanya ke Singapura untuk oleh-oleh,” pungkas dia. (koran jakarta)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Rabu, 03 November 2010
Enaknya Makan Sushi
Jepang adalah negara yang terdiri dari beberapa pulau yang dikelilingi lautan yang kaya akan plankton karena pertemuan antara arus panas dan arus dingin. Perairan Jepang kaya akan hasil laut. Adapun topografinya adalah pegunungan yang telah dibentuk untuk lahan pertanian. Jepang selalu mengambil bahan pangan dari hasil pertanian dan hasil lautnya. Seni memasaknya menekankan apa yang alamnya sediakan. Sushi, yang merupakan kombinasi ikan mentah dan nasi yang dibumbui, merupakan makanan yang eksotis bagi orang asing, adalah makanan sehari-hari penduduk Jepang.
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan di-press antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke-18, chef bernama Yoke memopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah.
Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang diletakkan di atas nasi sushi yang juga disebut nigiri sushi. (sinar harapan - Toar Christoper)
Lihat juga :
Burger King
Sour Sally
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan di-press antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke-18, chef bernama Yoke memopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah.
Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang diletakkan di atas nasi sushi yang juga disebut nigiri sushi. (sinar harapan - Toar Christoper)
Lihat juga :
Burger King
Sour Sally
Sate Asmawi from Cilegon
Sate is famous because of Banten typical soft flesh. Cut the size of a small, soft goat sate with peanut sauce dressing crunchy smooth. Eat it with sweet soy sauce, so it feels more yummy. Moreover, when chewed steaming hot. Yum .. yum!
Take a stroll in the city of Cilegon, always fascinated me. This small town is always present culinary darling if passed. In Cilegon there is the famous duck sate, but this time I did not feel like eating duck sate. One of my friends asked me to went to Asmawi sate stall before returning to Jakarta.
Although still early, visitors who come almost meet this restaurant. I chose to sit on the outside because in a little claustrophobic. Dozens of lamb skewers and sate chicken was burnt,
I ordered one serving and one serving of goat sate chicken sate. Actually, many other menus, such as beef sate, lamb soup, chicken soup, and duck soup duck sate but unfortunately I am eager to taste is empty. So I have to berlega hearts with goat sate and chicken sate only.
A serving of goat and chicken sate contains ten sticks. Interestingly, both these skewers served with peanut sauce of crushed fine. Unlike in Jakarta, I always offered a willing peanut sauce or soy sauce as a seasoning, here all served with peanut sauce. Even though goat sate.
Even so, there is a small dish of soy sauce complete with pieces of tomato, chilli and garlic as a complement. Piece of meat is not too large, it is likely to be small and rather thin for chicken sate. While his medium-sized goat sate each piece, alternate with pieces of fat that makes tasty-tasty taste delicious.
Flesh soft, with a tasty peanut sauce cocolan. It's also becoming one of the uniqueness of Cilegon sate, peanut flavor with a savory taste look a little greasy traces on the surface. I am familiar with the sate seasoning should add a slightly sweet soy sauce in marinade.
Soy sauce used was carved stamp, it's not too sweet and a bit watery. So it does not damage the flavor of the original sate. Indeed even more delicious, sweet and savory vague. Prices portion of goat sate and chicken sate is also inexpensive,
Rp 18.000,00 enough alone. Oh yes, Asmawi satay hut also accept orders for a celebration event and salvation. (Danang - Koran Baru)
See also:
Wine
Sushi
Take a stroll in the city of Cilegon, always fascinated me. This small town is always present culinary darling if passed. In Cilegon there is the famous duck sate, but this time I did not feel like eating duck sate. One of my friends asked me to went to Asmawi sate stall before returning to Jakarta.
Although still early, visitors who come almost meet this restaurant. I chose to sit on the outside because in a little claustrophobic. Dozens of lamb skewers and sate chicken was burnt,
I ordered one serving and one serving of goat sate chicken sate. Actually, many other menus, such as beef sate, lamb soup, chicken soup, and duck soup duck sate but unfortunately I am eager to taste is empty. So I have to berlega hearts with goat sate and chicken sate only.
A serving of goat and chicken sate contains ten sticks. Interestingly, both these skewers served with peanut sauce of crushed fine. Unlike in Jakarta, I always offered a willing peanut sauce or soy sauce as a seasoning, here all served with peanut sauce. Even though goat sate.
Even so, there is a small dish of soy sauce complete with pieces of tomato, chilli and garlic as a complement. Piece of meat is not too large, it is likely to be small and rather thin for chicken sate. While his medium-sized goat sate each piece, alternate with pieces of fat that makes tasty-tasty taste delicious.
Flesh soft, with a tasty peanut sauce cocolan. It's also becoming one of the uniqueness of Cilegon sate, peanut flavor with a savory taste look a little greasy traces on the surface. I am familiar with the sate seasoning should add a slightly sweet soy sauce in marinade.
Soy sauce used was carved stamp, it's not too sweet and a bit watery. So it does not damage the flavor of the original sate. Indeed even more delicious, sweet and savory vague. Prices portion of goat sate and chicken sate is also inexpensive,
Rp 18.000,00 enough alone. Oh yes, Asmawi satay hut also accept orders for a celebration event and salvation. (Danang - Koran Baru)
See also:
Wine
Sushi
History of Sushi Rolls
Sushi Rolls History - As early as 500 B.C. , people living in the mountains of southeast Asia wrapped fish in rice as a means of pickling and fermenting. In Japan, alternating layers of carp and rice were placed in a covered jar and left for up to a year. During this time, the fermenting rice produced lactic acid, thus pickling the fish. When the jar was opened, the carp was eaten, but the rice was discarded.
A Japanese legend holds that a kindly husband and wife placed rice in an osprey nest. When they later checked on the bird, they found a fish nestled in the rice, which they took as a token of the bird's appreciation. As they ate the thank-you gift, they noted that the fermented rice had imparted a distinctive taste to the fish.
In the seventeenth century, the people of culinary-rich Edo (now Tokyo) began the practice of adding vinegar to the rice so that it would ferment in just a few days. Before long, sushi shops were popular sites on the streets of Tokyo. One of the earliest, Sas Maki Kenukesushi, opened in 1702 and was still in business at the turn of the twentieth century.
Although the Japanese have eaten seaweed, or nori, since the eighth century, it was not until the late seventeenth century that it was regularly cultivated in inlets and estuaries up and down that nation's coasts. The nori was harvested in December and January when it had reached its maturity. It was not an easy task because the nori disappeared during the summer months.
In the 1940s, a British scientist named Kathleen Drew-Baker began to investigate what happened to nori spores in the summer. Drew's studies were published in a paper in 1949, which concluded that nori spores burrow into the pores and crevices of seashells, where they grow into pink thread-like organisms. When the weather turns cold, the organisms detach themselves and then adhere to other surfaces where they grow to maturity.
After Drew's conclusions were published, the Japanese quickly developed a cultivating system and nori production increased ten-fold from 1950 to 1980. In 1963, nori farmers erected a bronze statue in Drew's honor overlooking the Bay of Shimbara. On April 14 of every year, a ceremony is enacted in which Drew's cap and gown are placed on the statue, a Union Jack is raised, and farmers placed a tribute of nori from the current crop at the statue's feet. (MadeHow)
See also:
Burger King
Hanamasa
A Japanese legend holds that a kindly husband and wife placed rice in an osprey nest. When they later checked on the bird, they found a fish nestled in the rice, which they took as a token of the bird's appreciation. As they ate the thank-you gift, they noted that the fermented rice had imparted a distinctive taste to the fish.
In the seventeenth century, the people of culinary-rich Edo (now Tokyo) began the practice of adding vinegar to the rice so that it would ferment in just a few days. Before long, sushi shops were popular sites on the streets of Tokyo. One of the earliest, Sas Maki Kenukesushi, opened in 1702 and was still in business at the turn of the twentieth century.
Although the Japanese have eaten seaweed, or nori, since the eighth century, it was not until the late seventeenth century that it was regularly cultivated in inlets and estuaries up and down that nation's coasts. The nori was harvested in December and January when it had reached its maturity. It was not an easy task because the nori disappeared during the summer months.
In the 1940s, a British scientist named Kathleen Drew-Baker began to investigate what happened to nori spores in the summer. Drew's studies were published in a paper in 1949, which concluded that nori spores burrow into the pores and crevices of seashells, where they grow into pink thread-like organisms. When the weather turns cold, the organisms detach themselves and then adhere to other surfaces where they grow to maturity.
After Drew's conclusions were published, the Japanese quickly developed a cultivating system and nori production increased ten-fold from 1950 to 1980. In 1963, nori farmers erected a bronze statue in Drew's honor overlooking the Bay of Shimbara. On April 14 of every year, a ceremony is enacted in which Drew's cap and gown are placed on the statue, a Union Jack is raised, and farmers placed a tribute of nori from the current crop at the statue's feet. (MadeHow)
See also:
Burger King
Hanamasa
Senin, 01 November 2010
Membakar Sate yang Memecahkan Rekor
Sebelumnya rekor membakar Sate yang paling diukir di Brunei Darussalam dengan tusuk sate, nomor 75.000 berhasil dipecahkan di Bali, sehingga masuk rekor dunia baru di "Guinness Book Of World Records".
"Kami berhasil melampaui rekor dunia sebelumnya, meskipun jumlah tusuk sate masih dalam perhitungan sehingga belum final," kata Ketua Komite Arias memberitahu Komite di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, pada hari Minggu.
Dia menambahkan bahwa proses menghitung jumlah peserta sate bakaran yang mengalami masalah karena lokasi hujan tiba-tiba. "Untuk Pastikan nomor tersebut memiliki lebih dari 75 ribu tusuk sate, sehingga rekor telah berhasil diselesaikan," katanya.
Untuk dapat memecahkan rekor dunia pada tahun 2009 yang dibuat di Brunei Darussalam, melibatkan tidak kurang dari 1.500 orang yang terdiri dari karyawan di semua dealer distributor Indoparts PT di Indonesia.Pihak PT Central Sole Agency (Indoparts) sebagai inisiator kegiatan dapat memecahkan rekor menetapkan target melayani sate di dunia.
"Kami berharap untuk memenuhi target 101 010 tusuk sate dengan berat sekitar 1,8 ton," katanya.
Event menghitung tusuk sate itu menyaksikan Sinigagliesi paling representatif Lucia Guinness Book Of World Records.
"Memakai sate sate ini memecahkan rekor karean adalah salah satu makanan Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Andrew Dhanu Sugih, CEO Indoparts mengatakan, kegiatan sate panggang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia.Selain unik dan langka, acara ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan rasa kebersaman antara mereka. "Kami yakin bisa masuk 'Guinness Book Of World Records" karena jumlah telah melampaui rekor sebelumnya, "katanya.
Sementara itu, Lucia Sinigagliesi kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada rakyat Indonesia. Kegiatan ini melibatkan banyak orang yang bangga dengan spesialisasi negara mereka. (ANTARA)
Lihat juga: Sushi, Steak
"Kami berhasil melampaui rekor dunia sebelumnya, meskipun jumlah tusuk sate masih dalam perhitungan sehingga belum final," kata Ketua Komite Arias memberitahu Komite di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, pada hari Minggu.
Dia menambahkan bahwa proses menghitung jumlah peserta sate bakaran yang mengalami masalah karena lokasi hujan tiba-tiba. "Untuk Pastikan nomor tersebut memiliki lebih dari 75 ribu tusuk sate, sehingga rekor telah berhasil diselesaikan," katanya.
Untuk dapat memecahkan rekor dunia pada tahun 2009 yang dibuat di Brunei Darussalam, melibatkan tidak kurang dari 1.500 orang yang terdiri dari karyawan di semua dealer distributor Indoparts PT di Indonesia.Pihak PT Central Sole Agency (Indoparts) sebagai inisiator kegiatan dapat memecahkan rekor menetapkan target melayani sate di dunia.
"Kami berharap untuk memenuhi target 101 010 tusuk sate dengan berat sekitar 1,8 ton," katanya.
Event menghitung tusuk sate itu menyaksikan Sinigagliesi paling representatif Lucia Guinness Book Of World Records.
"Memakai sate sate ini memecahkan rekor karean adalah salah satu makanan Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Andrew Dhanu Sugih, CEO Indoparts mengatakan, kegiatan sate panggang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia.Selain unik dan langka, acara ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan rasa kebersaman antara mereka. "Kami yakin bisa masuk 'Guinness Book Of World Records" karena jumlah telah melampaui rekor sebelumnya, "katanya.
Sementara itu, Lucia Sinigagliesi kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada rakyat Indonesia. Kegiatan ini melibatkan banyak orang yang bangga dengan spesialisasi negara mereka. (ANTARA)
Lihat juga: Sushi, Steak
Langganan:
Komentar (Atom)
