Ternyata, setiap jenis Wine atau anggur memiliki bentuk gelas sendiri-sendiri. Wine yang baik dibedakan dari rasa, bau dan penampilan fisiknya ketika di putar di dalam gelas. Semua hal ini tentunya akan didukung dengan pemilihan gelas yang tepat. Bahkan ada beberapa wine yang dapat menampilkan rasa terbaiknya hanya jika mereka disajikan dalam gelas yang tepat.
Gelas wine memiliki tiga komponen utama:
Dasar (base): merupakan pendukung utama kondisi gelas, dan mempertahankan posisi tetap tegak.
Batang (stem): tempat Anda memegang gelas sehingga tidak akan memindahkan panas tubuh Anda kepada Wine dan juga mencegah Anda meninggalkan bekas di permukaan gelas.
Badan (body): tempat yang menampung semua rasa minuman yang disajikan.
Semua gelas wine didesain agar anggur dapat dinikmati dengan cara yang pas. Desain gelas ini tidak dibuat sembarangan. Pada umumnya, ada empat tipe gelas Wine yang sering digunakan, walaupun dalam kasus khusus aturan ini dapat sedikit berubah.
Gelas Wine merah
Bentuk gelas untuk Wine merah lebih bundar dibanding gelas Wine lainnya. Tangkainya juga lebih kecil karena banyak orang yang cenderung memegang bagian badan gelas ketika menikmati minuman ini. Bagian badan gelas juga dibuat lebih lebar sehingga wine akan lebih banyak bersentuhan dengan udara sehingga membuatnya dapat memancarkan aroma dan rasa yang berani. Rasa kompleks dari anggur merah menjadi lebih lembut ketika bersentuhan dengan udara.
Gelas Wine putih
Gelas untuk anggur putih memiliki bentuk yang ramping dengan batang yang panjang. Bentuk badan gelas ini menyerupai huruf U, sehingga aromanya tersalurkan dengan tepat dan Wine yang ada akan tetap dingin untuk waktu yang lama. Bentuknya yang ramping akan menyebabkan orang memegang bagian batang gelas, sehingga anggur putih yang sangat sensitif terhadap suhu tidak akan terganggu oleh panas tubuh peminumnya.
Bentuk bibir gelas Wine putih ini akan menyalurkan Wine ke bagian samping dan depan dari mulut, sehingga rasa manis Wine putih akan benar-benar mengelus lidah peminumnya. Varian dari gelas Wine putih ini banyak, karena tergantung dari rasa Wine yang disajikan. Kerenyahan, usia Wine yang muda atau tua, bahkan kekuatan Wine putih akan mempengaruhi jenis gelas.
Gelas Wine sparkling
Gelas untuk jenis sparkling mirip dengan gelas Wine putih. Bedanya, badannya sedikit lebih panjang. Bentuk seperti ini akan membantu pada saat anggur dituang, dan menahan karbonasi yang ada di dalam Wine agar tetap terjaga sebanyak mungkin. Tangkainya yang panjang berfungsi mengurangi kontak dengan tubuh karena Wine tipe sparkling, seperti sampanye, sangat sensitif terhadap perubahan suhu atau panas tubuh si peminum.
Gelas Wine pencuci mulut
Dikenal juga sebagai gelas aperitif (minuman keras pemicu nafsu makan). Biasa digunakan untuk menyajikan port, sherry, liquers dan berbagai macam tipe aperitif lainnya. Ukuran standar Wine ini adalah 120 ml, tujuannya adalah untuk membentuk badan yang cukup kecil sehingga Wine akan dikirimkan ke bagian belakang rongga mulut, dan rasa manis dari Wine pencuci mulut ini tidak akan mematikan rasa yang ada di dalam mulut peminumnya. Wine tipe ini biasanya memiliki kadar alkohol tinggi, sehingga gelas kecil akan sempurna bagi penyajian Wine pencuci mulut.
Sumber : Ade Jayadireja-SendokGarpu.com
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Tampilkan postingan dengan label burger king. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label burger king. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Kelezatan si Dim Sum menggoda
Dim Sum merupakan makanan berukuran kecil dan dimasak dengan digoreng atau direbus. Biasanya menu-menu itu disajikan dalam wadah bundar berbahan bambu. Ada beragam pilihan menu Dim Sum yang disediakan di restoran Ping, salah satunya ialah egado, Dim Sum berisi daging ayam dan telur puyuh yang dibungkus kulit tahu.
Teksturnya empuk dan lembut saat disantap. Egado akan lebih enak jika disantap dengan saus sambal. Selain egado ada pula hakao yang berisi udang. Udang kupas dicampur tepung sagu, minyak wijen, sedikit vetsin, tepung ayam, ditambah garam, lada, dan gula.
Campuran itu kemudian dibungkus kulit yang terbuat dari adonan tepung sagu, tepung tang mien, dan minyak sayur lalu dikukus. Kulit hakao memakai sagu Hong Kong yang bertekstur lebih halus daripada sagu lokal.
“Kalau sagu lokal membuat Dim Sum cepat kering dan mengeras,” jelas Kardiman, chef kepala restoran Ping. Ada pula dim sum yang digoreng, yaitu dim sum udang rambutan. Udang dipotong halus lalu dimasukkan ke dalam kulit pangsit dan digoreng hingga mekar.
Apabila konsumen masih penasaran dengan menu Dim Sum ala resto Ping, dapat memilih Dim Sum berbentuk bapau, yakni bapau tausa isi. Bapau berukuran kecil itu berisi kacang merah yang sudah dihaluskan dan diberi gula. Dim Sum biasanya dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua yaitu yum cha (upacara minum teh).
Tradisi itu awalnya dilakukan oleh para pedagang yang berkelana di sepanjang Jalur Sutra. Mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat di sepanjang jalur itu. Kedai-kedai teh pun berdiri di sepanjang pinggir jalan.
Tidak hanya pedagang, petani yang kelelahan setelah bekerja keras di ladang juga akan pergi ke kedai teh untuk bersantai pada sore hari. Pada awalnya, minum teh harus dilakukan tersendiri dan tidak boleh ada makanan lain.
Hal itu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat China, berat badan mereka akan naik apabila ada menu lain yang dikonsumsi selain teh. Namun, setelah diketahui teh dapat membantu pencernaan, maka pemilik kedai teh pun mulai menyuguhkan berbagai makanan ringan sebagai hidangan yang menemani teh.
Dim Sum yang berarti menyentuh hati itu berasal dari daerah Kanton, China bagian selatan. Dim Sum pula yang telah mengubah tradisi yum cha, dari kegiatan yang sifatnya kaku menjadi santai untuk berbagi cerita dan pengalaman. Di Hong Kong dan sebagian besar kota-kota di Provinsi Guangdong, China, banyak restoran Dim Sum yang melayani pengunjung sejak pukul 05.00.
Tidak heran jika Dim Sum menjadi tradisi bagi orang tua pada pagi hari setelah mereka berolah raga. Tidak jarang pula mereka menikmati Dim Sum sembari membaca koran pagi. Kebanyakan restoran Dim Sum hanya menyajikan menu-menu Dim Sum hingga menjelang petang.
Pada malam hari menu pun berganti menjadi masakan Kanton. Di Hong Kong dan China, Dim Sum yang awalnya hanya makanan ringan atau snack itu kini menjadi makanan pokok yang hadir dalam budaya makan. Di negeri Tirai Bambu itu pejabat kesehatan mengkritik tingginya jumlah lemak jenuh dan natrium yang terkandung di dalam beberapa hidangan Dim Sum.
Menurut mereka, dengan dikukus bukan berarti Dim Sum otomatis dianggap makanan sehat. Oleh karena itu, pejabat kesehatan di China merekomendasikan rakyatnya untuk menyeimbangkan makanan lemak dengan sayuran rebus, tanpa menyertakan saus.
wan/L-2
Sumber : koran-jakarta.com
Lihat juga:
Sushi
Burger King
Teksturnya empuk dan lembut saat disantap. Egado akan lebih enak jika disantap dengan saus sambal. Selain egado ada pula hakao yang berisi udang. Udang kupas dicampur tepung sagu, minyak wijen, sedikit vetsin, tepung ayam, ditambah garam, lada, dan gula.
Campuran itu kemudian dibungkus kulit yang terbuat dari adonan tepung sagu, tepung tang mien, dan minyak sayur lalu dikukus. Kulit hakao memakai sagu Hong Kong yang bertekstur lebih halus daripada sagu lokal.
“Kalau sagu lokal membuat Dim Sum cepat kering dan mengeras,” jelas Kardiman, chef kepala restoran Ping. Ada pula dim sum yang digoreng, yaitu dim sum udang rambutan. Udang dipotong halus lalu dimasukkan ke dalam kulit pangsit dan digoreng hingga mekar.
Apabila konsumen masih penasaran dengan menu Dim Sum ala resto Ping, dapat memilih Dim Sum berbentuk bapau, yakni bapau tausa isi. Bapau berukuran kecil itu berisi kacang merah yang sudah dihaluskan dan diberi gula. Dim Sum biasanya dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua yaitu yum cha (upacara minum teh).
Tradisi itu awalnya dilakukan oleh para pedagang yang berkelana di sepanjang Jalur Sutra. Mereka membutuhkan tempat untuk beristirahat di sepanjang jalur itu. Kedai-kedai teh pun berdiri di sepanjang pinggir jalan.
Tidak hanya pedagang, petani yang kelelahan setelah bekerja keras di ladang juga akan pergi ke kedai teh untuk bersantai pada sore hari. Pada awalnya, minum teh harus dilakukan tersendiri dan tidak boleh ada makanan lain.
Hal itu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat China, berat badan mereka akan naik apabila ada menu lain yang dikonsumsi selain teh. Namun, setelah diketahui teh dapat membantu pencernaan, maka pemilik kedai teh pun mulai menyuguhkan berbagai makanan ringan sebagai hidangan yang menemani teh.
Dim Sum yang berarti menyentuh hati itu berasal dari daerah Kanton, China bagian selatan. Dim Sum pula yang telah mengubah tradisi yum cha, dari kegiatan yang sifatnya kaku menjadi santai untuk berbagi cerita dan pengalaman. Di Hong Kong dan sebagian besar kota-kota di Provinsi Guangdong, China, banyak restoran Dim Sum yang melayani pengunjung sejak pukul 05.00.
Tidak heran jika Dim Sum menjadi tradisi bagi orang tua pada pagi hari setelah mereka berolah raga. Tidak jarang pula mereka menikmati Dim Sum sembari membaca koran pagi. Kebanyakan restoran Dim Sum hanya menyajikan menu-menu Dim Sum hingga menjelang petang.
Pada malam hari menu pun berganti menjadi masakan Kanton. Di Hong Kong dan China, Dim Sum yang awalnya hanya makanan ringan atau snack itu kini menjadi makanan pokok yang hadir dalam budaya makan. Di negeri Tirai Bambu itu pejabat kesehatan mengkritik tingginya jumlah lemak jenuh dan natrium yang terkandung di dalam beberapa hidangan Dim Sum.
Menurut mereka, dengan dikukus bukan berarti Dim Sum otomatis dianggap makanan sehat. Oleh karena itu, pejabat kesehatan di China merekomendasikan rakyatnya untuk menyeimbangkan makanan lemak dengan sayuran rebus, tanpa menyertakan saus.
wan/L-2
Sumber : koran-jakarta.com
Lihat juga:
Sushi
Burger King
Senin, 29 November 2010
Manfaat Sate Kelinci
Kalangan wisatawan lokal meminati Sate kelinci yang dijual di Yogyakarta, karena diyakini daging hewan itu mempunyai kandungan nutrisi, tidak mengandung kolesterol, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati sate kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 50 hingga 60 pembeli," kata Tukirah, penjual sate kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).
Menurut dia, sate kelinci memilki rasa berbeda dengan sate lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.
"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.
Ia mengatakan umur kelinci memengaruhi kualitas daging. Jika umur semakin tua, maka daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.
"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00 WIB karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.
Dia mengatakan harga jual satai kelinci relatif murah hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.
Tukirah mengatakan dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan sate. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," kataya.
Seorang pembeli sate kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan sate kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.
Ia mengatakan setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. (luc/Ant)
Sumber : wartakota.co.id
Lihat juga:
Wine
Burger King
"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati sate kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 50 hingga 60 pembeli," kata Tukirah, penjual sate kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).
Menurut dia, sate kelinci memilki rasa berbeda dengan sate lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.
"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.
Ia mengatakan umur kelinci memengaruhi kualitas daging. Jika umur semakin tua, maka daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.
"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00 WIB karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.
Dia mengatakan harga jual satai kelinci relatif murah hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.
Tukirah mengatakan dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan sate. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," kataya.
Seorang pembeli sate kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan sate kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.
Ia mengatakan setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. (luc/Ant)
Sumber : wartakota.co.id
Lihat juga:
Wine
Burger King
Minggu, 28 November 2010
Selling Chicken Sate and Goat Sate
There are a variety of Sate from various regions in Indonesia. Among others, satay chicken and mutton sate. Sate chicken and goat satay can be enjoyed with two kinds of spices, namely peanut sauce and seasoning sauce.
Sate chicken and lamb kebabs are usually sold with soup or curry goat, which is made by using a mixture of bone and meat goat that is not used as skewers.
Meat goats are used for satay is usually the thighs because the more tender, so much better. Processing of meat goats must be careful not hard to sate. Before baking, goat meat should be wrapped using papaya leaves to make it more tender. Young lamb is also more lenient than the old goat meat. The range of age of young goats goat sate is good for 3-5 months.
Sate Traders can sell on the main street near the market, offices, housing, or the area around campus. Usually between traders sate has a rule that for certain areas there is only one merchant. So, pay attention to the area around the location before deciding to sell at a place so as not to harm each other.
Equipment needed to run the business sate include carts, tents, tables, chairs, grill skewers, knife, and bamboo fan. Supplies eating a plate, cup, bowl (if selling soup or curry goat), spoons, and forks.
Tents can be made small or medium-sized depending on the size of the place and the level of crowd of visitors. Wood table can be made 1-2 pieces of fruit with 60-10 seats.
Business owners can drop their own hands or hire employees. Employees in the service of an order buyer or burn sate. Employees should be trained first so it knows how to burn sate meat maturity level as appropriate.
Promotion can be done by creating a banner that read kind of business that is placed around the tent or wagon. Banners can be equipped pictures or photographs of interest so that the sate can bring visitors. Continued promotion can be done by creating a brochure, especially if serving messages between (delivery order), serve the order and goat satay roll to akikah, weddings, and birthdays.
The price of a portion of goat sate Rp 10.000, - s / d Rp 12.000, -. One serving typically contains 10 sticks. The price of a share of less expensive chicken satay, which is Rp 8,000, - s / d Rp 10.000, - contains 10 sticks. Price does not include rice cake or rice. Rice cake and rice prices around Rp 2,000, - per serving. While the price of soup or curry goat around Rp 7,000, - per serving.
Sate business risk include many food vendors alike. The quality of offerings and pricing vary widely among merchants so that new players should be able to find a gap in order to compete.
Some tips and tricks sate business:
1. Maintaining the quality and taste way include a tasty marinade and the meat is tender (for goat sate). Soft goat sate indirectly to expand market share, because it began the children and adults can eat it easily.
2. Location is always bustling place of business potential as sate. The market share of food is so good at upper middle. The reason the price of one serving sate is considered quite expensive for some people. The location near the office, residential, street or shopping center is a strategic place of business a few examples of sate.
3. Cooperation with suppliers is also very important. At certain times such as religious holidays, the price of mutton increased because of demand. Cooperation with the abattoir or goat breeders will minimize the risk of shortages of raw materials or price increases that are too high.
Source: www.squidoo.com
See also:
Steak
Burger King
Sate chicken and lamb kebabs are usually sold with soup or curry goat, which is made by using a mixture of bone and meat goat that is not used as skewers.
Meat goats are used for satay is usually the thighs because the more tender, so much better. Processing of meat goats must be careful not hard to sate. Before baking, goat meat should be wrapped using papaya leaves to make it more tender. Young lamb is also more lenient than the old goat meat. The range of age of young goats goat sate is good for 3-5 months.
Sate Traders can sell on the main street near the market, offices, housing, or the area around campus. Usually between traders sate has a rule that for certain areas there is only one merchant. So, pay attention to the area around the location before deciding to sell at a place so as not to harm each other.
Equipment needed to run the business sate include carts, tents, tables, chairs, grill skewers, knife, and bamboo fan. Supplies eating a plate, cup, bowl (if selling soup or curry goat), spoons, and forks.
Tents can be made small or medium-sized depending on the size of the place and the level of crowd of visitors. Wood table can be made 1-2 pieces of fruit with 60-10 seats.
Business owners can drop their own hands or hire employees. Employees in the service of an order buyer or burn sate. Employees should be trained first so it knows how to burn sate meat maturity level as appropriate.
Promotion can be done by creating a banner that read kind of business that is placed around the tent or wagon. Banners can be equipped pictures or photographs of interest so that the sate can bring visitors. Continued promotion can be done by creating a brochure, especially if serving messages between (delivery order), serve the order and goat satay roll to akikah, weddings, and birthdays.
The price of a portion of goat sate Rp 10.000, - s / d Rp 12.000, -. One serving typically contains 10 sticks. The price of a share of less expensive chicken satay, which is Rp 8,000, - s / d Rp 10.000, - contains 10 sticks. Price does not include rice cake or rice. Rice cake and rice prices around Rp 2,000, - per serving. While the price of soup or curry goat around Rp 7,000, - per serving.
Sate business risk include many food vendors alike. The quality of offerings and pricing vary widely among merchants so that new players should be able to find a gap in order to compete.
Some tips and tricks sate business:
1. Maintaining the quality and taste way include a tasty marinade and the meat is tender (for goat sate). Soft goat sate indirectly to expand market share, because it began the children and adults can eat it easily.
2. Location is always bustling place of business potential as sate. The market share of food is so good at upper middle. The reason the price of one serving sate is considered quite expensive for some people. The location near the office, residential, street or shopping center is a strategic place of business a few examples of sate.
3. Cooperation with suppliers is also very important. At certain times such as religious holidays, the price of mutton increased because of demand. Cooperation with the abattoir or goat breeders will minimize the risk of shortages of raw materials or price increases that are too high.
Source: www.squidoo.com
See also:
Steak
Burger King
Kamis, 25 November 2010
Kelezatan Soto Kuning
Soto kuning Bogor cukup banyak penggemarnya. Di kota hujan ini, banyak pula penjual soto ini menjajakan di pinggir jalan. Namun bila ingin merasakan yang paling enak, datangi Jalan Suryakencana (Surken) Bogor tepatnya Soto Pak Bongkok dan Pak Yusuf. Letaknya persis di perempatan jl. Roda, Gg. Aut, Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Soto ini dibuat dari kuah santan yang dibubuhi kunyit hingga kuning warnanya. Isinya berupa daging sapi dan jeroan yang diletakkan di atas wadah yang sudah dialasi daun pisang. Dengan besi yang diruncingkan, pembeli bisa memilih dan menusuk daging pilihan. Ada babat, lidah, daging, urat, dan usus. Setelah dipilih, tukang soto memotong-motong dalam ukuran serasi dan menatanya dalam mangkuk. Setelah dilengkapi kecap manis, irisan seledri, dan bawang goreng, daging sapi tadi disiram kuah soto nan panas. Enak sekali rasanya. Di situ disediakan juga emping goreng atau emping jengkol sebagai tambahan.
Tapi untuk bisa menikmati kenikmatan soto kuning Pak Bongkok ini, pengunjung harus datang jam 7 pagi, soalnya jam 10 sudah pasti habis. Apalagi bila hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, pasti berebutan. Tak heran kalau Soto Pak Bongkok bisa menghabiskan 6 kg daging dan jerohan sapi seharinya.
Soto serupa bisa juga dinikmati sore hari pada pedagang yang lain. Letaknya masih di Jl. Suryakencana, di seberang Bank CIC. Penjualnya adalah Pak Iwan. Harganya sama dengan Pak Bongkok yakni antara Rp 1.500 - Rp. 3.000 atau tambah Rp 1.000 untuk nasinya.
Sama dengan Soto Pak Bongkok dan Pak Yusuf, di Soto Pak Iwan, pembeli juga harus rela antre kalau malam Minggu tiba. Soalnya bangku yang disediakan sangat terbatas. Bisa-bisa kalau kita datang pukul 19.00, sotonya sudah habis. Padahal Iwan, mulai membuka dagangannya baru pukul 17.00. Soto kuning paling enak ditemani emping jengkol. Jangan takut baunya, karena dengan pengolahan sedemikian rupa, rasa dan bau jengkol nyaris hilang. (*/unt)
Sumber: radar-bogor.co.id
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Soto ini dibuat dari kuah santan yang dibubuhi kunyit hingga kuning warnanya. Isinya berupa daging sapi dan jeroan yang diletakkan di atas wadah yang sudah dialasi daun pisang. Dengan besi yang diruncingkan, pembeli bisa memilih dan menusuk daging pilihan. Ada babat, lidah, daging, urat, dan usus. Setelah dipilih, tukang soto memotong-motong dalam ukuran serasi dan menatanya dalam mangkuk. Setelah dilengkapi kecap manis, irisan seledri, dan bawang goreng, daging sapi tadi disiram kuah soto nan panas. Enak sekali rasanya. Di situ disediakan juga emping goreng atau emping jengkol sebagai tambahan.
Tapi untuk bisa menikmati kenikmatan soto kuning Pak Bongkok ini, pengunjung harus datang jam 7 pagi, soalnya jam 10 sudah pasti habis. Apalagi bila hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, pasti berebutan. Tak heran kalau Soto Pak Bongkok bisa menghabiskan 6 kg daging dan jerohan sapi seharinya.
Soto serupa bisa juga dinikmati sore hari pada pedagang yang lain. Letaknya masih di Jl. Suryakencana, di seberang Bank CIC. Penjualnya adalah Pak Iwan. Harganya sama dengan Pak Bongkok yakni antara Rp 1.500 - Rp. 3.000 atau tambah Rp 1.000 untuk nasinya.
Sama dengan Soto Pak Bongkok dan Pak Yusuf, di Soto Pak Iwan, pembeli juga harus rela antre kalau malam Minggu tiba. Soalnya bangku yang disediakan sangat terbatas. Bisa-bisa kalau kita datang pukul 19.00, sotonya sudah habis. Padahal Iwan, mulai membuka dagangannya baru pukul 17.00. Soto kuning paling enak ditemani emping jengkol. Jangan takut baunya, karena dengan pengolahan sedemikian rupa, rasa dan bau jengkol nyaris hilang. (*/unt)
Sumber: radar-bogor.co.id
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Rabu, 24 November 2010
Sate Mak Syukur
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.
Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.
Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.
Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:
* Pasaraya Manggarai
* Pasaraya Blok M
* Jl. Pengambiran No 37, Rawamangun Jaktim Telp 021- 93274702
* Mall Kelapa Gading
Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.
Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.
Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.
Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!
Sumber : dania - indonesi.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?
Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.
Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.
Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.
Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.
Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:
* Pasaraya Manggarai
* Pasaraya Blok M
* Jl. Pengambiran No 37, Rawamangun Jaktim Telp 021- 93274702
* Mall Kelapa Gading
Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.
Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.
Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.
Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!
Sumber : dania - indonesi.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Senin, 22 November 2010
Ayo membuat Soto Ikan Pari
Kamu tau Ikan Pari? Tahukah kalau jenis ikan ini bisa dimasak berbagai macam jenis makanan dan salah satunya adalah Soto Ikan pari? Penasaran dengan rasanya? Berikut akan dijelaskan mengenai resep bahan-bahan dan cara membuat Soto Ikan Pari.
Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
1 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
2 btg serai, memarkan
750 ml santan
250 gr ikan asap
100 gr daun melinjo
1 bh tomat, potong-potong
Haluskan:
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 sdt ketumbar
½ sdt lada
5 btr jinten
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 sdt garam
Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak sampai bumbu matang dan harum.
2. Masukkan santan, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan potongan ikan asap, daun melinjo, dan tomat. Masak sampai semua bahan matang.
Untuk 6 orang
Sumber : Nuraini W - Klub Nova- female.kompas.com
Lihat juga :
Burger King
Sate
Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
1 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
2 btg serai, memarkan
750 ml santan
250 gr ikan asap
100 gr daun melinjo
1 bh tomat, potong-potong
Haluskan:
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 sdt ketumbar
½ sdt lada
5 btr jinten
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 sdt garam
Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak sampai bumbu matang dan harum.
2. Masukkan santan, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan potongan ikan asap, daun melinjo, dan tomat. Masak sampai semua bahan matang.
Untuk 6 orang
Sumber : Nuraini W - Klub Nova- female.kompas.com
Lihat juga :
Burger King
Sate
Minggu, 21 November 2010
Type of Ice cream in Bandung
Although the afternoon and evening rain Bandung often, so the spirit of the sun shining on the city of Bandung in the morning and afternoon. Hot, hot, dry and hot. Upon hearing these words must direct our thoughts turned to something cool, fresh and relieve thirst. Ice cream! One name that will hint and would fit satisfying taste.
As a culinary paradise, Bandung also has places that sell ice cream is excellent and should be sampled. Let's find out a little review of some places that sell ice cream below.
1. Ice cream past
Nostalgia, classic and nuanced "old school" aka the past. These things are the main attraction of Ice cream shops this. Most people come because of the sensation of nostalgia seemed to be a time machine that brings us to travel into the past. Ice cream flavor - it was classic, made from original recipes taste and mainland European ancestors have handed down, make these places famous. Visit PT. Pain in Tamblong Road, Source Cuisine and Braga Permai in Jalan Braga, Milan Cafe located at Jalan Student Warriors, and I Scream For Ice Cream at Jl. Hariangbanga (near Jl. Taman Sari). Invite also papa-mama-oma and opa for reunited to the heyday here first. Vintage style was fine so additional attributes Ice cream culinary tour of this old school.
2. Ice cream breakthrough
In contrast to the previous ice-cream, Ice cream that was served was an innovation with creative ideas that have never thought about before. One of the places that serve ice cream strange and unique that can only be found at Flower City is Sub7ero Frozen, which is located on Jl. Middle Saturn, complex Margahayu Permai Bandung. The unusual flavors, like cheddar cheese is salty and spicy black pepper, a mainstay of successful ice cream business spread by word of mouth is. One other unique creations is the fried ice cream. It sounds strange because his name is so contradictory. However, these snacks are actually a presentation Ice cream clamped between fried bread. Crispy and refreshes, plus a sprinkling of nuts and chocolate sauce that makes it more kick. Visit Tomato Cafe on Jl. Ir. H. Djuanda near Terminal Dago to mengulik special flavor of this fried ice cream.
3. Traditional Ice Cream
Ice Cream Indonesian special, and rather typical of Bandung. One example of this traditional ice cream is ice lolly (or there is also a call for making ice shake rocked in the wagon). Candles are popular ice can be purchased at Jl. Cimandiri and Jl. Lengkong Large. No less delicious flavor with a modern ice cream, along with cheap prices and the memories embedded will encourage fans to hunt down every corner of the city of Bandung.
Source: bandungreview.com
See also:
Sour Sally
Burger King
As a culinary paradise, Bandung also has places that sell ice cream is excellent and should be sampled. Let's find out a little review of some places that sell ice cream below.
1. Ice cream past
Nostalgia, classic and nuanced "old school" aka the past. These things are the main attraction of Ice cream shops this. Most people come because of the sensation of nostalgia seemed to be a time machine that brings us to travel into the past. Ice cream flavor - it was classic, made from original recipes taste and mainland European ancestors have handed down, make these places famous. Visit PT. Pain in Tamblong Road, Source Cuisine and Braga Permai in Jalan Braga, Milan Cafe located at Jalan Student Warriors, and I Scream For Ice Cream at Jl. Hariangbanga (near Jl. Taman Sari). Invite also papa-mama-oma and opa for reunited to the heyday here first. Vintage style was fine so additional attributes Ice cream culinary tour of this old school.
2. Ice cream breakthrough
In contrast to the previous ice-cream, Ice cream that was served was an innovation with creative ideas that have never thought about before. One of the places that serve ice cream strange and unique that can only be found at Flower City is Sub7ero Frozen, which is located on Jl. Middle Saturn, complex Margahayu Permai Bandung. The unusual flavors, like cheddar cheese is salty and spicy black pepper, a mainstay of successful ice cream business spread by word of mouth is. One other unique creations is the fried ice cream. It sounds strange because his name is so contradictory. However, these snacks are actually a presentation Ice cream clamped between fried bread. Crispy and refreshes, plus a sprinkling of nuts and chocolate sauce that makes it more kick. Visit Tomato Cafe on Jl. Ir. H. Djuanda near Terminal Dago to mengulik special flavor of this fried ice cream.
3. Traditional Ice Cream
Ice Cream Indonesian special, and rather typical of Bandung. One example of this traditional ice cream is ice lolly (or there is also a call for making ice shake rocked in the wagon). Candles are popular ice can be purchased at Jl. Cimandiri and Jl. Lengkong Large. No less delicious flavor with a modern ice cream, along with cheap prices and the memories embedded will encourage fans to hunt down every corner of the city of Bandung.
Source: bandungreview.com
See also:
Sour Sally
Burger King
Senin, 15 November 2010
3 Dim Sum yumm
Yore Dim Sum is served only for tea in the morning until noon. Even the presentation is limited until around 15.00. But in its development, dim sum can be enjoyed anytime.
This reality also makes Lea Naomi Naomi Risamasu or often greeted Molukas ventured to make dim sum shops with names 3 Dim Sum. Store is made with a colleague Anga Kusuma Wijaya at Mid-point region, Senayan, Jakarta Selatan.Persiapan uncuk open his place of business is indeed quite short. Only within a month he prepares everything. Moreover, the selection of the place began when he used to hang out in the region. At that time he saw the place was always a lot of people who come just to chat and drink
"Finally I saw there was one empty counter and I make a food business whose goal as a friend to chat they are hanging out," ucapnya.Untuk all ingredients dim sum. according Naomi, his cooperation with the supplier. He took all the material that has become to sell. Supplier partners are taken as coming from the region of Jakarta Kedoya Barat.Naomi added, this effort was simply an additional course. But it is possible with time he hopes his business will flourish and have cabang.Setidaknya there are 16 menu offered at her bar which is still relatively simple. Although simple Naomi believes strongly in this place a lot of people ogled.
Moreover, the target of people who come just hanging out or meeting in the place. "If the meeting or hanging out usually does not require a heavy meal. So I offer a snack or a delicious light menu," ungkapnya.Kedai 3Dim Sum does not provide much seating . Nevertheless six employees have professional skills in presenting and serve dim sum. Proven although not open no more than two weeks. customers who come already fairly decent. Every day the store is able to sell no less than 20 servings? existing items.
Upon the success of this effort is not just simply a very strategic factor. But it's also relatively affordable price offered. For all the servings on offer priced at Rpl2.000. All these can be said halal menu and it was very tasty. Store itself began to open from 13.00 until 24.00.Selain serve direct buyers who directly enjoy the place. Store 3Dim Sum also serve the order among the forms of catering. (Bataviase.co.id)
See also:
Burger King
Sour Sally
This reality also makes Lea Naomi Naomi Risamasu or often greeted Molukas ventured to make dim sum shops with names 3 Dim Sum. Store is made with a colleague Anga Kusuma Wijaya at Mid-point region, Senayan, Jakarta Selatan.Persiapan uncuk open his place of business is indeed quite short. Only within a month he prepares everything. Moreover, the selection of the place began when he used to hang out in the region. At that time he saw the place was always a lot of people who come just to chat and drink
"Finally I saw there was one empty counter and I make a food business whose goal as a friend to chat they are hanging out," ucapnya.Untuk all ingredients dim sum. according Naomi, his cooperation with the supplier. He took all the material that has become to sell. Supplier partners are taken as coming from the region of Jakarta Kedoya Barat.Naomi added, this effort was simply an additional course. But it is possible with time he hopes his business will flourish and have cabang.Setidaknya there are 16 menu offered at her bar which is still relatively simple. Although simple Naomi believes strongly in this place a lot of people ogled.
Moreover, the target of people who come just hanging out or meeting in the place. "If the meeting or hanging out usually does not require a heavy meal. So I offer a snack or a delicious light menu," ungkapnya.Kedai 3Dim Sum does not provide much seating . Nevertheless six employees have professional skills in presenting and serve dim sum. Proven although not open no more than two weeks. customers who come already fairly decent. Every day the store is able to sell no less than 20 servings? existing items.
Upon the success of this effort is not just simply a very strategic factor. But it's also relatively affordable price offered. For all the servings on offer priced at Rpl2.000. All these can be said halal menu and it was very tasty. Store itself began to open from 13.00 until 24.00.Selain serve direct buyers who directly enjoy the place. Store 3Dim Sum also serve the order among the forms of catering. (Bataviase.co.id)
See also:
Burger King
Sour Sally
Minggu, 14 November 2010
Maki Sushi? Yumm
Maki refers to any type of Sushi which is made in a roll with Sushi rice, toasted seaweed nori, and various fillings. The word maki means “roll,” and most people who have eaten Sushi have consumed maki in some form or another. Some forms of maki, such as uramaki, are complex, requiring the attention of a skilled chef. Others such as temaki are very easy to make, and frequently eaten at home and at social gatherings.
Maki Sushi comes in several varieties, depending on how thick the roll is and how the roll is constructed. The most common form is hosomaki, or thin rolls. Thin rolls are made by making a small strip of Sushi rice and one or two ingredients along one edge of a sheet of nori and then rolling it up tightly to form a slender roll. Hosomaki is cut into small pieces before serving, and is usually served on a platter with several other types of Sushi for contrast. Common hosomaki types include cucumber rolls, carrot rolls, and tuna rolls.
Thicker maki is called futomaki, which means “fat roll.” Futomaki is usually made with multiple ingredients, and can be as much as one and one half inches (four centimeters) in diameter. Futomaki is often made vegetarian, and commonly includes ingredients like sprouts, fried eggs, and daikon radish. Usually futomaki is cut before it is served, although it is also served in the form of whole rolls at some traditional festivals.
Uramaki is an inside out roll, meaning that the Sushi rice is on the outside. Uramaki is made by layering a piece of nori with Sushi rice and then flipping it over to line the bottom edge of the other side with ingredients. Then the maki is rolled up, and usually dipped in garnishes like fish roe or sesame seeds. Uramaki is actually more common outside of Japan, and includes famous Sushi such as California and Philadelphia rolls. (wise geek)
See also:
Burger King
Steak
Jumat, 12 November 2010
Soto Campur Kuah Lorjuk
Jika Anda penggemar berat Soto, tak ada salahnya mencicipi hidangan yang satu ini. Soto campur lorjuk, Soto yang dicampur dengan kerang pisau yang banyak terdapat diwilayah Pesisir Pemekasan, Madura. Rasanya dijamin gurih dan sedap.
Tidak jauh berbeda dengan Soto pada umumnya, Soto lorjuk juga diberi irisan lontong, bihun, keripik tete dan taburan bawang goreng. Yang membedakan Soto campur lorjuk dengan Soto lainnya hanya pada kuahnya, yakni kuah lorjuk yang gurih karena disajikan bersama lorjuk sejenis kerang pisau yang biasanya hidup dipasir pantai.
Nanang Sofyanto salah seorang penikmat Soto lorjuk mengatakan, rasa Soto lorjuk berbeda dengan Soto lainnya. Karena ada campuran lorjuk serta kuah lorjuk sehingga Soto terasa gurih.
Hanifah penjual Soto campur lorjuk mengatakan, Soto campur lorjuk sangat diminati warga. Setiap hari tidak kurang dari 50 piring Soto dijualnya. Hanifah mengaku mendapatkan bahan baku lorjuk atau kerang pisau dari para nelayan di Pesisir Pantai Bundar Pamekasan.
Bagi Anda penggemar Soto, mungkin tidak ada salahnya bila berkunjung ke Pamekasan Anda bisa mencoba kenikmatan Soto campur lorjuk di Jalan Asem Manis kota Pamekasan. Terlebih lagi dengan hanya uang 4 ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati gurihnya kuah Soto lorjuk. (Ahmad Baehaqi/Dv/Ijs - Indosiar)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Tidak jauh berbeda dengan Soto pada umumnya, Soto lorjuk juga diberi irisan lontong, bihun, keripik tete dan taburan bawang goreng. Yang membedakan Soto campur lorjuk dengan Soto lainnya hanya pada kuahnya, yakni kuah lorjuk yang gurih karena disajikan bersama lorjuk sejenis kerang pisau yang biasanya hidup dipasir pantai.
Nanang Sofyanto salah seorang penikmat Soto lorjuk mengatakan, rasa Soto lorjuk berbeda dengan Soto lainnya. Karena ada campuran lorjuk serta kuah lorjuk sehingga Soto terasa gurih.
Hanifah penjual Soto campur lorjuk mengatakan, Soto campur lorjuk sangat diminati warga. Setiap hari tidak kurang dari 50 piring Soto dijualnya. Hanifah mengaku mendapatkan bahan baku lorjuk atau kerang pisau dari para nelayan di Pesisir Pantai Bundar Pamekasan.
Bagi Anda penggemar Soto, mungkin tidak ada salahnya bila berkunjung ke Pamekasan Anda bisa mencoba kenikmatan Soto campur lorjuk di Jalan Asem Manis kota Pamekasan. Terlebih lagi dengan hanya uang 4 ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati gurihnya kuah Soto lorjuk. (Ahmad Baehaqi/Dv/Ijs - Indosiar)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Rabu, 10 November 2010
Way to make Sushi Rice
The key to all types of Sushi is the Sushi rice. There are a lot of ways to make Sushi rice, and most of them will end up pretty much the same. Here's the method I use. rice vinegar for Sushi.
Begin by rinsing the rice. You used to have to rinse rice to remove talc that used to be used to coat rice. Now rice is coated with a cereal starch instead, so this isn't strictly necessary, but I find I get better results when I rinse my rice. If I don't, the rice doesn't end up as sticky as it should be. The method I use to rinse my rice is simple, I measure out how much rice I'll be using, usually 2 cups, into the bowl to my rice cooker, then I fill it halfway with water, swish it around, and slowly let the water drain out. I repeat this until the water is fairly clear.
The ratio of rice to water I use is 1:1. When I make rice at home, I usually cook 2 cups of rice with 2 cups of water. If you can, let your rice and water sit for about 20-30 minutes before you cook it. Once again, this is not necessary, but I find I get better results this way. I then cook my rice in my rice cooker. If you don't have a rice cooker, a saucepan with a good lid will work just fine. If you're doing it that way, follow these steps:
* Bring rice and water to a boil
* Reduce heat to a simmer
* Cover rice and water, allow to cook for 10 minutes
* Turn off heat and allow rice to steam for 20 minute
Whichever method you use to cook your rice, while it is cooking, make up your Sushi vinegar. The ingredients and ratios I use per 2 cups of uncooked rice
* 1/4 cup rice vinegar
* 2 tablespoons of sugar
* 1 teaspoon of salt
Combine these ingredients in a small saucepan and heat them until the salt and sugar are dissolved. The idea behind the sugar is to cause the tartness of the vinegar to be lessened, while the salt is to bring out the flavor of the vinegar while cutting the sweetness a bit. I've dissolved the ingredients in a microwave and never had any problems, but your mileage may vary. Whichever method you use, once your rice is cooked, place your rice in a large flat bowl or rice cooling bowl. I use a large pyrex casserole dish. Evenly sprinkle your Sushi vinegar mix over your rice, and using a wooden spoon or spatula, mix the rice and vinegar well.Try to avoid using metal, as it will change the flavor of the rice. Be careful not to break the kernels of the rice or to flatten the rice or it won't have the same look and feel to it. Once it's well mixed, using a fan or a plate, fan the rice down to room temperature. By doing this, the rice will have the right glossy look while still being nice and sticky. If you don't fan it, the rice's hull won't remain intact as well and kernels will break when you use it. At this point, your rice is ready to use. (i make sushi)
See also :
Hanamasa
Burger King
Begin by rinsing the rice. You used to have to rinse rice to remove talc that used to be used to coat rice. Now rice is coated with a cereal starch instead, so this isn't strictly necessary, but I find I get better results when I rinse my rice. If I don't, the rice doesn't end up as sticky as it should be. The method I use to rinse my rice is simple, I measure out how much rice I'll be using, usually 2 cups, into the bowl to my rice cooker, then I fill it halfway with water, swish it around, and slowly let the water drain out. I repeat this until the water is fairly clear.
The ratio of rice to water I use is 1:1. When I make rice at home, I usually cook 2 cups of rice with 2 cups of water. If you can, let your rice and water sit for about 20-30 minutes before you cook it. Once again, this is not necessary, but I find I get better results this way. I then cook my rice in my rice cooker. If you don't have a rice cooker, a saucepan with a good lid will work just fine. If you're doing it that way, follow these steps:
* Bring rice and water to a boil
* Reduce heat to a simmer
* Cover rice and water, allow to cook for 10 minutes
* Turn off heat and allow rice to steam for 20 minute
Whichever method you use to cook your rice, while it is cooking, make up your Sushi vinegar. The ingredients and ratios I use per 2 cups of uncooked rice
* 1/4 cup rice vinegar
* 2 tablespoons of sugar
* 1 teaspoon of salt
Combine these ingredients in a small saucepan and heat them until the salt and sugar are dissolved. The idea behind the sugar is to cause the tartness of the vinegar to be lessened, while the salt is to bring out the flavor of the vinegar while cutting the sweetness a bit. I've dissolved the ingredients in a microwave and never had any problems, but your mileage may vary. Whichever method you use, once your rice is cooked, place your rice in a large flat bowl or rice cooling bowl. I use a large pyrex casserole dish. Evenly sprinkle your Sushi vinegar mix over your rice, and using a wooden spoon or spatula, mix the rice and vinegar well.Try to avoid using metal, as it will change the flavor of the rice. Be careful not to break the kernels of the rice or to flatten the rice or it won't have the same look and feel to it. Once it's well mixed, using a fan or a plate, fan the rice down to room temperature. By doing this, the rice will have the right glossy look while still being nice and sticky. If you don't fan it, the rice's hull won't remain intact as well and kernels will break when you use it. At this point, your rice is ready to use. (i make sushi)
See also :
Hanamasa
Burger King
Selasa, 09 November 2010
Dim Sum, Yummy Chinese Cuisine
Do not be admitted fans of Chinese cuisine is not known if the Bamboo Curtain country snacks served in small bamboo tenong this. Chinese snack size is matched with a tiny container. Each piece is enough to serving one meal. That is the Dim Sum.
Tracing the historical development of Dim Sum, Chinese-style snack is originally a light meal eaten while drinking tea. Usually eaten at breakfast and tea in the afternoon. Dim Sum is known originated and flourished in southern mainland China. "Dim Sum means snacks. The mention comes from the Dim Sum Chinese dialect Cantonese, "says Christopher, manager of Diamond Restaurant.
Because intended as a light meal in the morning and evening, serving Dim Sum deliberately mini, to be more practical. Selection of the presentation with a small bamboo tenong was deliberately chosen because it was considered more practical for the preparation. Sufficiently warmed briefly, then was ready to eat Dim Sum.
Perhaps, in his home country, variations Dim Sum menu is very diverse, the number could reach thousands of species. "Each region has a Dim Sum menu respectively. Plus, some new menu created by the chefs. Number of Dim Sum menu is now probably have reached thousands of species, "Christopher appraiser.
Dim Sum menu is dominated by foods that are steamed, but there is also a Dim Sum menu is fried and baked, although fewer variations. That seems to be mandatory pengudap Dim Sum menu, among others hakau namely shrimp meat wrapped in skin intact hakau nodes, also dumplings or kaica contents chicken, mushrooms, baby corn and shrimp covered with a skin out.
For Dim Sum menu is fried, there are variations of spring rolls or calamari rambutan. While the Dim Sum menu of the most famous roast is tar egg, shaped like a pie with sweet dough of eggs in the middle. "Basically, Dim Sum is a healthy food because most of the Dim Sum menu processed by steaming," said Deasy Christina from Orient International Restaurant. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)
See also:
Burger King
Sate
Tracing the historical development of Dim Sum, Chinese-style snack is originally a light meal eaten while drinking tea. Usually eaten at breakfast and tea in the afternoon. Dim Sum is known originated and flourished in southern mainland China. "Dim Sum means snacks. The mention comes from the Dim Sum Chinese dialect Cantonese, "says Christopher, manager of Diamond Restaurant.
Because intended as a light meal in the morning and evening, serving Dim Sum deliberately mini, to be more practical. Selection of the presentation with a small bamboo tenong was deliberately chosen because it was considered more practical for the preparation. Sufficiently warmed briefly, then was ready to eat Dim Sum.
Perhaps, in his home country, variations Dim Sum menu is very diverse, the number could reach thousands of species. "Each region has a Dim Sum menu respectively. Plus, some new menu created by the chefs. Number of Dim Sum menu is now probably have reached thousands of species, "Christopher appraiser.
Dim Sum menu is dominated by foods that are steamed, but there is also a Dim Sum menu is fried and baked, although fewer variations. That seems to be mandatory pengudap Dim Sum menu, among others hakau namely shrimp meat wrapped in skin intact hakau nodes, also dumplings or kaica contents chicken, mushrooms, baby corn and shrimp covered with a skin out.
For Dim Sum menu is fried, there are variations of spring rolls or calamari rambutan. While the Dim Sum menu of the most famous roast is tar egg, shaped like a pie with sweet dough of eggs in the middle. "Basically, Dim Sum is a healthy food because most of the Dim Sum menu processed by steaming," said Deasy Christina from Orient International Restaurant. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)
See also:
Burger King
Sate
Senin, 08 November 2010
Burger King Buka di Emporium
Berangkat dari banyaknya konsumen setia, membuat Burger King ingin semakin dekat dengan para pelanggannya. Hal itu dibuktikan dengan dibukanya sebuah gerai baru yang bertempat di Lantai Dasar Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara.
Burger King Buka di Emporium Pluit MallMenempati lahan seluas 340m2, gerai ini beroperasi setiap hari mulai dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Namun untuk hari Jumat dan Sabtu, restoran ini buka hingga pukul 01.00 Wib, karena ada area outdoor yang memudahkan akses.
"Saat Emporium tutup, kami tetap punya akses masuk ke Burger King dari luar. Sehingga para konsumen masih bisa hangout tanpa memusingkan akses keluar," terang Vikram Noronha, General Manager Marketing Burger King Indonesia.
Restoran Burger King di Emporium Pluit Mall ini masih menawarkan Whopper, produk 'ikok' yang sangat terkenal. Tetap berpegang pada konsep 'Have It your Way', menu lokal telah diadaptasi untuk menyesuaikan dengan rasa lokal.
Burger King Indonesia menawarkan 'Black Pepper Whopper', yang kini menjadi menu favorit. Namun begitu, banyak menu yang disesuaikan dengan rasa lokal, termasuk 'BK Singles Black Pepper' dan 'BK Chick' n Crips'. Beberapa produk ini tersedia dalam ukuran double, yakni burger dengan dua lapisan daging di dalamnya.
Selain itu, penggemar 'BK Mushroom Swiss' kini dapat terpuaskan karena BK Singles dan BK Doubles Mushroom Swiss sudah ada di seluruh restora-restoran Burger King.
"Orang-orang Indonesia suka Burger King, makanya kita buka gerai yang ke sembilan. Lagipula burger dibuat setelah dipesan, bukan burger yang sudah jadi. Hanya dalam waktu tiga menit, konsumen sudah bisa menikmatinya. Itu sebabnya pula kami bisa memenuhi permintaan rasa sesuai setelah karena kami membuatnya setelah dipesan," tutup Vikram. (Astaga!)
Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally
Burger King Buka di Emporium Pluit MallMenempati lahan seluas 340m2, gerai ini beroperasi setiap hari mulai dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Namun untuk hari Jumat dan Sabtu, restoran ini buka hingga pukul 01.00 Wib, karena ada area outdoor yang memudahkan akses.
"Saat Emporium tutup, kami tetap punya akses masuk ke Burger King dari luar. Sehingga para konsumen masih bisa hangout tanpa memusingkan akses keluar," terang Vikram Noronha, General Manager Marketing Burger King Indonesia.
Restoran Burger King di Emporium Pluit Mall ini masih menawarkan Whopper, produk 'ikok' yang sangat terkenal. Tetap berpegang pada konsep 'Have It your Way', menu lokal telah diadaptasi untuk menyesuaikan dengan rasa lokal.
Burger King Indonesia menawarkan 'Black Pepper Whopper', yang kini menjadi menu favorit. Namun begitu, banyak menu yang disesuaikan dengan rasa lokal, termasuk 'BK Singles Black Pepper' dan 'BK Chick' n Crips'. Beberapa produk ini tersedia dalam ukuran double, yakni burger dengan dua lapisan daging di dalamnya.
Selain itu, penggemar 'BK Mushroom Swiss' kini dapat terpuaskan karena BK Singles dan BK Doubles Mushroom Swiss sudah ada di seluruh restora-restoran Burger King.
"Orang-orang Indonesia suka Burger King, makanya kita buka gerai yang ke sembilan. Lagipula burger dibuat setelah dipesan, bukan burger yang sudah jadi. Hanya dalam waktu tiga menit, konsumen sudah bisa menikmatinya. Itu sebabnya pula kami bisa memenuhi permintaan rasa sesuai setelah karena kami membuatnya setelah dipesan," tutup Vikram. (Astaga!)
Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally
Kamis, 04 November 2010
Get Sour Sally with your Yaris
The owners of the Toyota Yaris, who liked to be a culinary tour, now can go sour sally outlets. Promo is valid from 14 to 28 February 2010, will provide culinary satisfaction for the owners of the Toyota Yaris.
How much is not enough to make small purchases Sour Sally (small), will get a free enlarge the size of a medium (medium) during the promo and on-site activities.
Simply by showing genuine Toyota Yaris vehicle registration and provide a copy and photocopy of identity card (ID card, driving license, passport, student card). To purchase Sour Sally plain small, medium will be free to enlarge the plain. If the owner of the Toyota Yaris small combo buy Sour Sally, will be free to enlarge to a medium combo as well.
Each 1 (one) Toyota Yaris vehicle registration is only valid for 1 (one) time of purchase. Toyota Yaris vehicle registration that has been used in Sour Sally outlets that participated in this activity, also can be used on other outlets Sour Sally who participated on the same day. Moreover promo is valid in all branches Sour Sally spread in Jakarta (Orchid Garden Mall, Grand Indonesia, Pacific Place), Bandung (Paris Van Java, Bandung Supermall), and Surabaya (Tunjungan Plaza 3, galaxy Mall) and Denpasar (Bali Mall Galeria, Discovery Shopping Mall).
Even if the owner of the Toyota Yaris which comes to the Sour Sally does not carry a copy of vehicle registration Toyota Yaris, can still get this promo with the Toyota Yaris recording vehicle registration numbers and other important information, namely: name, residential address, identity number (ID card, driving license, passport, cards student) from the Toyota Yaris vehicle registration owner. The name listed on the Toyota Yaris vehicle registration it may be different from the name listed on the identity card. (Toyota.co.id)
See also:
Steak
Burger King
How much is not enough to make small purchases Sour Sally (small), will get a free enlarge the size of a medium (medium) during the promo and on-site activities.
Simply by showing genuine Toyota Yaris vehicle registration and provide a copy and photocopy of identity card (ID card, driving license, passport, student card). To purchase Sour Sally plain small, medium will be free to enlarge the plain. If the owner of the Toyota Yaris small combo buy Sour Sally, will be free to enlarge to a medium combo as well.
Each 1 (one) Toyota Yaris vehicle registration is only valid for 1 (one) time of purchase. Toyota Yaris vehicle registration that has been used in Sour Sally outlets that participated in this activity, also can be used on other outlets Sour Sally who participated on the same day. Moreover promo is valid in all branches Sour Sally spread in Jakarta (Orchid Garden Mall, Grand Indonesia, Pacific Place), Bandung (Paris Van Java, Bandung Supermall), and Surabaya (Tunjungan Plaza 3, galaxy Mall) and Denpasar (Bali Mall Galeria, Discovery Shopping Mall).
Even if the owner of the Toyota Yaris which comes to the Sour Sally does not carry a copy of vehicle registration Toyota Yaris, can still get this promo with the Toyota Yaris recording vehicle registration numbers and other important information, namely: name, residential address, identity number (ID card, driving license, passport, cards student) from the Toyota Yaris vehicle registration owner. The name listed on the Toyota Yaris vehicle registration it may be different from the name listed on the identity card. (Toyota.co.id)
See also:
Steak
Burger King
Rabu, 03 November 2010
Enaknya Makan Sushi
Jepang adalah negara yang terdiri dari beberapa pulau yang dikelilingi lautan yang kaya akan plankton karena pertemuan antara arus panas dan arus dingin. Perairan Jepang kaya akan hasil laut. Adapun topografinya adalah pegunungan yang telah dibentuk untuk lahan pertanian. Jepang selalu mengambil bahan pangan dari hasil pertanian dan hasil lautnya. Seni memasaknya menekankan apa yang alamnya sediakan. Sushi, yang merupakan kombinasi ikan mentah dan nasi yang dibumbui, merupakan makanan yang eksotis bagi orang asing, adalah makanan sehari-hari penduduk Jepang.
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan di-press antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke-18, chef bernama Yoke memopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah.
Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang diletakkan di atas nasi sushi yang juga disebut nigiri sushi. (sinar harapan - Toar Christoper)
Lihat juga :
Burger King
Sour Sally
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan di-press antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke-18, chef bernama Yoke memopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah.
Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang diletakkan di atas nasi sushi yang juga disebut nigiri sushi. (sinar harapan - Toar Christoper)
Lihat juga :
Burger King
Sour Sally
History of Sushi Rolls
Sushi Rolls History - As early as 500 B.C. , people living in the mountains of southeast Asia wrapped fish in rice as a means of pickling and fermenting. In Japan, alternating layers of carp and rice were placed in a covered jar and left for up to a year. During this time, the fermenting rice produced lactic acid, thus pickling the fish. When the jar was opened, the carp was eaten, but the rice was discarded.
A Japanese legend holds that a kindly husband and wife placed rice in an osprey nest. When they later checked on the bird, they found a fish nestled in the rice, which they took as a token of the bird's appreciation. As they ate the thank-you gift, they noted that the fermented rice had imparted a distinctive taste to the fish.
In the seventeenth century, the people of culinary-rich Edo (now Tokyo) began the practice of adding vinegar to the rice so that it would ferment in just a few days. Before long, sushi shops were popular sites on the streets of Tokyo. One of the earliest, Sas Maki Kenukesushi, opened in 1702 and was still in business at the turn of the twentieth century.
Although the Japanese have eaten seaweed, or nori, since the eighth century, it was not until the late seventeenth century that it was regularly cultivated in inlets and estuaries up and down that nation's coasts. The nori was harvested in December and January when it had reached its maturity. It was not an easy task because the nori disappeared during the summer months.
In the 1940s, a British scientist named Kathleen Drew-Baker began to investigate what happened to nori spores in the summer. Drew's studies were published in a paper in 1949, which concluded that nori spores burrow into the pores and crevices of seashells, where they grow into pink thread-like organisms. When the weather turns cold, the organisms detach themselves and then adhere to other surfaces where they grow to maturity.
After Drew's conclusions were published, the Japanese quickly developed a cultivating system and nori production increased ten-fold from 1950 to 1980. In 1963, nori farmers erected a bronze statue in Drew's honor overlooking the Bay of Shimbara. On April 14 of every year, a ceremony is enacted in which Drew's cap and gown are placed on the statue, a Union Jack is raised, and farmers placed a tribute of nori from the current crop at the statue's feet. (MadeHow)
See also:
Burger King
Hanamasa
A Japanese legend holds that a kindly husband and wife placed rice in an osprey nest. When they later checked on the bird, they found a fish nestled in the rice, which they took as a token of the bird's appreciation. As they ate the thank-you gift, they noted that the fermented rice had imparted a distinctive taste to the fish.
In the seventeenth century, the people of culinary-rich Edo (now Tokyo) began the practice of adding vinegar to the rice so that it would ferment in just a few days. Before long, sushi shops were popular sites on the streets of Tokyo. One of the earliest, Sas Maki Kenukesushi, opened in 1702 and was still in business at the turn of the twentieth century.
Although the Japanese have eaten seaweed, or nori, since the eighth century, it was not until the late seventeenth century that it was regularly cultivated in inlets and estuaries up and down that nation's coasts. The nori was harvested in December and January when it had reached its maturity. It was not an easy task because the nori disappeared during the summer months.
In the 1940s, a British scientist named Kathleen Drew-Baker began to investigate what happened to nori spores in the summer. Drew's studies were published in a paper in 1949, which concluded that nori spores burrow into the pores and crevices of seashells, where they grow into pink thread-like organisms. When the weather turns cold, the organisms detach themselves and then adhere to other surfaces where they grow to maturity.
After Drew's conclusions were published, the Japanese quickly developed a cultivating system and nori production increased ten-fold from 1950 to 1980. In 1963, nori farmers erected a bronze statue in Drew's honor overlooking the Bay of Shimbara. On April 14 of every year, a ceremony is enacted in which Drew's cap and gown are placed on the statue, a Union Jack is raised, and farmers placed a tribute of nori from the current crop at the statue's feet. (MadeHow)
See also:
Burger King
Hanamasa
Selasa, 02 November 2010
all you can eat dim sum
Satu lg tempat yg perlu di samperin, nama tempatnya "Bamboo Dim Sum" yg terletak di kelapa gading..di jalan kelapa kopyor. Mungkin ini tempat agak susah buat di ketemukan soalnya doi terletak agak masuk ke dalam perumahan jadi klo mau mampir mendingan tanya" dulu aja biar ga kesesat.
OK...back to this restaurant, dr segi placenya itu tempatnya sih cukup enak. Si bamboo dimsum ini buka tayangnya sehari 2 kali loh.
Nahh..klo dari segi mkanannya tuh cihuyy bnr dah dimsumnya itu ada beberapa yg bikin ketagihan ada jg yg bikin mulut ga bernafsu buat kunyah, yg pasti makanan favorit gw tuh yg makanan penutupnya yaitu pisang goreng tepung saos sirup, hhmmmm...mantab rasanya.
overall...dgn mengerluarkan kocek dompet sebesar 47ribu perut lo bisa jebol karena kekenyangan makan terus" disini soalnya sistem disini "ALL YOU CAN EAT" cuyy..hehe (id.openrice.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Burger King
OK...back to this restaurant, dr segi placenya itu tempatnya sih cukup enak. Si bamboo dimsum ini buka tayangnya sehari 2 kali loh.
Nahh..klo dari segi mkanannya tuh cihuyy bnr dah dimsumnya itu ada beberapa yg bikin ketagihan ada jg yg bikin mulut ga bernafsu buat kunyah, yg pasti makanan favorit gw tuh yg makanan penutupnya yaitu pisang goreng tepung saos sirup, hhmmmm...mantab rasanya.
overall...dgn mengerluarkan kocek dompet sebesar 47ribu perut lo bisa jebol karena kekenyangan makan terus" disini soalnya sistem disini "ALL YOU CAN EAT" cuyy..hehe (id.openrice.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Burger King
Minggu, 31 Oktober 2010
sate kelinci dan teh tubruk
Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni Sate kelinci.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan sate kelinci.
Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan.
Hampir sama dengan hidangan sate pada umumnya, hanya saja pada sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan sate kelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.
"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.
Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi sate kelinci, yakni menikmati sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.
Satu porsi sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk sate.
Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.
"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni sate kelinci. Menurut saya, daging sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.
Menurutnya, sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini.(antara - jawa timur)
Lihat juga : Hanamasa, Burger King
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan sate kelinci.
Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan.
Hampir sama dengan hidangan sate pada umumnya, hanya saja pada sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan sate kelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.
"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.
Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi sate kelinci, yakni menikmati sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.
Satu porsi sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk sate.
Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.
"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni sate kelinci. Menurut saya, daging sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.
Menurutnya, sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini.(antara - jawa timur)
Lihat juga : Hanamasa, Burger King
Jenis-Jenis Soto
Salah satu cara untuk mengetahui jenis-jenis soto adalah berdasarkan tempat asalnya. Banyak tempat atau daerah-daerah memiliki jenis soto nya masing-masing :
* Soto Betawi, terbuat dari daging sapi atau jeroan sapi, dimasak dalam susu sapi putih atau kaldu santan, dengan kentang goreng dan tomat.* Soto Bandung, soto daging sapi yang dicampur dengan potongan lobak.
* Soto Medan, ayam / babi / sapi / soto jeroan ditambah dengan santan dan disajikan dengan kentang perkedel. Potongan-potongan daging digoreng sebelum disajikan atau dicampur.
* Soto Padang, kaldu sapi soto dengan irisan daging sapi goreng, bihun (bihun beras), dan Kentang Perkedel (kentang tumbuk goreng).
* Soto Banjar, dibumbui dengan serai dan sambal panas asam, disertai dengan kue kentang.
* Soto Makassar atau coto Makassar, soto daging sapi dan jeroan direbus dalam air yang digunakan untuk mencuci beras, dengan kacang goreng.
* Soto Madura atau soto Sulung soto Ambengan /, dibuat dengan baik daging sapi, ayam atau jeroan, dalam kaldu transparan kekuningan.
* Soto Semarang, soto ayam yang dibumbui dengan kemiri dan sering dimakan dengan sate kerang (kerang pada tongkat)
* Soto Kudus, dibuat dengan daging kerbau karena tabu lokal konsumsi daging sapi.*Soto Lamongan, makanan jalanan yang populer di berbagai daerah metropolitan Indonesia, sebuah variasi dari soto Madura.
* Soto Pekalongan atau tauto Pekalongan, dibumbui dengan tauco.
* Banyumas soto atau sroto Banyumas atau sroto Sokaraja, dibuat khusus oleh sambal kacang tanah, biasanya dimakan dengan ketupat.
* Kediri soto, soto ayam yang diberi santan.
* Ambon soto terbuat dari ayam dan kaldu, rasa dan diwarnai dengan kunyit, jahe, lengkuas, bawang putih, serai, dan banyak rempah-rempah. Disajikan dengan nasi, taburan taoge, suwiran ayam, soun, daun seledri cincang, bawang merah goreng keemasan, kentang goreng, kecap manis, saus panas, dan kroket kentang kecil.
See also : burger king
* Soto Betawi, terbuat dari daging sapi atau jeroan sapi, dimasak dalam susu sapi putih atau kaldu santan, dengan kentang goreng dan tomat.* Soto Bandung, soto daging sapi yang dicampur dengan potongan lobak.
* Soto Medan, ayam / babi / sapi / soto jeroan ditambah dengan santan dan disajikan dengan kentang perkedel. Potongan-potongan daging digoreng sebelum disajikan atau dicampur.
* Soto Padang, kaldu sapi soto dengan irisan daging sapi goreng, bihun (bihun beras), dan Kentang Perkedel (kentang tumbuk goreng).
* Soto Banjar, dibumbui dengan serai dan sambal panas asam, disertai dengan kue kentang.
* Soto Makassar atau coto Makassar, soto daging sapi dan jeroan direbus dalam air yang digunakan untuk mencuci beras, dengan kacang goreng.
* Soto Madura atau soto Sulung soto Ambengan /, dibuat dengan baik daging sapi, ayam atau jeroan, dalam kaldu transparan kekuningan.
* Soto Semarang, soto ayam yang dibumbui dengan kemiri dan sering dimakan dengan sate kerang (kerang pada tongkat)
* Soto Kudus, dibuat dengan daging kerbau karena tabu lokal konsumsi daging sapi.*Soto Lamongan, makanan jalanan yang populer di berbagai daerah metropolitan Indonesia, sebuah variasi dari soto Madura.
* Soto Pekalongan atau tauto Pekalongan, dibumbui dengan tauco.
* Banyumas soto atau sroto Banyumas atau sroto Sokaraja, dibuat khusus oleh sambal kacang tanah, biasanya dimakan dengan ketupat.
* Kediri soto, soto ayam yang diberi santan.
* Ambon soto terbuat dari ayam dan kaldu, rasa dan diwarnai dengan kunyit, jahe, lengkuas, bawang putih, serai, dan banyak rempah-rempah. Disajikan dengan nasi, taburan taoge, suwiran ayam, soun, daun seledri cincang, bawang merah goreng keemasan, kentang goreng, kecap manis, saus panas, dan kroket kentang kecil.
See also : burger king
Langganan:
Komentar (Atom)
