Inilah menu rumahan ala Jepang: semangkuk nasi organik dan lauknya berupa hidangan okazu atau ikan laut semacam makarel, salmon, atau tuna yang dipanggang atau digoreng dengan bumbu saus miso, dashi, atau kecap Jepang.
Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.
Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.
"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.
Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.
"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.
Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.
Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.
Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.
Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.
Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.
Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Sushi Vs Sashimi
Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.
Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.
Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.
Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM
Sumber : tempointeraktif.com
Lihat juga:
Sate
Steak
Tampilkan postingan dengan label steak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label steak. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Tenderloin Steak dan Saus Mangga
Mungkin Tenderloin Steak biasa jadi menu andalan di restoran, cafe atau hotel. Biasanya tenderloin steak disajikan dengan saus barbeque, mushroom atau black pepper. Lalu bagaimana ya rasanya jika Tenderloin Steak disajikan dengan Mango Sauce atau Saus Mangga?
Sensasi rasa manis segar itulah sepertinya yang coba disuguhkan Hotel Savoy Homann dengan menu andalan terbarunya Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce.
"Sekarang kan lagi musim mangga, jadi kita memanfaatkan bahan yang sedang banyak tersedia untuk dikreasikan dalam menu yang ada," ujar Chef Yayan Suryana.
Mangga yang digunakan adalah jenis Mangga Arum Manis yang rasanya menurut Yayan bisa masuk kemanapun. "Mangga Arum Manis taste-nya masuk kemana saja," tuturnya.
Untuk membuat Manggo Sauce yang segar itu, Yayan memblender Mangga lalu menambahkan krim dan susu kemudian dipanaskan sambil menambahkan butter. Ditambahkannya butter disebut Yayan untuk membuat saus lebih mengkilat dan menggoda lidah.
Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce ini disajikan bersama Vegetable Timbale, yang terdiri kentang, wortel dan brokoli yang telah dihancurkan dan diolah. Kemudian disusun dalam tumpukan sehingga hasilnya berwarna-warni.
"Biasanya teman steak itu kentang, kali ini diganti dengan Vegetable timbali dari beberap sayuran," jelas Yayan yang telah berpengalaman menjadi chef selama 32 tahun itu.
Satu porsi Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce terdiri dari sekitar 180 gram daging has dalam pilihan yang telah diolah dengan bumbu dan dipanggang di grill. Tak lupa, Rainbow Paprika dan Chesee Stick ikut mempercantik menu ini.
Main course seharga Rp 50.000 ini sangat cocok untuk menu dinner Anda. Selamat mencicipi sensasi rasa Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce!(tya/avi)
Sumber : Tya Eka Yulianti - detikBandung
Lihat juga:
Dim Sum
Sensasi rasa manis segar itulah sepertinya yang coba disuguhkan Hotel Savoy Homann dengan menu andalan terbarunya Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce.
"Sekarang kan lagi musim mangga, jadi kita memanfaatkan bahan yang sedang banyak tersedia untuk dikreasikan dalam menu yang ada," ujar Chef Yayan Suryana.
Mangga yang digunakan adalah jenis Mangga Arum Manis yang rasanya menurut Yayan bisa masuk kemanapun. "Mangga Arum Manis taste-nya masuk kemana saja," tuturnya.
Untuk membuat Manggo Sauce yang segar itu, Yayan memblender Mangga lalu menambahkan krim dan susu kemudian dipanaskan sambil menambahkan butter. Ditambahkannya butter disebut Yayan untuk membuat saus lebih mengkilat dan menggoda lidah.
Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce ini disajikan bersama Vegetable Timbale, yang terdiri kentang, wortel dan brokoli yang telah dihancurkan dan diolah. Kemudian disusun dalam tumpukan sehingga hasilnya berwarna-warni.
"Biasanya teman steak itu kentang, kali ini diganti dengan Vegetable timbali dari beberap sayuran," jelas Yayan yang telah berpengalaman menjadi chef selama 32 tahun itu.
Satu porsi Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce terdiri dari sekitar 180 gram daging has dalam pilihan yang telah diolah dengan bumbu dan dipanggang di grill. Tak lupa, Rainbow Paprika dan Chesee Stick ikut mempercantik menu ini.
Main course seharga Rp 50.000 ini sangat cocok untuk menu dinner Anda. Selamat mencicipi sensasi rasa Pan Grill Tenderloin Steak with Mango Sauce!(tya/avi)
Sumber : Tya Eka Yulianti - detikBandung
Lihat juga:
Dim Sum
Senin, 29 November 2010
Steak Tempe dengan Lada Hitam
Bahan Steak :
2 potongTempe
1 Tahu
Ayam giling (sesukanya)
2 butir bawang putih digerus
1 batang seledri dicincang
1/2 bungkus Masako rasa ayam
2 butir telur
6 butir cabe rawit (aslinya kurang sih cuma tambahin sendiri)
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Bahan Saus :
1 bawang Bombay cincang
1 sdm tepung terigu
150 ml air matang (jangan keliru air kali)
1 sdm merica (boleh hitam atau putih) gerus kasar
1/2 bungkus masako
1 sdm kecap manis (kalo bisa cap bango)
1 sdm saus tomat
gula secukupnya
Cara Olah :
Steak :
Hancurkan tempe dan tahu hingga lembut, kemudian masukkan bahan-bahan seperti ayam cincang, seledri cincang, bawang gerus, cabe rawit yang sudah dihancurkan, 1/2 bungkus masako, garam dan gula. Masukkan telur kocok hingga rata dan bahan menyatu.
Setelah itu goreng dengan margarin, dibentuk pipih menyerupai steak. Goreng hingga kuning kecoklatan.
Saus :
Tumis bawang bombay dan tepung hingga harum. Masukkan kecap, saus tomat, masako, gula dan lada gerus…dan masukkan pula airnya…aduk hingga rata dan mengental…
Bisa dimakan pake nasi, atau lontong, atau kentang dan sayuran rebus…
Selamat mencoba…
Sumber : cuek.wordpress.com
Lihat juga:
Dim Sum
2 potongTempe
1 Tahu
Ayam giling (sesukanya)
2 butir bawang putih digerus
1 batang seledri dicincang
1/2 bungkus Masako rasa ayam
2 butir telur
6 butir cabe rawit (aslinya kurang sih cuma tambahin sendiri)
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Bahan Saus :
1 bawang Bombay cincang
1 sdm tepung terigu
150 ml air matang (jangan keliru air kali)
1 sdm merica (boleh hitam atau putih) gerus kasar
1/2 bungkus masako
1 sdm kecap manis (kalo bisa cap bango)
1 sdm saus tomat
gula secukupnya
Cara Olah :
Steak :
Hancurkan tempe dan tahu hingga lembut, kemudian masukkan bahan-bahan seperti ayam cincang, seledri cincang, bawang gerus, cabe rawit yang sudah dihancurkan, 1/2 bungkus masako, garam dan gula. Masukkan telur kocok hingga rata dan bahan menyatu.
Setelah itu goreng dengan margarin, dibentuk pipih menyerupai steak. Goreng hingga kuning kecoklatan.
Saus :
Tumis bawang bombay dan tepung hingga harum. Masukkan kecap, saus tomat, masako, gula dan lada gerus…dan masukkan pula airnya…aduk hingga rata dan mengental…
Bisa dimakan pake nasi, atau lontong, atau kentang dan sayuran rebus…
Selamat mencoba…
Sumber : cuek.wordpress.com
Lihat juga:
Dim Sum
Minggu, 28 November 2010
Selling Chicken Sate and Goat Sate
There are a variety of Sate from various regions in Indonesia. Among others, satay chicken and mutton sate. Sate chicken and goat satay can be enjoyed with two kinds of spices, namely peanut sauce and seasoning sauce.
Sate chicken and lamb kebabs are usually sold with soup or curry goat, which is made by using a mixture of bone and meat goat that is not used as skewers.
Meat goats are used for satay is usually the thighs because the more tender, so much better. Processing of meat goats must be careful not hard to sate. Before baking, goat meat should be wrapped using papaya leaves to make it more tender. Young lamb is also more lenient than the old goat meat. The range of age of young goats goat sate is good for 3-5 months.
Sate Traders can sell on the main street near the market, offices, housing, or the area around campus. Usually between traders sate has a rule that for certain areas there is only one merchant. So, pay attention to the area around the location before deciding to sell at a place so as not to harm each other.
Equipment needed to run the business sate include carts, tents, tables, chairs, grill skewers, knife, and bamboo fan. Supplies eating a plate, cup, bowl (if selling soup or curry goat), spoons, and forks.
Tents can be made small or medium-sized depending on the size of the place and the level of crowd of visitors. Wood table can be made 1-2 pieces of fruit with 60-10 seats.
Business owners can drop their own hands or hire employees. Employees in the service of an order buyer or burn sate. Employees should be trained first so it knows how to burn sate meat maturity level as appropriate.
Promotion can be done by creating a banner that read kind of business that is placed around the tent or wagon. Banners can be equipped pictures or photographs of interest so that the sate can bring visitors. Continued promotion can be done by creating a brochure, especially if serving messages between (delivery order), serve the order and goat satay roll to akikah, weddings, and birthdays.
The price of a portion of goat sate Rp 10.000, - s / d Rp 12.000, -. One serving typically contains 10 sticks. The price of a share of less expensive chicken satay, which is Rp 8,000, - s / d Rp 10.000, - contains 10 sticks. Price does not include rice cake or rice. Rice cake and rice prices around Rp 2,000, - per serving. While the price of soup or curry goat around Rp 7,000, - per serving.
Sate business risk include many food vendors alike. The quality of offerings and pricing vary widely among merchants so that new players should be able to find a gap in order to compete.
Some tips and tricks sate business:
1. Maintaining the quality and taste way include a tasty marinade and the meat is tender (for goat sate). Soft goat sate indirectly to expand market share, because it began the children and adults can eat it easily.
2. Location is always bustling place of business potential as sate. The market share of food is so good at upper middle. The reason the price of one serving sate is considered quite expensive for some people. The location near the office, residential, street or shopping center is a strategic place of business a few examples of sate.
3. Cooperation with suppliers is also very important. At certain times such as religious holidays, the price of mutton increased because of demand. Cooperation with the abattoir or goat breeders will minimize the risk of shortages of raw materials or price increases that are too high.
Source: www.squidoo.com
See also:
Steak
Burger King
Sate chicken and lamb kebabs are usually sold with soup or curry goat, which is made by using a mixture of bone and meat goat that is not used as skewers.
Meat goats are used for satay is usually the thighs because the more tender, so much better. Processing of meat goats must be careful not hard to sate. Before baking, goat meat should be wrapped using papaya leaves to make it more tender. Young lamb is also more lenient than the old goat meat. The range of age of young goats goat sate is good for 3-5 months.
Sate Traders can sell on the main street near the market, offices, housing, or the area around campus. Usually between traders sate has a rule that for certain areas there is only one merchant. So, pay attention to the area around the location before deciding to sell at a place so as not to harm each other.
Equipment needed to run the business sate include carts, tents, tables, chairs, grill skewers, knife, and bamboo fan. Supplies eating a plate, cup, bowl (if selling soup or curry goat), spoons, and forks.
Tents can be made small or medium-sized depending on the size of the place and the level of crowd of visitors. Wood table can be made 1-2 pieces of fruit with 60-10 seats.
Business owners can drop their own hands or hire employees. Employees in the service of an order buyer or burn sate. Employees should be trained first so it knows how to burn sate meat maturity level as appropriate.
Promotion can be done by creating a banner that read kind of business that is placed around the tent or wagon. Banners can be equipped pictures or photographs of interest so that the sate can bring visitors. Continued promotion can be done by creating a brochure, especially if serving messages between (delivery order), serve the order and goat satay roll to akikah, weddings, and birthdays.
The price of a portion of goat sate Rp 10.000, - s / d Rp 12.000, -. One serving typically contains 10 sticks. The price of a share of less expensive chicken satay, which is Rp 8,000, - s / d Rp 10.000, - contains 10 sticks. Price does not include rice cake or rice. Rice cake and rice prices around Rp 2,000, - per serving. While the price of soup or curry goat around Rp 7,000, - per serving.
Sate business risk include many food vendors alike. The quality of offerings and pricing vary widely among merchants so that new players should be able to find a gap in order to compete.
Some tips and tricks sate business:
1. Maintaining the quality and taste way include a tasty marinade and the meat is tender (for goat sate). Soft goat sate indirectly to expand market share, because it began the children and adults can eat it easily.
2. Location is always bustling place of business potential as sate. The market share of food is so good at upper middle. The reason the price of one serving sate is considered quite expensive for some people. The location near the office, residential, street or shopping center is a strategic place of business a few examples of sate.
3. Cooperation with suppliers is also very important. At certain times such as religious holidays, the price of mutton increased because of demand. Cooperation with the abattoir or goat breeders will minimize the risk of shortages of raw materials or price increases that are too high.
Source: www.squidoo.com
See also:
Steak
Burger King
Kamis, 25 November 2010
Delicacies of Halal Dim Sum
Not to Hong Kong if it does not eat Dim Sum. So they say. Dim Sum, this flour-based foods, the dessert menu was originally derived from China's past kings. Generally, these foods are made from materials that are not kosher. Thus, Muslim tourists to be careful eating them. Dim Sum is a term in Cantonese, which means a snack. Typically, the Dim Sum as a menu for breakfast eaten before lunch or brunch. Food Dim Sum it was popular to the world from Hong Kong.
Dim Sum comprises a variety of small snacks that are usually enjoyed with tea. Activities to drink tea and eat Dim Sum in Hong Kong called yam cha. Yam cha own sense is actually drinking tea. But tea is usually equipped with a Dim Sum meal or snack cantons. Dim Sum is served in small baskets made of bamboo.
So if all Dim Sum in Hong Kong haram? Not really. There is a kosher one. The place is the Islamic Centre in Wan Chai. Here, we can enjoy the Dim Sum at a kosher restaurant, run by a Chinese Muslim. Biasaya, full of restaurants Dim Sum on Saturday and Sunday. Families in Hong Kong generally live separately between parents and their children. Yam cha became their arena to meet and bersilaturahim.
Source: Subroto - bataviase.co.id
See also:
Steak
Sate
Dim Sum comprises a variety of small snacks that are usually enjoyed with tea. Activities to drink tea and eat Dim Sum in Hong Kong called yam cha. Yam cha own sense is actually drinking tea. But tea is usually equipped with a Dim Sum meal or snack cantons. Dim Sum is served in small baskets made of bamboo.
So if all Dim Sum in Hong Kong haram? Not really. There is a kosher one. The place is the Islamic Centre in Wan Chai. Here, we can enjoy the Dim Sum at a kosher restaurant, run by a Chinese Muslim. Biasaya, full of restaurants Dim Sum on Saturday and Sunday. Families in Hong Kong generally live separately between parents and their children. Yam cha became their arena to meet and bersilaturahim.
Source: Subroto - bataviase.co.id
See also:
Steak
Sate
How To Make Yummy Chicken Steak
There are various kinds of Steak, ranging from beef to chicken. However, Steak Steak chicken became a popular type of Chinese food was introduced.
Material:
30 g chicken meat, sliced
4 tablespoons flour
Seasonings:
1 clove garlic, minced
2 tbsp tomato sauce
Soy sauce 1 tsp
Vinegar 1 tsp
½ teaspoon sugar
Salt and pepper to taste
Solution of sago flour ¼ cup (½ tbsp corn starch + water ¼ cup)
Complement:
1 piece of cucumber, sliced
1 piece of tomato, sliced
Leaf lettuce 5 pieces, clean the
1 piece of potato, sliced, fried, drained
1 piece of carrot, sliced, boiled, drained
Beans 5 pieces, waste fiber, boiled briefly, slice.
Method:
Season chicken with salt and pepper, sprinkle with flour. Fry until cooked, drain.
Mix all seasoning ingredients, heat.
Steak Place chicken on serving plates, flush with spice.
Serve with supplementary material.
Source: Chaerunnisa-Okezone/okefood
See also:
Dim Sum
Hanamasa
Material:
30 g chicken meat, sliced
4 tablespoons flour
Seasonings:
1 clove garlic, minced
2 tbsp tomato sauce
Soy sauce 1 tsp
Vinegar 1 tsp
½ teaspoon sugar
Salt and pepper to taste
Solution of sago flour ¼ cup (½ tbsp corn starch + water ¼ cup)
Complement:
1 piece of cucumber, sliced
1 piece of tomato, sliced
Leaf lettuce 5 pieces, clean the
1 piece of potato, sliced, fried, drained
1 piece of carrot, sliced, boiled, drained
Beans 5 pieces, waste fiber, boiled briefly, slice.
Method:
Season chicken with salt and pepper, sprinkle with flour. Fry until cooked, drain.
Mix all seasoning ingredients, heat.
Steak Place chicken on serving plates, flush with spice.
Serve with supplementary material.
Source: Chaerunnisa-Okezone/okefood
See also:
Dim Sum
Hanamasa
Senin, 22 November 2010
Let's Cook Steak
When demonstrating the technique for cooking a Steak, the chefs at Le Cordon Bleu hesitate to give students an exact cooking time because there are so many variables to consider. Obviously the thickness of the steak and the degree to which it is to be cooked (very rare, rare, medium, or well done) will have a considerable effect on the timing. The temperature of the meat before cooking (if you like your steak rare or medium rare it must be at room temperature before cooking), the presence of a bone, the method of cooking (sautéing, grilling or barbecuing), and the heat of the stove, grill, or coals will also affect the cooking time. The best way to test whether the meat is cooked is by touch and sight as well as by the clock: as a steak cooks, the meat becomes firmer and the interior colour lightens from a dark purple-red to pink. With experience you will be able to determine when all meats, poultry, and even fish are done, merely by touch.
Here are guidelines for cooking steaks to the desired degree: approximate times are given for 2-2.5 cm (3/4-1 inch) thick steaks.
VERY RARE (called bleu in French)
Sear both sides just until browned (about 1 minute each side) in very hot oil and butter. The steak will feel very soft when touched; the interior colour will not have changed from the purple-red colour of raw meat.
RARE (Saignant)
Sear fot 2 minutes each side and 1 minute on the edge in very hot oil and butter. The steak will still feel soft when touched; the interior colour will be red.
MEDIUM (à point)
Sear for 3 minutes each side and 1 minute on the edge in very hot oil and butter. The steak will offer resistance when touched; the interior colour will be pink, and pink juices will bead on the surface of the seared side of the steak when turned.
WELL DONE (bien cuit)
Sear both sides iust until browned (about 1 minute each side) and then cook for about 15 minutes in a 170 C (325 F) mark 3 oven. The steak will be very firm when touched; the interior colour will no longer be at all pink.
Source : ibiblio.org
See also :
Dim Sum
Wine
Here are guidelines for cooking steaks to the desired degree: approximate times are given for 2-2.5 cm (3/4-1 inch) thick steaks.
VERY RARE (called bleu in French)
Sear both sides just until browned (about 1 minute each side) in very hot oil and butter. The steak will feel very soft when touched; the interior colour will not have changed from the purple-red colour of raw meat.
RARE (Saignant)
Sear fot 2 minutes each side and 1 minute on the edge in very hot oil and butter. The steak will still feel soft when touched; the interior colour will be red.
MEDIUM (à point)
Sear for 3 minutes each side and 1 minute on the edge in very hot oil and butter. The steak will offer resistance when touched; the interior colour will be pink, and pink juices will bead on the surface of the seared side of the steak when turned.
WELL DONE (bien cuit)
Sear both sides iust until browned (about 1 minute each side) and then cook for about 15 minutes in a 170 C (325 F) mark 3 oven. The steak will be very firm when touched; the interior colour will no longer be at all pink.
Source : ibiblio.org
See also :
Dim Sum
Wine
Minggu, 21 November 2010
Ayo bikin Trio Dim Sum
Resep Trio Dim Sum:
Bahan isi :
* 250 gr daging ayam cincang
* 250 gr udang cincang
* 1 kaleng water chesnut cincang halus
* 1-2 telur
* 3 siung bawang putih cincang halus
* 3 sdm tepung tapioca
* 1 sdm kecap asin
* 3 batang daun bawang iris halus
* garam & merica secukupnya
* kaldu ayam bubuk secukupnya
Bahan Lainnya :
* Kulit pangsit
* Kembang tahu (rendam dengan air dingin hingga lemas)
* Udang kupas kulit, buang kepalanya dan tinggalkan ekornya
* Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat :
1. Campur bahan isi menjadi satu.
2.Untuk Siomay : taruh isi bahan kedalam kulit pangsit lalu bentuk seperti siomay.
3. Untuk Udang Goreng Isi : ambil bahan isi lalu bungkus udang yg sudah ditinggalkan ekornya.
4. Untuk Kembang Tahu Isi : ambil kulit kembang tahu yg sudah lemas lalu isi dg bahan isi, bentuk spt lumpia.
5. Siapkan panci kukusan biarkan air mendidih dulu, kemudian kukus Trio Dimsum tadi.
6. Setelah agak dingin, goreng Udang goreng Isi dan Kembang tahu isi .
7. Hidangkan Trio Dim Sum tadi panas-panas dengan sambal botol atau kecap asin.
Sumber : Ida Arman - sister.imsa.us
Lihat juga:
Steak
Sushi
Bahan isi :
* 250 gr daging ayam cincang
* 250 gr udang cincang
* 1 kaleng water chesnut cincang halus
* 1-2 telur
* 3 siung bawang putih cincang halus
* 3 sdm tepung tapioca
* 1 sdm kecap asin
* 3 batang daun bawang iris halus
* garam & merica secukupnya
* kaldu ayam bubuk secukupnya
Bahan Lainnya :
* Kulit pangsit
* Kembang tahu (rendam dengan air dingin hingga lemas)
* Udang kupas kulit, buang kepalanya dan tinggalkan ekornya
* Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat :
1. Campur bahan isi menjadi satu.
2.Untuk Siomay : taruh isi bahan kedalam kulit pangsit lalu bentuk seperti siomay.
3. Untuk Udang Goreng Isi : ambil bahan isi lalu bungkus udang yg sudah ditinggalkan ekornya.
4. Untuk Kembang Tahu Isi : ambil kulit kembang tahu yg sudah lemas lalu isi dg bahan isi, bentuk spt lumpia.
5. Siapkan panci kukusan biarkan air mendidih dulu, kemudian kukus Trio Dimsum tadi.
6. Setelah agak dingin, goreng Udang goreng Isi dan Kembang tahu isi .
7. Hidangkan Trio Dim Sum tadi panas-panas dengan sambal botol atau kecap asin.
Sumber : Ida Arman - sister.imsa.us
Lihat juga:
Steak
Sushi
Senin, 15 November 2010
Steak di Cowboy dan Koktail
Cowboys Steak & Koktail adalah salah satu steakhouses utama Praha, yang menyajikan hidangan dan anggur yang sangat baik baik di Kota Kecil bersejarah (Mala Strana) wilayah kota.
Cowboys terletak di ruang bawah tanah luas abad ke-17. pencahayaan Pintar dan cermin besar mengeluarkan kontur dalam terkena batu bata, sedangkan kulit dan kulit sapi pelapis menyediakan tempat duduk yang nyaman di lingkungan, rencana modern terbuka.
Cowboys fitur menu halus potongan daging didatangkan dari Uruguay, Brasil dan Amerika Serikat.
Starter termasuk udang windu, gurita panggang dan strip ayam renyah. Di antara makanan penutup yang cheesecake buatan sendiri baik Amerika dan fondants coklat.
Daftar anggur yang luas, dan mencakup sejumlah anggur internasional yang mahal. Meskipun, ada beberapa anggur Ceko lezat di ujung bawah juga. Apa pun yang Anda memesan harus baik - Cowboys memiliki pembeli anggur tersendiri.
Suasana di Cowboys adalah santai. Lagu-lagu latar belakang tetap rendah untuk memungkinkan percakapan. Ada juga sebuah bar cocktail di rumah, yang akan hidup di akhir pekan. Ini sangat ideal untuk minum sebelum atau setelah makan malam, dengan berbagai koktail dan tembakan untuk memilih dari.
Dari April sampai September tamu dapat bersantap di teras atap dipanaskan, yang menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari Praha. Hal ini membuat Cowboys berhenti baik untuk makan siang setelah kunjungan ke Prague Castle, atau untuk makan malam untuk mengagumi keindahan Praha sebagai gulungan senja dan lampu-lampu kota up. Untuk malam dingin, teras memiliki luas konservatori dipanaskan.
Cowboys merupakan restoran yang baik dan layak dikunjungi bahkan untuk mereka yang tidak tinggal di daerah Kota Kecil. Ini adalah sepuluh menit berjalan kaki dari Charles Bridge Facebook jalan Nerudova, ke arah Prague Castle.
Cowboys lebih dari Steakhouse. Menu ini bervariasi dan menarik bagi kelompok semua selera dan usia, untuk liburan dan untuk bisnis. Dalam bulan-bulan hangat teras atap menambahkan dimensi lain. Ini adalah tempat yang bagus untuk kelompok mendapatkan-bersama. Advance pemesanan sangat penting. (Pragueexperience.com)
Lihat juga:
Hanamasa
Soto
Cowboys terletak di ruang bawah tanah luas abad ke-17. pencahayaan Pintar dan cermin besar mengeluarkan kontur dalam terkena batu bata, sedangkan kulit dan kulit sapi pelapis menyediakan tempat duduk yang nyaman di lingkungan, rencana modern terbuka.
Cowboys fitur menu halus potongan daging didatangkan dari Uruguay, Brasil dan Amerika Serikat.
Starter termasuk udang windu, gurita panggang dan strip ayam renyah. Di antara makanan penutup yang cheesecake buatan sendiri baik Amerika dan fondants coklat.
Daftar anggur yang luas, dan mencakup sejumlah anggur internasional yang mahal. Meskipun, ada beberapa anggur Ceko lezat di ujung bawah juga. Apa pun yang Anda memesan harus baik - Cowboys memiliki pembeli anggur tersendiri.
Suasana di Cowboys adalah santai. Lagu-lagu latar belakang tetap rendah untuk memungkinkan percakapan. Ada juga sebuah bar cocktail di rumah, yang akan hidup di akhir pekan. Ini sangat ideal untuk minum sebelum atau setelah makan malam, dengan berbagai koktail dan tembakan untuk memilih dari.
Dari April sampai September tamu dapat bersantap di teras atap dipanaskan, yang menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari Praha. Hal ini membuat Cowboys berhenti baik untuk makan siang setelah kunjungan ke Prague Castle, atau untuk makan malam untuk mengagumi keindahan Praha sebagai gulungan senja dan lampu-lampu kota up. Untuk malam dingin, teras memiliki luas konservatori dipanaskan.
Cowboys merupakan restoran yang baik dan layak dikunjungi bahkan untuk mereka yang tidak tinggal di daerah Kota Kecil. Ini adalah sepuluh menit berjalan kaki dari Charles Bridge Facebook jalan Nerudova, ke arah Prague Castle.
Cowboys lebih dari Steakhouse. Menu ini bervariasi dan menarik bagi kelompok semua selera dan usia, untuk liburan dan untuk bisnis. Dalam bulan-bulan hangat teras atap menambahkan dimensi lain. Ini adalah tempat yang bagus untuk kelompok mendapatkan-bersama. Advance pemesanan sangat penting. (Pragueexperience.com)
Lihat juga:
Hanamasa
Soto
Minggu, 14 November 2010
Maki Sushi? Yumm
Maki refers to any type of Sushi which is made in a roll with Sushi rice, toasted seaweed nori, and various fillings. The word maki means “roll,” and most people who have eaten Sushi have consumed maki in some form or another. Some forms of maki, such as uramaki, are complex, requiring the attention of a skilled chef. Others such as temaki are very easy to make, and frequently eaten at home and at social gatherings.
Maki Sushi comes in several varieties, depending on how thick the roll is and how the roll is constructed. The most common form is hosomaki, or thin rolls. Thin rolls are made by making a small strip of Sushi rice and one or two ingredients along one edge of a sheet of nori and then rolling it up tightly to form a slender roll. Hosomaki is cut into small pieces before serving, and is usually served on a platter with several other types of Sushi for contrast. Common hosomaki types include cucumber rolls, carrot rolls, and tuna rolls.
Thicker maki is called futomaki, which means “fat roll.” Futomaki is usually made with multiple ingredients, and can be as much as one and one half inches (four centimeters) in diameter. Futomaki is often made vegetarian, and commonly includes ingredients like sprouts, fried eggs, and daikon radish. Usually futomaki is cut before it is served, although it is also served in the form of whole rolls at some traditional festivals.
Uramaki is an inside out roll, meaning that the Sushi rice is on the outside. Uramaki is made by layering a piece of nori with Sushi rice and then flipping it over to line the bottom edge of the other side with ingredients. Then the maki is rolled up, and usually dipped in garnishes like fish roe or sesame seeds. Uramaki is actually more common outside of Japan, and includes famous Sushi such as California and Philadelphia rolls. (wise geek)
See also:
Burger King
Steak
Kamis, 11 November 2010
Delicacy of Chicken Steak
Chicken-fried Steak (also known as pan-fried Steak, country-fried Steak or CFS) is a dish consisting of a piece of Steak (tenderized cube steak) coated with seasoned flour and pan-fried. It is associated with Southern U.S. cuisine and hospitality. Its name is likely due to chicken-fried Steak's similarity in preparation to fried chicken, though the dish is also similar to the classic Austrian dish Wiener Schnitzel (known in Latin American cuisine as milanesa), a tenderized veal or beef cutlet, coated with flour, eggs, and breadcrumbs and fried. It is similar to the recipe for Scottish collops. It is generally categorized as a comfort food.
The precise origins of the dish are unclear, but many sources attribute its development to German and Austrian immigrants to Texas in the nineteenth century who brought recipes for Wiener Schnitzel from Europe to the USA. Lamesa, the seat of Dawson County on the Texas South Plains, claims to be the birthplace of chicken-fried steak, as does Bandera, Texas' favorite son, John "White Gravy" Neutzling.
The Virginia Housewife, published in 1838 by Mary Randolph has a recipe for veal cutlets that is one of the earliest recipes for a food like chicken-fried steak. The recipe for what we now know as chicken-fried steak was included in many regional cookbooks by the late nineteenth century. The actual term "chicken-fried Steak" was probably developed in the 1930s. It is possible that the name change for this recipe was due to the war with Germany.
A 1943 American Cookbook recipe for Wiener Schnitzel includes a white salt and pepper cream gravy.
Chicken-fried steak is among numerous popular dishes which make up the official state meal of Oklahoma, added to the list in 1988. (en.wikipedia)
Lihat juga :
Hanamasa
Sushi
The precise origins of the dish are unclear, but many sources attribute its development to German and Austrian immigrants to Texas in the nineteenth century who brought recipes for Wiener Schnitzel from Europe to the USA. Lamesa, the seat of Dawson County on the Texas South Plains, claims to be the birthplace of chicken-fried steak, as does Bandera, Texas' favorite son, John "White Gravy" Neutzling.
The Virginia Housewife, published in 1838 by Mary Randolph has a recipe for veal cutlets that is one of the earliest recipes for a food like chicken-fried steak. The recipe for what we now know as chicken-fried steak was included in many regional cookbooks by the late nineteenth century. The actual term "chicken-fried Steak" was probably developed in the 1930s. It is possible that the name change for this recipe was due to the war with Germany.
A 1943 American Cookbook recipe for Wiener Schnitzel includes a white salt and pepper cream gravy.
Chicken-fried steak is among numerous popular dishes which make up the official state meal of Oklahoma, added to the list in 1988. (en.wikipedia)
Lihat juga :
Hanamasa
Sushi
Rabu, 10 November 2010
Dim Sum in Hongkong
As for the food part of the experience, the Dim Sum chefs' artistry and ingenuity is astounding, for some Dim Sum dishes seem to defy all the laws of physics and gravity. Even the standard shrimp dumpling—har gau—is a minor culinary miracle whereby a wafer-thin rice-flour wrapping cloaks a baby shrimp and some minced meat. The skin of rice-flour is so translucent that the ingredients can be clearly seen. Soup dumplings are another marvel of culinary engineering in which a portion of soup is magically sealed inside a gossamer skin, and steamed without a drop of leakage.
Although rice flour is a favorite wrapping for Dim Sum's tasty "small chow" snacks of mixed meats and vegetables, pure vegetable alternatives have enthusiastic fans, and not just among Buddhists and vegetarians. Try some of the beancurd rolls (chuk) to see why. Or experience the firm, flavor-filled pleasures of deep-fried taro vegetable puffs, woo kok.
Another favorite wrapping is the lotus leaf, particularly filled, as in ho yip fan, with steamed fried rice. Some meat Dim Sum are not hidden glories: see chiu ngau pak is a magical spicy dish of steamed tripe in black bean and chili sauce. Tripe is not everyone's favorite dish, and maybe you would prefer to ignore the chicken's feet and duck's webs that are favorite in Hong Kong.
Do not, however, pass up the chance to try Dim Sum desserts, which more than make up for the fact that Cantonese restaurant menus contain few sweet desserts. "Thousand-layer sweet cake with egg topping" (chien chang go), a piece of flaky sweetness; nor mai chi or coconut snowballs; or daan sarn, the crisp and sticky sweet cakes topped with almonds are all for the sweet-tooth.
There are many other standard Dim Sum selections. Trying them is one of Hong Kong's most rewarding and least expensive diversions. The amazing variety is proof yet again that Cantonese cooking is an art form. No wonder the Qing Dynasty emperor came south and visited a teahouse, to sample the new culinary institution of Dim Sum. Nowadays in Hong Kong and Guangdong Province, the expressions vum cha and Dim Sum are inseparable.
One solution to any problem of drinking tea and eating Dim Sum is to go to one of the Chinese restaurants in Hong Kong's major hotels during their Dim Sum service hours. These are usually at lunchtime and all day on Sundays and public holidays. One can make reservations and your party will be assured of a table to itself (neither of these facilities is available at most ordinary Dim Sum restaurants). There will also be a Dim Sum menu from which selections can be made. These will be brought from the Dim Sum cooks' kitchen area by attentive waiters and the whole experience will be a comfortable culinary delight. But it will not be anything like the yum cha that Hong Kong people know and love! (globalgourmet)
See also :
Steak
Sour Sally
Although rice flour is a favorite wrapping for Dim Sum's tasty "small chow" snacks of mixed meats and vegetables, pure vegetable alternatives have enthusiastic fans, and not just among Buddhists and vegetarians. Try some of the beancurd rolls (chuk) to see why. Or experience the firm, flavor-filled pleasures of deep-fried taro vegetable puffs, woo kok.
Another favorite wrapping is the lotus leaf, particularly filled, as in ho yip fan, with steamed fried rice. Some meat Dim Sum are not hidden glories: see chiu ngau pak is a magical spicy dish of steamed tripe in black bean and chili sauce. Tripe is not everyone's favorite dish, and maybe you would prefer to ignore the chicken's feet and duck's webs that are favorite in Hong Kong.
Do not, however, pass up the chance to try Dim Sum desserts, which more than make up for the fact that Cantonese restaurant menus contain few sweet desserts. "Thousand-layer sweet cake with egg topping" (chien chang go), a piece of flaky sweetness; nor mai chi or coconut snowballs; or daan sarn, the crisp and sticky sweet cakes topped with almonds are all for the sweet-tooth.
There are many other standard Dim Sum selections. Trying them is one of Hong Kong's most rewarding and least expensive diversions. The amazing variety is proof yet again that Cantonese cooking is an art form. No wonder the Qing Dynasty emperor came south and visited a teahouse, to sample the new culinary institution of Dim Sum. Nowadays in Hong Kong and Guangdong Province, the expressions vum cha and Dim Sum are inseparable.
One solution to any problem of drinking tea and eating Dim Sum is to go to one of the Chinese restaurants in Hong Kong's major hotels during their Dim Sum service hours. These are usually at lunchtime and all day on Sundays and public holidays. One can make reservations and your party will be assured of a table to itself (neither of these facilities is available at most ordinary Dim Sum restaurants). There will also be a Dim Sum menu from which selections can be made. These will be brought from the Dim Sum cooks' kitchen area by attentive waiters and the whole experience will be a comfortable culinary delight. But it will not be anything like the yum cha that Hong Kong people know and love! (globalgourmet)
See also :
Steak
Sour Sally
Selasa, 09 November 2010
Steak Punuk Sapi Bambino Cafe
Steak dari sapi mungkin sudah umum. Namun Steak dari daging punuk sapi ala Bambino Cafe di Garden Food Court & Cafe, di kawasan Jalan Catur, Palembang Square, berbeda. Kelembutan daging sapi yang disisipi lemak diantara daging menambah kelezatan.
Chef Wigo Adha Sukarno dari Bambino Cafe, menyajikannya dalam Farm Steak dan Bisteca Marinara. Dua menu itu menjadi andalan untuk para penikmat Steak di Kota Palembang. Selain itu juga aneka spaghetti seperti Bolognese Spaghetti dan jenis lainnya juga tersaji di cafe tersebut.
Menurut Wigo, daging dari punuk sapi merupakan daging yang paling lembut dari hewan tersebut. Bagian itu merupakan bagian tubuh sapi yang jarang dipergunakan untuk bekerja. “Jadi dagingnya lembut dan enak,” ujar Wigo yang didampingi General Manager Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Kelezatan dari Farm Steak diramu dengan mash potatos atau kentang yang dibuat lembut. Selain itu diramu dengan jamur dan saus berbekyu. Hal tersebut ditambah dengan nikmatnya saus barbekyu kental yang siram diatas Steak.
Sedangkan Bisteca Marinara, dapat dirasakan kombinasi Steak deging sapi plus cumi dan udang. Marinara kurang lebih dapat diartikan sebagai seafood. Memang Bisteca Marinara memadukan daging sapi dengan cumi dan udang. Rasa seafood pun terasa disela-sela daging sapi yang lembut.
Bila ingin menambahkan rasa pedas bagi penikmat masakan pedas, tidak ada salahnya menambahkan sambal. Wigo meyakinkan hal itu tidak akan mengurangi nikmat Steak tersebut bagi penikmat masakan yang pedas. Sajian Farm Steak dengan harga Rp 40 ribu per porsi, Bisteca Marinara seharga Rp 45 ribu per porsi serta menu lain di Bambino Cafe, dapat dinikmati sekitar pukul 15.00 hingga 22.00. Alasannya makanan tersebut bukan makanan utama, tetapi makanan yang dikonsumsi diluar waktu makan. (soegeng - sriwijaya post)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Chef Wigo Adha Sukarno dari Bambino Cafe, menyajikannya dalam Farm Steak dan Bisteca Marinara. Dua menu itu menjadi andalan untuk para penikmat Steak di Kota Palembang. Selain itu juga aneka spaghetti seperti Bolognese Spaghetti dan jenis lainnya juga tersaji di cafe tersebut.
Menurut Wigo, daging dari punuk sapi merupakan daging yang paling lembut dari hewan tersebut. Bagian itu merupakan bagian tubuh sapi yang jarang dipergunakan untuk bekerja. “Jadi dagingnya lembut dan enak,” ujar Wigo yang didampingi General Manager Garden Food Court & Cafe M Taslim.
Kelezatan dari Farm Steak diramu dengan mash potatos atau kentang yang dibuat lembut. Selain itu diramu dengan jamur dan saus berbekyu. Hal tersebut ditambah dengan nikmatnya saus barbekyu kental yang siram diatas Steak.
Sedangkan Bisteca Marinara, dapat dirasakan kombinasi Steak deging sapi plus cumi dan udang. Marinara kurang lebih dapat diartikan sebagai seafood. Memang Bisteca Marinara memadukan daging sapi dengan cumi dan udang. Rasa seafood pun terasa disela-sela daging sapi yang lembut.
Bila ingin menambahkan rasa pedas bagi penikmat masakan pedas, tidak ada salahnya menambahkan sambal. Wigo meyakinkan hal itu tidak akan mengurangi nikmat Steak tersebut bagi penikmat masakan yang pedas. Sajian Farm Steak dengan harga Rp 40 ribu per porsi, Bisteca Marinara seharga Rp 45 ribu per porsi serta menu lain di Bambino Cafe, dapat dinikmati sekitar pukul 15.00 hingga 22.00. Alasannya makanan tersebut bukan makanan utama, tetapi makanan yang dikonsumsi diluar waktu makan. (soegeng - sriwijaya post)
Lihat juga :
Sushi
Soto
Minggu, 07 November 2010
Sushi ala Naga Sushi
NAGA Sushi menawarkan cara asyik menikmati sushi di area open air. Lokasinya di kawasan bergengsi Kemang Food Festival sehingga restoran ini tidak pernah sepi pengunjung.
Siapa yang tidak mengenal kawasan Kemang Food Festival (KFF)? Tempat ini boleh dibilang semacam food court yang menempati lahan 3.500 meter persegi dan berada di area open air. Jejeran restoran dan kafe mengelilingi puluhan meja makan kayu yang sekaligus menjadi pusat tempat ini. Naga Sushi merupakan salah satu restoran yang berada di KFF. Berdiri sejak 7 Maret 2009, restoran ini langsung mendapat perhatian pengunjung.
Desain interiornya yang kental dengan perpaduan nuansa modern mengedepankan warna Oriental merah dan hitam. Restoran ini dipenuhi dengan sofa dan kursi yang nyaman sehingga membawa pengunjung pada atmosfer serasa di rumah. Konsep dapur terbuka yang ditawarkan menjadi keunggulan tersendiri dari Naga Sushi. Karena itu, pengunjung dengan leluasa dapat melihat langsung proses pengolahan makanan,sekaligus menjamin kebersihannya.
Tempat ini mampu menampung sekitar 50 orang. ”Tapi biasanya pengunjung lebih suka makan di outdoor, jadi lebih ngeblend dengan lingkungan,” sebut General Manager Naga Sushi Sefri Miriandi.
Sefri mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat masakan Jepang karena masakan Negeri Sakura ini terkenal akan kesegaran bahan-bahan yang digunakan sekaligus menyehatkan. ”Sushi kaya akan protein dan sehat,” ujar Sefri. Salah satu menu favorit restoran ini adalah unang godzilla. Sushi roll ini berisi belut laut dan kandungan proteinnya yang tinggi diyakini dapat meningkatkan libido. Tidak heran, menurut Sefri, sushi digemari kalangan pria. Karena restoran ini mengambil nama naga, sushi gulung tersebut dibentuk sedemikian rupa menyerupai naga. Gulungan sushi disusun mengikuti bentuk naga agar menarik perhatian. Ada pula volcano yang berisi salmon, crab stick atau sosis kepiting, tobikoi atau telur salmon, dan house mayo. Nama yang diberikan untuk menu sushi ini memang agak unik. Bukan hanya nama, rasa yang ditawarkan fusion sushi ini juga cukup unik dan lezat. Tengok saja spiderman, sushi roll ini murni berisi daging kepiting, ditambahkan tempura butter, dan daun seledri. Sementara napoleon berisikan salmon, crab stick, dan mayo. Menariknya untuk menambah kelezatan sushi, chef memberi sedikit alpukat di dalam gulungan sushi tersebut.
Alpukat juga ditambahkan pada philadelphia, sushi yang berisi salmon, crab stick, dan krim keju yang menggoda. Mau yang agak pedas, pesan saja Dynamite. Crab stick dan salmon dalam gulungan nasi goreng yang crunchy dengan saus sambal akan menambah nikmat makan malam Anda. Sementara, rainbow roll berisikan salmon, tuna, telur salmon, kyuri atau timun jepang, daun seledri, dan omelette. Jika dijumlah, setidaknya ada sekitar 17 macam pilihan sushi gulung di restoran ini.(Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
Lihat juga :
Steak
Ice cream
Siapa yang tidak mengenal kawasan Kemang Food Festival (KFF)? Tempat ini boleh dibilang semacam food court yang menempati lahan 3.500 meter persegi dan berada di area open air. Jejeran restoran dan kafe mengelilingi puluhan meja makan kayu yang sekaligus menjadi pusat tempat ini. Naga Sushi merupakan salah satu restoran yang berada di KFF. Berdiri sejak 7 Maret 2009, restoran ini langsung mendapat perhatian pengunjung.
Desain interiornya yang kental dengan perpaduan nuansa modern mengedepankan warna Oriental merah dan hitam. Restoran ini dipenuhi dengan sofa dan kursi yang nyaman sehingga membawa pengunjung pada atmosfer serasa di rumah. Konsep dapur terbuka yang ditawarkan menjadi keunggulan tersendiri dari Naga Sushi. Karena itu, pengunjung dengan leluasa dapat melihat langsung proses pengolahan makanan,sekaligus menjamin kebersihannya.
Tempat ini mampu menampung sekitar 50 orang. ”Tapi biasanya pengunjung lebih suka makan di outdoor, jadi lebih ngeblend dengan lingkungan,” sebut General Manager Naga Sushi Sefri Miriandi.
Sefri mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat masakan Jepang karena masakan Negeri Sakura ini terkenal akan kesegaran bahan-bahan yang digunakan sekaligus menyehatkan. ”Sushi kaya akan protein dan sehat,” ujar Sefri. Salah satu menu favorit restoran ini adalah unang godzilla. Sushi roll ini berisi belut laut dan kandungan proteinnya yang tinggi diyakini dapat meningkatkan libido. Tidak heran, menurut Sefri, sushi digemari kalangan pria. Karena restoran ini mengambil nama naga, sushi gulung tersebut dibentuk sedemikian rupa menyerupai naga. Gulungan sushi disusun mengikuti bentuk naga agar menarik perhatian. Ada pula volcano yang berisi salmon, crab stick atau sosis kepiting, tobikoi atau telur salmon, dan house mayo. Nama yang diberikan untuk menu sushi ini memang agak unik. Bukan hanya nama, rasa yang ditawarkan fusion sushi ini juga cukup unik dan lezat. Tengok saja spiderman, sushi roll ini murni berisi daging kepiting, ditambahkan tempura butter, dan daun seledri. Sementara napoleon berisikan salmon, crab stick, dan mayo. Menariknya untuk menambah kelezatan sushi, chef memberi sedikit alpukat di dalam gulungan sushi tersebut.
Alpukat juga ditambahkan pada philadelphia, sushi yang berisi salmon, crab stick, dan krim keju yang menggoda. Mau yang agak pedas, pesan saja Dynamite. Crab stick dan salmon dalam gulungan nasi goreng yang crunchy dengan saus sambal akan menambah nikmat makan malam Anda. Sementara, rainbow roll berisikan salmon, tuna, telur salmon, kyuri atau timun jepang, daun seledri, dan omelette. Jika dijumlah, setidaknya ada sekitar 17 macam pilihan sushi gulung di restoran ini.(Koran SI/Koran SI/tty - lifestyle.okezone)
Lihat juga :
Steak
Ice cream
Kamis, 04 November 2010
Get Sour Sally with your Yaris
The owners of the Toyota Yaris, who liked to be a culinary tour, now can go sour sally outlets. Promo is valid from 14 to 28 February 2010, will provide culinary satisfaction for the owners of the Toyota Yaris.
How much is not enough to make small purchases Sour Sally (small), will get a free enlarge the size of a medium (medium) during the promo and on-site activities.
Simply by showing genuine Toyota Yaris vehicle registration and provide a copy and photocopy of identity card (ID card, driving license, passport, student card). To purchase Sour Sally plain small, medium will be free to enlarge the plain. If the owner of the Toyota Yaris small combo buy Sour Sally, will be free to enlarge to a medium combo as well.
Each 1 (one) Toyota Yaris vehicle registration is only valid for 1 (one) time of purchase. Toyota Yaris vehicle registration that has been used in Sour Sally outlets that participated in this activity, also can be used on other outlets Sour Sally who participated on the same day. Moreover promo is valid in all branches Sour Sally spread in Jakarta (Orchid Garden Mall, Grand Indonesia, Pacific Place), Bandung (Paris Van Java, Bandung Supermall), and Surabaya (Tunjungan Plaza 3, galaxy Mall) and Denpasar (Bali Mall Galeria, Discovery Shopping Mall).
Even if the owner of the Toyota Yaris which comes to the Sour Sally does not carry a copy of vehicle registration Toyota Yaris, can still get this promo with the Toyota Yaris recording vehicle registration numbers and other important information, namely: name, residential address, identity number (ID card, driving license, passport, cards student) from the Toyota Yaris vehicle registration owner. The name listed on the Toyota Yaris vehicle registration it may be different from the name listed on the identity card. (Toyota.co.id)
See also:
Steak
Burger King
How much is not enough to make small purchases Sour Sally (small), will get a free enlarge the size of a medium (medium) during the promo and on-site activities.
Simply by showing genuine Toyota Yaris vehicle registration and provide a copy and photocopy of identity card (ID card, driving license, passport, student card). To purchase Sour Sally plain small, medium will be free to enlarge the plain. If the owner of the Toyota Yaris small combo buy Sour Sally, will be free to enlarge to a medium combo as well.
Each 1 (one) Toyota Yaris vehicle registration is only valid for 1 (one) time of purchase. Toyota Yaris vehicle registration that has been used in Sour Sally outlets that participated in this activity, also can be used on other outlets Sour Sally who participated on the same day. Moreover promo is valid in all branches Sour Sally spread in Jakarta (Orchid Garden Mall, Grand Indonesia, Pacific Place), Bandung (Paris Van Java, Bandung Supermall), and Surabaya (Tunjungan Plaza 3, galaxy Mall) and Denpasar (Bali Mall Galeria, Discovery Shopping Mall).
Even if the owner of the Toyota Yaris which comes to the Sour Sally does not carry a copy of vehicle registration Toyota Yaris, can still get this promo with the Toyota Yaris recording vehicle registration numbers and other important information, namely: name, residential address, identity number (ID card, driving license, passport, cards student) from the Toyota Yaris vehicle registration owner. The name listed on the Toyota Yaris vehicle registration it may be different from the name listed on the identity card. (Toyota.co.id)
See also:
Steak
Burger King
Selasa, 02 November 2010
Cara Memanggang Steak dan Kematangannya
Rahasia agar Steak menjadi juicy masih diperdebatkan oleh orang-orang. Beberapa orang akan memberitahu Anda untuk membakar daging pada suhu tinggi di kedua sisinya, lalu kecilkan api dan biarkan daging itu matang. Orang lain akan mengatakan bahwa membakar daging tidak memiliki efek yang nyata. Saya sudah mencoba kedua-duanya dan tidak selalu berpikir bahwa membakar cepat dengan suhu tinggi tidak membuat daging menjadi juicy. Rahasia nyata untuk mendapatkan sebuah Steak yang juicy adalah dengan dimasak cepat dan kemudian memanggangnya dari kedua sisi.
Memanggang: Inilah yang saya sarankan. Dapatkan grill anda dalam suhu yang panas. Suhu yang ideal adalah suhu yang bisa memasak Steak dalam kematangan yang sempurna dalam waktu yang tidak terlalu lama tanpa membakar sisi-sisi dari Steak tersebut. Tempat Steaks suhu ruangan di atas panggangan dan tutup tutupnya. Lihat baik-baik agar daging tidak gosong dan ketika warna mulai berubah, itu tandanya sudah mulai matang. Balikkan sisi daging dan kemudian tutup lagi. Ketika warna daging sudah tidak merah lagi dan mulai ke abu-abuan, itu tandanya sudah agak matang.
Kematangan: Salah satu masalah terbesar orang yang memasak Steak adalah bagaimana orang itu tahu apakah Steak itu sudah matang atau belum. Beberapa orang akan memasak sepotong daging kecil dengan Steaks dan menggunakannya untuk tujuan pengujian. Satu-satunya masalah dengan hal ini adalah bahwa potongan-potongan yang lebih kecil akan lebih cepat masak. Saya menggunakan apa yang saya sebut uji kekakuan. Ambil Steak mentah dan letakkan di piring. Dengan spatula Anda atau tekan ke bawah pada garpu Steak dan memindahkan spatula kembali dan sebagainya. Dapatkan merasa baik untuk bagaimana bergerak Steak antara bagian atas dan bawah. Sebuah sepenuhnya matang (baik dilakukan) Steak akan memiliki hampir tidak ada gerakan ini.
Sebuah Steak langka menengah akan memiliki gerakan sedikit tapi akan merasa kaku. Ini adalah keterampilan yang anda harus berlatih dengan. Ingat bahwa Anda selalu dapat menempatkan Steak kembali panggangan kalau terlalu jarang namun Anda tidak dapat uncook sebuah Steak dilakukan dengan baik. Kesalahan di sisi bawah dimasak dan melemparkan kembali di atas panggangan jika Anda perlu. Jika anda memperhatikan baik untuk cara seorang juru masak Steak Anda akan mendapatkan lebih baik mengatakan ketika itu hanya sempurna. (Bbq.about)
Lihat juga:
Sour Sally
Soto
Memanggang: Inilah yang saya sarankan. Dapatkan grill anda dalam suhu yang panas. Suhu yang ideal adalah suhu yang bisa memasak Steak dalam kematangan yang sempurna dalam waktu yang tidak terlalu lama tanpa membakar sisi-sisi dari Steak tersebut. Tempat Steaks suhu ruangan di atas panggangan dan tutup tutupnya. Lihat baik-baik agar daging tidak gosong dan ketika warna mulai berubah, itu tandanya sudah mulai matang. Balikkan sisi daging dan kemudian tutup lagi. Ketika warna daging sudah tidak merah lagi dan mulai ke abu-abuan, itu tandanya sudah agak matang.
Kematangan: Salah satu masalah terbesar orang yang memasak Steak adalah bagaimana orang itu tahu apakah Steak itu sudah matang atau belum. Beberapa orang akan memasak sepotong daging kecil dengan Steaks dan menggunakannya untuk tujuan pengujian. Satu-satunya masalah dengan hal ini adalah bahwa potongan-potongan yang lebih kecil akan lebih cepat masak. Saya menggunakan apa yang saya sebut uji kekakuan. Ambil Steak mentah dan letakkan di piring. Dengan spatula Anda atau tekan ke bawah pada garpu Steak dan memindahkan spatula kembali dan sebagainya. Dapatkan merasa baik untuk bagaimana bergerak Steak antara bagian atas dan bawah. Sebuah sepenuhnya matang (baik dilakukan) Steak akan memiliki hampir tidak ada gerakan ini.
Sebuah Steak langka menengah akan memiliki gerakan sedikit tapi akan merasa kaku. Ini adalah keterampilan yang anda harus berlatih dengan. Ingat bahwa Anda selalu dapat menempatkan Steak kembali panggangan kalau terlalu jarang namun Anda tidak dapat uncook sebuah Steak dilakukan dengan baik. Kesalahan di sisi bawah dimasak dan melemparkan kembali di atas panggangan jika Anda perlu. Jika anda memperhatikan baik untuk cara seorang juru masak Steak Anda akan mendapatkan lebih baik mengatakan ketika itu hanya sempurna. (Bbq.about)
Lihat juga:
Sour Sally
Soto
Senin, 01 November 2010
Rib Eye Steak
Rib eye Steak: If you are looking for one of juiciest, tender steak with lot of fat content, rib eye steak is the most appropriate choice. Rib eye steak is from the rib section of the beef. Rib roast, rib eye roast, back ribs are also from the rib section. Rib eye boneless or bone-in taste equally good especially when dry heat-cooking methods such as roasting, baking, pan-frying, broiling and grilling are adopted.
Club steak: Triangular in shape, club steak is cut from the short loin, located just behind the ribs. Top loin, T-bone steak, porterhouse steak is also from the short loin. Take a look at the small 'eye' section. It should be fine in texture with delicate marbling. Dry cooking method is best suited for cooking cuts from the short loin.
Tenderloin steak: Most preferred for its outstanding taste, the tenderloin is the most tender and juicy steak. The king of steaks is found in the middle of the back between the sirloin and the rib. Though lightly marbled, it tastes great, as it is extremely tender. Tenderloin steak tastes best when a dry cooking method is adopted.
Mignon steaks: Fillet mignon steaks are cuts from the small end of tenderloin steaks. Boneless mignon steaks are most tender and boneless. (targetwoman)
See also :
Dim Sum
Sour Sally
Club steak: Triangular in shape, club steak is cut from the short loin, located just behind the ribs. Top loin, T-bone steak, porterhouse steak is also from the short loin. Take a look at the small 'eye' section. It should be fine in texture with delicate marbling. Dry cooking method is best suited for cooking cuts from the short loin.
Tenderloin steak: Most preferred for its outstanding taste, the tenderloin is the most tender and juicy steak. The king of steaks is found in the middle of the back between the sirloin and the rib. Though lightly marbled, it tastes great, as it is extremely tender. Tenderloin steak tastes best when a dry cooking method is adopted.
Mignon steaks: Fillet mignon steaks are cuts from the small end of tenderloin steaks. Boneless mignon steaks are most tender and boneless. (targetwoman)
See also :
Dim Sum
Sour Sally
Membakar Sate yang Memecahkan Rekor
Sebelumnya rekor membakar Sate yang paling diukir di Brunei Darussalam dengan tusuk sate, nomor 75.000 berhasil dipecahkan di Bali, sehingga masuk rekor dunia baru di "Guinness Book Of World Records".
"Kami berhasil melampaui rekor dunia sebelumnya, meskipun jumlah tusuk sate masih dalam perhitungan sehingga belum final," kata Ketua Komite Arias memberitahu Komite di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, pada hari Minggu.
Dia menambahkan bahwa proses menghitung jumlah peserta sate bakaran yang mengalami masalah karena lokasi hujan tiba-tiba. "Untuk Pastikan nomor tersebut memiliki lebih dari 75 ribu tusuk sate, sehingga rekor telah berhasil diselesaikan," katanya.
Untuk dapat memecahkan rekor dunia pada tahun 2009 yang dibuat di Brunei Darussalam, melibatkan tidak kurang dari 1.500 orang yang terdiri dari karyawan di semua dealer distributor Indoparts PT di Indonesia.Pihak PT Central Sole Agency (Indoparts) sebagai inisiator kegiatan dapat memecahkan rekor menetapkan target melayani sate di dunia.
"Kami berharap untuk memenuhi target 101 010 tusuk sate dengan berat sekitar 1,8 ton," katanya.
Event menghitung tusuk sate itu menyaksikan Sinigagliesi paling representatif Lucia Guinness Book Of World Records.
"Memakai sate sate ini memecahkan rekor karean adalah salah satu makanan Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Andrew Dhanu Sugih, CEO Indoparts mengatakan, kegiatan sate panggang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia.Selain unik dan langka, acara ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan rasa kebersaman antara mereka. "Kami yakin bisa masuk 'Guinness Book Of World Records" karena jumlah telah melampaui rekor sebelumnya, "katanya.
Sementara itu, Lucia Sinigagliesi kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada rakyat Indonesia. Kegiatan ini melibatkan banyak orang yang bangga dengan spesialisasi negara mereka. (ANTARA)
Lihat juga: Sushi, Steak
"Kami berhasil melampaui rekor dunia sebelumnya, meskipun jumlah tusuk sate masih dalam perhitungan sehingga belum final," kata Ketua Komite Arias memberitahu Komite di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali, pada hari Minggu.
Dia menambahkan bahwa proses menghitung jumlah peserta sate bakaran yang mengalami masalah karena lokasi hujan tiba-tiba. "Untuk Pastikan nomor tersebut memiliki lebih dari 75 ribu tusuk sate, sehingga rekor telah berhasil diselesaikan," katanya.
Untuk dapat memecahkan rekor dunia pada tahun 2009 yang dibuat di Brunei Darussalam, melibatkan tidak kurang dari 1.500 orang yang terdiri dari karyawan di semua dealer distributor Indoparts PT di Indonesia.Pihak PT Central Sole Agency (Indoparts) sebagai inisiator kegiatan dapat memecahkan rekor menetapkan target melayani sate di dunia.
"Kami berharap untuk memenuhi target 101 010 tusuk sate dengan berat sekitar 1,8 ton," katanya.
Event menghitung tusuk sate itu menyaksikan Sinigagliesi paling representatif Lucia Guinness Book Of World Records.
"Memakai sate sate ini memecahkan rekor karean adalah salah satu makanan Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Andrew Dhanu Sugih, CEO Indoparts mengatakan, kegiatan sate panggang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia.Selain unik dan langka, acara ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan rasa kebersaman antara mereka. "Kami yakin bisa masuk 'Guinness Book Of World Records" karena jumlah telah melampaui rekor sebelumnya, "katanya.
Sementara itu, Lucia Sinigagliesi kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada rakyat Indonesia. Kegiatan ini melibatkan banyak orang yang bangga dengan spesialisasi negara mereka. (ANTARA)
Lihat juga: Sushi, Steak
Minggu, 31 Oktober 2010
Beef Tenderloin Steak
A beef tenderloin, known as an eye fillet in New Zealand and Australia, filet in France and fillet in England, is cut from the loin of beef. As with all quadrupeds, the tenderloin refers to the psoas major muscle anterior to the transverse processes of the lumbar vertebrae, near the kidneys. This muscle does very little work, so it is the most tender part of the beef. The tenderloin can either be cut for roasts or for Steak. Tenderloins from steers and heifers are most common at retail, but those from cows are common in foodservice applications, such as less expensive steakhouses.
A common misconception is that the tenderloin is also called a Chateaubriand steak, when in fact, the Chateaubriand is a recipe for a particular tenderloin steak which originates from France. Typically, the Chateaubriand is taken from the center-cut of the tenderloin, in a large enough portion to feed two. There are three main "parts" of the tenderloin: the butt, the center-cut, and the tail. The butt end is usually suitable for carpaccio, as the eye can be quite large; cutting a weight-portioned steak from the butt will invariably yield a very thin steak. The center-cut is suitable for portion-controlled steaks as the diameter of the eye remains relatively consistent. The center-cut can yield the traditional 'filet mignon' or tenderloin steak, as well as the Chateaubriand and Beef Wellington. The tenderloin tapers off into a tail, which is generally unsuitable for steaks due to consistency of size concerns, but can be used in recipes where small pieces of a tender cut is called for, such as Stroganoff.
Whole tenderloins are sold as either "unpeeled" (meaning the fat and silver skin still remains), "peeled" (meaning that the fat is removed, but silver skin remains) or as PSMOs ("pismos"), which is short for peeled, silver skin, and side muscle left on. While the most expensive option pound-for-pound, PSMOs offer considerable savings over other tenderloin options as they require little handling by the chef, as the fat and trimmings are already taken care of. Trimming the silver skin from a tenderloin is a job best not left for the novice, as inexperienced meat cutters often damage the steaks, reducing either yield or the visual presentation. Since, as the name implies, it is the most tender part of the animal, beef dishes requiring high quality meat, such as steak tartare, are ideally made from the tenderloin. (wikipedia)
See also : Sate, Dim Sum
A common misconception is that the tenderloin is also called a Chateaubriand steak, when in fact, the Chateaubriand is a recipe for a particular tenderloin steak which originates from France. Typically, the Chateaubriand is taken from the center-cut of the tenderloin, in a large enough portion to feed two. There are three main "parts" of the tenderloin: the butt, the center-cut, and the tail. The butt end is usually suitable for carpaccio, as the eye can be quite large; cutting a weight-portioned steak from the butt will invariably yield a very thin steak. The center-cut is suitable for portion-controlled steaks as the diameter of the eye remains relatively consistent. The center-cut can yield the traditional 'filet mignon' or tenderloin steak, as well as the Chateaubriand and Beef Wellington. The tenderloin tapers off into a tail, which is generally unsuitable for steaks due to consistency of size concerns, but can be used in recipes where small pieces of a tender cut is called for, such as Stroganoff.
Whole tenderloins are sold as either "unpeeled" (meaning the fat and silver skin still remains), "peeled" (meaning that the fat is removed, but silver skin remains) or as PSMOs ("pismos"), which is short for peeled, silver skin, and side muscle left on. While the most expensive option pound-for-pound, PSMOs offer considerable savings over other tenderloin options as they require little handling by the chef, as the fat and trimmings are already taken care of. Trimming the silver skin from a tenderloin is a job best not left for the novice, as inexperienced meat cutters often damage the steaks, reducing either yield or the visual presentation. Since, as the name implies, it is the most tender part of the animal, beef dishes requiring high quality meat, such as steak tartare, are ideally made from the tenderloin. (wikipedia)
See also : Sate, Dim Sum
Langganan:
Komentar (Atom)
