Tampilkan postingan dengan label wine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wine. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Bentuk Gelas Wine

Ternyata, setiap jenis Wine atau anggur memiliki bentuk gelas sendiri-sendiri. Wine yang baik dibedakan dari rasa, bau dan penampilan fisiknya ketika di putar di dalam gelas. Semua hal ini tentunya akan didukung dengan pemilihan gelas yang tepat. Bahkan ada beberapa wine yang dapat menampilkan rasa terbaiknya hanya jika mereka disajikan dalam gelas yang tepat.

Gelas wine memiliki tiga komponen utama:
Dasar (base): merupakan pendukung utama kondisi gelas, dan mempertahankan posisi tetap tegak.
Batang (stem): tempat Anda memegang gelas sehingga tidak akan memindahkan panas tubuh Anda kepada Wine dan juga mencegah Anda meninggalkan bekas di permukaan gelas.
Badan (body): tempat yang menampung semua rasa minuman yang disajikan.

Semua gelas wine didesain agar anggur dapat dinikmati dengan cara yang pas. Desain gelas ini tidak dibuat sembarangan. Pada umumnya, ada empat tipe gelas Wine yang sering digunakan, walaupun dalam kasus khusus aturan ini dapat sedikit berubah.

Gelas Wine merah
Bentuk gelas untuk Wine merah lebih bundar dibanding gelas Wine lainnya. Tangkainya juga lebih kecil karena banyak orang yang cenderung memegang bagian badan gelas ketika menikmati minuman ini. Bagian badan gelas juga dibuat lebih lebar sehingga wine akan lebih banyak bersentuhan dengan udara sehingga membuatnya dapat memancarkan aroma dan rasa yang berani. Rasa kompleks dari anggur merah menjadi lebih lembut ketika bersentuhan dengan udara.

Gelas Wine putih
Gelas untuk anggur putih memiliki bentuk yang ramping dengan batang yang panjang. Bentuk badan gelas ini menyerupai huruf U, sehingga aromanya tersalurkan dengan tepat dan Wine yang ada akan tetap dingin untuk waktu yang lama. Bentuknya yang ramping akan menyebabkan orang memegang bagian batang gelas, sehingga anggur putih yang sangat sensitif terhadap suhu tidak akan terganggu oleh panas tubuh peminumnya.

Bentuk bibir gelas Wine putih ini akan menyalurkan Wine ke bagian samping dan depan dari mulut, sehingga rasa manis Wine putih akan benar-benar mengelus lidah peminumnya. Varian dari gelas Wine putih ini banyak, karena tergantung dari rasa Wine yang disajikan. Kerenyahan, usia Wine yang muda atau tua, bahkan kekuatan Wine putih akan mempengaruhi jenis gelas.

Gelas Wine sparkling
Gelas untuk jenis sparkling mirip dengan gelas Wine putih. Bedanya, badannya sedikit lebih panjang. Bentuk seperti ini akan membantu pada saat anggur dituang, dan menahan karbonasi yang ada di dalam Wine agar tetap terjaga sebanyak mungkin. Tangkainya yang panjang berfungsi mengurangi kontak dengan tubuh karena Wine tipe sparkling, seperti sampanye, sangat sensitif terhadap perubahan suhu atau panas tubuh si peminum.

Gelas Wine pencuci mulut
Dikenal juga sebagai gelas aperitif (minuman keras pemicu nafsu makan). Biasa digunakan untuk menyajikan port, sherry, liquers dan berbagai macam tipe aperitif lainnya. Ukuran standar Wine ini adalah 120 ml, tujuannya adalah untuk membentuk badan yang cukup kecil sehingga Wine akan dikirimkan ke bagian belakang rongga mulut, dan rasa manis dari Wine pencuci mulut ini tidak akan mematikan rasa yang ada di dalam mulut peminumnya. Wine tipe ini biasanya memiliki kadar alkohol tinggi, sehingga gelas kecil akan sempurna bagi penyajian Wine pencuci mulut.

Sumber : Ade Jayadireja-SendokGarpu.com

Lihat juga:
Burger King
Sour Sally

Senin, 29 November 2010

Manfaat Sate Kelinci

Kalangan wisatawan lokal meminati Sate kelinci yang dijual di Yogyakarta, karena diyakini daging hewan itu mempunyai kandungan nutrisi, tidak mengandung kolesterol, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.

"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati sate kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 50 hingga 60 pembeli," kata Tukirah, penjual sate kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).

Menurut dia, sate kelinci memilki rasa berbeda dengan sate lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.

"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan umur kelinci memengaruhi kualitas daging. Jika umur semakin tua, maka daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.

"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00 WIB karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.

Dia mengatakan harga jual satai kelinci relatif murah hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.

Tukirah mengatakan dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan sate. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," kataya.

Seorang pembeli sate kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan sate kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.

"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.

Ia mengatakan setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. (luc/Ant)

Sumber : wartakota.co.id

Lihat juga:
Wine
Burger King

Minggu, 28 November 2010

Wine dengan Makanan

Bagaimana cara mengkombinasikan berbagai jenis Wine dengan makanan sehingga meningkatkan cita rasa dan kenikmatan hidangan? Ada beberapa hal pokok dalam mengkombinasikan makanan dan berbagai varian minuman beralkohol ini.

Hindari beberapa jenis makanan yang merusak rasa wine seperti rempah-rempah, bawang putih, cuka (yang bisa digantikan white wine), serta buah- buahan segar.

Anda juga harus menghindari kombinasi antara daging merah dengan wine manis (sweet wine).. Hindari paduan antara menu makanan berupa ikan, sayuran segar dan keju dari kambing dengan red wine yang akan membuat rasa wine hilang kelezatannya. Agar tidak mematikan rasa, ganti wine dengan Gamay dingin atau fruity Pinot.

Hal lain yang harus dihindari adalah kombinasi antara makanan penutup, Foie Gras, dan keju yang dengan aroma kuat (Munster, keju biru), dengan wine Loire Cabernet, pink wine, atau crisp white (seperti Loire, sampanye, atau Vinho Verde).

Kombinasi Makanan dan Wine
Wine yang tepat akan meningkatkan cita rasa makanan. Hampir semua jenis makanan dapat dipadukan dengan berbagai wine. Orang memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kombinasi perpaduan makanan dan minuman.

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan keju dengan jenis white wine. Keju bisa disantap bersama Chardonnay dan keju ringan dengan Sauvignon Blanc.

Agar memperoleh pengalaman padu-padan yang menarik, ada beberapa anjuran yang harus diikuti yakni:

- Gunakan hiasan untuk mempercantik tampilan wine

- Wine yan berusia tua sangat cocok untuk disajikan dan dipadankan dengan makanan. Gunakan gelas yang tepat dalam penyajiannya

Makanan manis atau sedikit pahit makanan makin menguatkan rasa asam dan samak dari wine. Sebaiknya hindari menggunakan wine beraroma kuat dengan makanan manis. Sebaliknya, makanan asin atau asam cocok dihidangkan bersama wine dengan rasa manis yang memberikan rasa segar.

Masih banyak referensi lainnya dalam padu-padan wine dan makanan. Sebaiknya Anda menikmatinya proses dan pengalamannya. Kombinasi makanan dan minuman akan semakin mudah apabila jenis wine yang Anda miliki makin beragam dan seimbang.

Sumber :  Petti Lubis, Anda Nurlaila- VivaNews

Lihat juga:
Dim Sum
Sushi

Jumat, 26 November 2010

Wine untuk skala Jantung

Daftar manfaat minum Wine (anggur beralkohol) semakin mengejutkan sepanjang waktu. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa Wine bermanfaat untuk kesehatan hati, membangun ingatan lebih kuat, memperkuat imun, membantu mencegah hilangnya nutrisi tulang, bahkan menurunkan berat badan. Kini manfaat itu makin bertambah dengan adanya penemuan-penemuan baru terhadap kesehatan.

Di Amerika, penjualan Wine mungkin bisa mengalahkan Perancis dan Italia. Pasalnya menurut analisis, seorang wanita membeli lebih dari enam dari tiap sepuluh botol yang dijual di negara tersebut.

Data health.com mengklaim ada beberapa manfaat Wine bagi kesehatan tubuh, di antaranya:

1. Menutrisi Kepala
Minum Wine bisa memelihara kenangan indah Anda. Saat dilakukan penelitian terhadap para wanita berusia 70 tahun, yang minum satu atau lebih minuman keras tiap hari memiliki skor lebih baik ketimbang yang kurang atau tidak minum sama sekali. Wine menolong mencegah gumpalan dan mengurangi radang pembuluh darah, keduanya sudah dites di fakultas kedokteran University of Arizona. Alkohol juga membesarkan HDL, kolesterol baik, yang menolong menghilangkan sumbat arteri Anda.

2. Mempertahankan Skala Jantung
Studi menunjukkan bahwa orang yang minum Wine tiap hari memiliki massa tubuh lebih rendah ketimbang yang jarang minum. Peminum Wine moderat memiliki pinggang lebih sempit dan kurang lemak daripada yang minum minuman keras.

3. Membangun Kekebalan Tubuh
Di satu penelitian di Inggris, orang yang minum satu gelas Wine tiap hari bisa mengurangi 11% resiko terinfeksi bakteri Pilorus Helicobacter, penyebab utama radang perut, borok, dan kanker perut. Sementara penelitian di Spanyol menyebutkan bahwa orang yang minum setengah gelas per hari bisa berjaga-jaga terhadap keracunan makanan akibat kuman Salmonella jika makan makanan yang kotor.

4. Menjadi Penjaga Bagi Penderita Ovarian
Saat peneliti Australia membandingkan wanita dengan ovarian kanker dan wanita tanpa kanker, mereka menemukan sekitar satu gelas Wine yang diminum per hari bisa mengurangi penyakit tersebut sampai 50%. Para pakar menduga diakibatkan oleh anti-oksidan atau phytoestrogen yang memiliki kontra-kanker tingkat tinggi dalam Wine.

5. Membangun Tulang Yang Lebih Baik
Rata-rata, wanita peminum secara moderat memiliki massa tulang yang lebih tinggi daripada sebaliknya. Alkohol bisa menaikkan tingkat estrogen. Hormon itu melambatkan kerusakan tulang yang sudah tua ketimbang melambatkan produksi tulang baru.

6. Penyelamat Masalah Gula Darah
Wanita pra-menopouse yang minum satu atau dua gelas Wine per hari bisa mengurangi sekitar 40% tipikal diabetes. Sementara studi itu belum mencapai final, Wine sepertinya bisa membangun insulin penolong bagi pasien diabetes. (health/boo)

Sumber : kapanlagi.com

Lihat juga:
Dim Sum

Rabu, 24 November 2010

Marissa Nasution Like Ice cream

Presenter Marissa Nasution (24), really like Ice cream. Start small to adult tastes now it has not changed. "I really like Ice cream," he said when met at the Dragon Fly, Gatot Subroto, yesterday (11/11).

Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.

Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.

Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.

It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.

Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com

See also:
Wine
Soto

Senin, 22 November 2010

Let's Cook Steak

When demonstrating the technique for cooking a Steak, the chefs at Le Cordon Bleu hesitate to give students an exact cooking time because there are so many variables to consider. Obviously the thickness of the steak and the degree to which it is to be cooked (very rare, rare, medium, or well done) will have a considerable effect on the timing. The temperature of the meat before cooking (if you like your steak rare or medium rare it must be at room temperature before cooking), the presence of a bone, the method of cooking (sautéing, grilling or barbecuing), and the heat of the stove, grill, or coals will also affect the cooking time. The best way to test whether the meat is cooked is by touch and sight as well as by the clock: as a steak cooks, the meat becomes firmer and the interior colour lightens from a dark purple-red to pink. With experience you will be able to determine when all meats, poultry, and even fish are done, merely by touch.

Here are guidelines for cooking steaks to the desired degree: approximate times are given for 2-2.5 cm (3/4-1 inch) thick steaks.

VERY RARE (called bleu in French)
Sear both sides just until browned (about 1 minute each side) in very hot oil and butter. The steak will feel very soft when touched; the interior colour will not have changed from the purple-red colour of raw meat.

RARE (Saignant)
Sear fot 2 minutes each side and 1 minute on the edge in very hot oil and butter. The steak will still feel soft when touched; the interior colour will be red.

MEDIUM (à point)
Sear for 3 minutes each side and 1 minute on the edge in very hot oil and butter. The steak will offer resistance when touched; the interior colour will be pink, and pink juices will bead on the surface of the seared side of the steak when turned.

WELL DONE (bien cuit)
Sear both sides iust until browned (about 1 minute each side) and then cook for about 15 minutes in a 170 C (325 F) mark 3 oven. The steak will be very firm when touched; the interior colour will no longer be at all pink.

Source : ibiblio.org

See also :
Dim Sum
Wine

Dim Sum, panganan dari Cina

Cooking class ini khusus buat pencinta Dim Sum. Seorang chef ahli membuat dim sum akan membimbing tahapan membuat Dim Sum. Kali ini Dim Sum unik dan trendy yang bakal dibagikan ilmunya. Dim Sum bentuk kelinci, landak, kura-kura dan Dim Sum kukus panggang yang paling gres. Buruan daftarkan diri Anda, hanya tersedia 20 tempat saja!

Dim Sum, penganan mungil yang berasal dari selatan Cina ini kini sangat populer di dunia. Awalnya Dim Sum dinikmati di pagi hingga siang hari sebagai teman minum the yang dikenal dengan sebutan yam cha. Kebiasaan ini berkembang hingga di hampir seluruh kawasan Asia, termasuk di Indonesia.

Sudah lebih dari sepuluh kali kami menggelar kursus Dim Sum yang selalu dibanjiri peserta. Dim Sum yang jumlahnya ratusan memiliki keunikan dalam pembuatan seperti layaknya pastry di negeri Barat. Untuk memuaskan rasa ingin tahu, kamipun mengikuti perkembangan Dim Sum hingga akhirnya memilih Dim Sum yang unik dan trendy sebagai topik cooking class exclusive kali ini.

Kami mendapat dukungan dari hotel JW Marriott Jakarta, melalui Mr.Karsono, seorang Junior Sous Chef yang trampil membuat Dim Sum. Sajian Dim Sum kreasinya menjadi favorit tamu di Pearl Chinese Restaurant. Bukan hanya cantik tetapi rasanya juga enak.

Lima buah Dim Sum akan diajarkan secara detil pembuatannya. Tiga Dim Sum unik, berbentuk landak, kelinci dan kura-kura akan dijelaskan cara membuat adonan kulitnya dan isian yang enak. Bentuk yang mungil dengan rasa adonan kulit yang empuk lembut sangat enak dipadu dengan adonan yang legit wangi. Bentuk binatang yang lucu dengan rasa yang unik dan teknik membuat yang kreatif ini sedang digemari oleh pencinta Dim Sum di dunia.

Dua Dim Sum yang paling trendy, Dim Sum dengan teknik kukus panggang memiliki rasa renyah sedikit lembut dengan variasi isi yang gurih. Dua jenis steam pan fried Dim Sum (berbentuk bulat lipat dan serbentuk mirip kuo tie dengan 2 variasi isi) akan dibeberkan cara membuat kulit hingga membentuk plus membuat adonan isinya. Rasa Dim Sum ini tidak hanya lembek tetapi ada tektur renyah yang enak.

Tiap penjelasan chef akan diikuti dengan praktek yang dibimbing oleh sang chef dan timnya. Tanya jawabpun bebas Anda lakukan sampai semuanya menjadi jelas dimengerti. Usai cooking class, Anda bisa menikmati makan siang bermenu dim sum dan hidangan lain, yam cha sepuasnya.

Kelas untuk Dim Sum ini merupakan kelas praktek atau hands on, karena itu kami membatasi jumlah pesertanya, hanya 20 (dua puluh) orang saja. Supaya bisa mengatur waktu, catat dahulu waktunya, Sabtu, 16 Mei 2009, pukul 9.30-14.00, di Pearl Chinese Restaurant, Hotel JW Marriott Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Kami hanya memberikan tempat pada mereka yang benar-benar berminat. Pastikan nama Anda terdaftar di sini!

Sumber : Eka / Odilia Winneke - detikFood

Lihat juga:
Wine
Hanamasa

Selasa, 16 November 2010

Enaknya Minum Wine

Ini adalah yang ketiga dari Wine Carmenere saya mencicipi bulan ini. Seperti yang saya dinyatakan dalam dua artikel saya sebelumnya, Carmenere adalah salah satu anggur saya mendorong samping di masa lalu, tetapi telah ditempatkan pada daftar untuk memeriksa kembali pada tahun 2010. Dua yang pertama meninggalkan aku dengan perasaan campur aduk tentang anggur. Arboleda tahun 2006 lebih penuh bertubuh dengan banyak bumi, paprika hijau dan tembakau. Ini kurang buah dengan pengecualian beberapa saat ini hitam atau beberapa raspberry hitam di mulut. Concha y Toro Marques de Casa Concha 2007 jauh berbeda dengan aroma yang lebih banyak buah dan bumi kurang dan tembakau. Meskipun saya ingin mencoba Arboleda dengan steak panggang tebal, Marques de Casa Concha lebih fleksibel dan akan melakukannya dengan baik dengan ayam, semur, burger dan pizza.
Malam ini saya membuka sumbat Carmenere lain dari Concha y Toro, yang Casillero del Diablo 2008 Reserve. Sekali lagi aku menemukan sesuatu yang jauh berbeda dari dua sebelumnya, mungkin sedikit di-antara.

Ada ceri gelap sedikit dan blueberry tersembunyi di bawah aroma tembakau dan coklat. Mulut itu menawarkan sama dengan bumbu sedikit mengarah ke selesai kering, tapi pedas. Aku menikmati ini dengan beberapa Muenster dan keju Dubliner. Harga juga tepat untuk yang satu ini, pada $ 10 anda tidak bisa salah.
The Marques de Casa Concha, di $ 20, benar-benar yang terbaik dari tiga, meskipun Casillero del Diablo adalah membeli besar. Aku masih tidak dijual di Carmenere. Dalam beberapa bulan lagi aku akan mencoba tiga dan semoga tiga lagi sebelum tahun berakhir. Ini akan menyenangkan! (Whywineblog)

Minggu, 14 November 2010

Soto Mencos H. Sarnadi

Jangan mengaku penggila Soto kalau belum mencicipi soto yang satu ini. Kuah yang berwarna kuning kecokelatan sedikit kental dengan isian dengkul dan kaki sapi yang empuk gurih kenyil-kenyil. Taburan emping, kerupuk aci, irisan daun bawang dan bawang goreng membuat rasanya makin dahsyat! Bersiap-siaplah mengusap butiran keringat yang berlelehan!

Mendung yang menggelayuti Jakarta sejak pagi semakin menguatkan niat saya untuk 'nyoto' siang ini. Hmm..bayangan Soto kaki sapi yang sudah terkenal di daerah Paseban pun terlintas di benak saya. Dengan segera saya meluncur ke kawasan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Setibanya di sana ternyata warung sederhana milik H. Sarnadi ini sudah disesaki pengunjung. Untung saja masih tersisa satu tempat lagi untuk saya. Warung Soto Mencos H. Sarnadi ini memang sudah terkenal sejak lama, kurang lebih sudah 40 tahun. Tak heran jika warung ini tak pernah sepi pengunjung meskipun buka hingga pukul 8 malam.

Tumpukan dengkul dan urat kaki sapi yang sudah direbus dan dipotong-potong berada di sebuah lemari kaca. Warnanya kekuningan karena pada saat merebus sudah dicampur dengan bumbu rempah selama kurang lebih 6 jam. Sehingga bumbu sudah meresap dengan baik kedalam dagingnya.

Umumnya Soto Betawi memakai daging dan jeroan sapi (babat, paru, iso dan limpa) tetapi Soto yang satu ini justru mengandalkan dengkul, urat kaki sapi sebagai isiannya. Tentu saja bagian yang kenyil-kinyil, alot dan tak ada daging sama sekali ini perlu perlakuan khusus saat mengolahnya. Warung soto Mencos ini membuktikan bahwa yang sepelepun bisa jadi sedap tak terkira!

Soto disajikan dalam mangkuk sedang bersama dengan sepiring nasi putih hangat bertabur bawang goreng yang royal membuat saya semakin tak sabar untuk segera menyantapnya, sluurrp! Sambal cabai rawit dan acar mentimun wortel dalam stoples kaca plus irisan jeruk limau disediakan sebagai condiment yang bebas diambil sepuasnya.

Warna kuning kecokelatan sangat mendominasi warna kuah Soto-nya. Selain kaki sapi yang banyak, irisan daun bawang, tomat, emping dan kerupuk aci yang ditaburi diatasnya menambah rasa gurih Soto mencos ini. Saat kuahnya sampai di lidah, hmm.. rasa gurih dan rasa daging yang kuat langsung menyergap tenggorokan.

Apalagi setelah diaduk dengan sedikit kucuran jeruk limau dan sambal rawit merah, hmm.. rasa sedikit asam dan pedas plus aroma jeruk limau membuat rasanya makin hebat! Kuah santannya yang berwarna kuning kecokelatan ini agak sedikit kental. Rasa gurih pun cukup meresap ke dalam daging kaki sapinya. Teksturnya empuk kenyil-kenyil sama sekali tidak ada perlawanan saat dikunyah. Tambah enak saat disantap dengan nasi putih hangat dan juga acar mentimun dan bawang merah, sungguh nikmat!

Dugaan saya rasa gurihnya kuah Soto-nya juga berasal dari santan. Meskipun menggunakan santan tak lantas membuat saya jadi eneg. Soto mencos ini juga masih teramasuk dalam salah satu jenis Soto Betawi. Kalau biasanya Soto Betawi berwarna putih karena menggunakan susu atau santan, Soto betawi yang ini menggunakan santan kental serta bumbu yang mengandung kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning kecoklatan. Tapi ada juga Soto Betawi yang warnanya sedikit kemerahan karena memakai tambahan cabai merah.

Segelas teh tawar hangat pun segera menyapu jejak Soto di tenggorokan. O ya, di warung Soto mencos milik H. Sarnadi ini jangan membayangkan berbagai jenis minuman bisa dipesan sebagai pelepas dahaga. Di tempat ini setiap pengunjung diberikan teh tawar hangat secara cuma-cuma. Pilihan lainnya hanya es jeruk dan juga beberapa jenis minuman ringan. Cukup sederhana bukan?

Soal harga, warung Soto yang terletak di Jl. Percetakan Negara No.2D, Jakarta Pusat ini memasang tarif yang cukup ramah di kantong. Seporsi Soto mencos di hargai Rp 15.000,00 harga yang relatif terjangkau bukan? Nah, kalau bingung ingin makan apa siang ini, Soto mencos H. Sarnadi mungkin bisa jadi pilihan. Dijamin kemringet merasakan sensasi sedapnya! (Eka Septia / Odi - detikfood)

Lihat juga :
Wine
Ice cream

Jumat, 12 November 2010

Kalori di Wine?

Ingin tahu berapa banyak kalori dalam segelas Wine? Wine merah, Wine putih,Wine pencuci mulut adalah beberapa jenis yang paling populer Wine. Kalori dalam dan beberapa jenis anggur lebih banyak dibahas di bawah ini. Baca terus untuk mengetahui rata-rata kalori dalam segelas anggur.

Anggur dianggap sebagai minuman yang sempurna ketika datang untuk merayakan beberapa saat khusus. Kandungan alkohol anggur bervariasi dari 10% menjadi 14%. Sangat mudah untuk memahami bahwa semakin tinggi kandungan alkohol, tinggi akan kalori dalam segelas anggur. pembuat Wine mengumpulkan buah anggur, menghancurkan mereka dan menambahkan ragi kepada mereka yang mengaktifkan proses fermentasi. Ragi adalah media yang digunakan untuk mengkonversi gula dan oksigen dalam jus anggur menjadi alkohol ethyle. Produk akhir yang diperoleh dikenal sebagai 'anggur' yang tidak lain adalah campuran air, alkohol dan rasa anggur. Air mengandung nol kalori. rasa anggur merupakan persentase yang sangat kecil dari keseluruhan anggur. Oleh karena itu, jika pertanyaan 'berapa banyak kalori dalam segelas anggur adalah berlama-lama dalam pikiran Anda, Anda perlu memeriksa kandungan alkohol anggur. Berikut adalah informasi yang diperlukan tentang kalori dalam anggur.

Kalori rata-rata dalam Segelas Wine
Jumlah anggur dalam gelas mungkin berbeda sesuai dengan jenis gelas anggur, oleh karena itu pengukuran standar yang digunakan untuk menggambarkan kalori dalam anggur. Tabel berikut menjelaskan kalori per gelas anggur merah.

Catatan: 1 gelas anggur = 5 fl. ons Dan 115 ml. = 4 fl. ons

Jika pertanyaan 'berapa banyak kalori dalam segelas besar Wine adalah menghantui Anda, maka jawabannya adalah, "segelas besar Wine akan mengandung kalori sekitar ganda." Sebagai contoh, jika gelas normal (4 oz. Atau 115 ml.) Anggur merah manis mengandung 100 kalori, maka segelas besar anggur merah (sekitar 8 oz.) Akan mengandung sekitar 200 kalori. Demikian pula, jawaban dari pertanyaan 'berapa banyak kalori dalam secangkir anggur' akan tergantung pada ukuran cangkir. Lebih baik untuk mempertimbangkan kalori dalam mililiter diberikan atau ons anggur daripada berpikir tentang 'berapa banyak kalori dalam segelas anggur atau secangkir anggur'.

fakta gizi Wine mungkin bervariasi menurut jenis. Sulit untuk menjelaskan jumlah pasti kalori yang hadir dalam jenis anggur yang tak terhitung. Oleh karena itu telah saya sebutkan kalori rata-rata dalam beberapa jenis anggur populer. Saya harap Anda menemukan informasi di atas tentang 'berapa banyak kalori dalam segelas Wine' membantu. (Leena Palande - buzzle)

Lihat juga:
Dim Sum
Hanamasa

Rabu, 10 November 2010

Red Wine Style

First things first, red Wine is well…red, but why? It's color can be derived from a vast assortment of grape varietals ranging from grapes that are reddish, deep purple, and even a beautiful blue on the color scale. These grapes give rise to a Wine that is color classified with such descriptors as garnet, almost black, dark red, light red, ruby red, opaque purple, deep violet, maroon and the list goes on. It is the grapeskins that are responsible for the red Wine’s distinct color spectrum. The skins are in contact with the grape’s juice during the fermentation process, allowing the dispersion of both color and tannins. The individual Wine’s particular red hue depends on the grape type used in the process and the length of time the skin’s pigmentation is in contact with juice. There are right around 50 key red Wine varietals that consistently manifest themselves in today’s worldwide Wine market.

Red Wine Glass Choice

Red Wines will put their best foot forward when poured into and sipped out of a Wine glass with adequate room. A distinctly oval or egg-shaped bowl that narrows slightly at the top as opposed to a slender flute-like glass is necessary to enjoy a red Wine to the fullest . The ideal red Wine glass will accommodate between 10-22 ounces of liquid, allowing more room to swirl your Wine and better surface area for allowing the Wine to breathe a bit. On the serving note, keep in mind that most red Wines are at their best when serving temperatures are between 60-65 degrees Farenheit – serve them too warm and the taste of alcohol is overly evident, serve them too cold and they will quickly veer towards bitter and more astringent on the palate.

Red Wine Style

As with all Wines, the particular Wine maker will have adequate “say” in the style of Wine he will produce. That said, red Wines are often classified by “body-type.” For example, one might say that a certain red Wine is “light-bodied” – referring to the mouth-feel and tannin structure. A light-bodied Wine will have fewer tannins present and less presence on the palate. These Wines tend to be less demanding partners with flavor-filled foods. An example of a light-bodied red Wine would be one derived from the Gamay grape varietal, such as France’s famed young red Wine: Beaujolais Nouveau. A medium-bodied red Wine will contain more tannins than the above Beaujolais Nouveau, but will not have near the pucker power of a high-powered California Cabernet Sauvignon or an Italian Super Tuscan. Typical examples of medium-bodied red Wines include: Merlot, Shiraz or a Chianti. Full-bodied red Wines boast the highest tannin (and often alcohol) content. Prime examples of full-bodied reds are France’s esteemed Bordeaux wines, California’s key Cabs and Italy’s sizzling Super Tuscans. In general, light-bodied Wines tend to “feel” more like water in the mouth. In contrast, “full-bodied” Wines feel heavier, more like milk, this effect is due in large part to the higher tannin (and again, alcohol) content. (Stacy Slinkard, About.com Guide)

See also :
Ice cream
Sate

Selasa, 09 November 2010

Minum Wine dengan Perasaan

Memang benar bahwa ada untuk mengetahui apa Wine untuk memilih untuk makan atau apa hidangan untuk setiap Wine, ini adalah awal dari pernikahan, tapi apa lagi yang ada untuk mengetahui sebelum Anda membuka botol?

Ini akan bertanya pertama jika Anda minum Wine adalah kebiasaan atau adat, "minum untuk menemani makanan atau mencerna?, Apakah Anda lakukan untuk kesehatan atau status?, Apakah pembuatan Anggur adalah ilmu atau seni?, Apakah Anggur sihir atau murni kesenangan?

The Wine, serta agama atau jenis kelamin, dapat diartikan dalam banyak cara. Anda dapat menelusuri lagi gairah, menemukan penjelasan ilmiah untuk kebajikan yang sehat, bingung untuk menjelaskan sihir atau mengembangkan akal sehat untuk menemukan satu untuk masing-masing tangan.

Banyak pengetahuan adalah mengetahui merek Wine dan daerah, praktek label Wine termasuk penyimpanan yang tepat atau suhu operasi optimal, mengumpulkan Wine atau membeli masa depan, dan berlangganan panduan yang memenuhi syarat. Ini adalah bentuk berguna mengetahui mana daerah dari Perancis benar-benar baik dalam panen 2000.

Tapi semua ini tampaknya masuk akal jika seseorang ingin tahu bagaimana menemukan harmoni, kesenangan atau kesejahteraan, bahan dasar dalam perkawinan jiwa dan indra.

Beberapa orang mulai merasa tertarik pada Wine atau wilayah, atau mereka yang menemukan Wine dan mereka ingin mencoba semua premi atau yang menemukan sebuah gudang dan preferensi adalah untuk menemukan semua rumah. Ada juga orang-orang yang hal yang berbeda di setiap Wine, tergantung pada menu atau kadang-kadang tamu ...

Saya menyarankan kita minum dengan damai, tanpa terburu-buru, kadang-kadang dimaksudkan, kadang-kadang tanpa berpikir, untuk minum tanpa menikah belum (meskipun kadang-kadang ada baiknya untuk menjadi kenyataan), untuk bersabar: Wine adalah yang terbaik saat ini selesai. Seiring waktu, pertanyaan dan jawaban formalitas sederhana.

Mereka belajar untuk merasakan Wine. (Winebookclub)

Minggu, 07 November 2010

Wine dan Jenis-Jenis Wine

Wine merupakan minuman bergizi dan banyak manfaatnya bagi kesehatan. Minuman ini dapat menurunkan kolesterol darah, mengurangi berat badan, mampu menangkal kanker, dan membuat jantung sehat.

Bagi masyarakat Indonesia, Wine identik sebagai minuman kelas atas. Padahal, Wine merupakan minuman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Wine termasuk minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi buah-buahan. Buah yang paling umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan wine adalah buah anggur. Buah-buahan lainnya, seperti plum, elderberry, maupun blackcurrant juga dapat digunakan.

Buah anggur secara alami dapat menghasilkan wine dengan kualitas terbaik, walaupun tanpa penambahan gula, asam, enzim, maupun zat gizi lainnya. Jenis anggur yang biasa digunakan sebagai bahan baku Wine adalah anggur Eropa, Vitis vinifera. Selain itu, Wine juga dapat dibuat dari spesies Vitis labrusca, Vitis aestivalis, Vitis muscadinia, Vitis rupestris, Vitis rotundifolia, dan Vitis riparia yang tumbuh subur di Amerika Utara.

Wine yang terbuat dari buah-buahan selain buah anggur dikenal sebagai fruit Wine atau country Wine. Wine juga dapat terbuat dari pati seperti barley wine, rice wine, dan sake (minuman khas Jepang). Ada juga Wine yang terbuat dari hasil distilasi yang disebut sebagai brandy.

Jenis Wine
Kata Wine berasal dari bahasa Inggris tua, yaitu win, yang berarti “menang”. Pada zaman dahulu, minuman ini digunakan sebagai minuman kehormatan bagi para raja. Hingga kini Wine memang sering digunakan untuk merayakan suatu momentum atau keberhasilan, ataupun tahun baru.

Asal usul Wine diperkirakan berasal dari Eropa dan populer di seluruh dunia akibat penjelajahan. Minuman ini juga sering disebut sebagai minuman Misionaris karena Wine juga digunakan dalam perayaan ekaristi pemeluk agama Katolik.

Penghasil Wine terbesar di dunia adalah Perancis, disusul Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Cina juga merupakan salah satu dari sepuluh negara penghasil Wine dunia.

Ada banyak jenis Wine. Namun, yang paling populer adalah Wine merah (red Wine) dan Wine putih (white Wine). Wine merah terbuat dari anggur merah yang difermentasi bersama kulitnya. Wine merah biasanya disajikan bersama daging merah ataupun spageti. Sementara itu, Wine putih dapat dibuat dari anggur warna apa pun karena kulit anggurnya dipisahkan selama proses fermentasi.

Wine putih biasanya lebih manis rasanya dan disajikan bersama daging putih, seafood, dan daging unggas. Rose Wine juga termasuk salah satu jenis Wine yang terkenal. Warnanya merah muda seperti bunga mawar.

Sparkling Wine, seperti sampanye, merupakan jenis Wine yang mengandung karbon dioksida. Untuk menghasilkan Wine bersoda seperti ini, buah anggur harus difermentasi sebanyak dua kali. Minuman ini paling sering disajikan pada saat jamuan makan malam formal ataupun pesta pernikahan. Sparkling Wine dapat berupa red Wine, white Wine, ataupun rose Wine.

Beberapa Wine tradisional di Eropa termasuk sparkling Wine seperti sekt atau schaumwein (Jerman), cava (Spanyol), spumante atau prosecco (Italia). Selain itu, juga dikenal wine yang difortifikasi dengan gula agar lebih manis, salah satunya brandy.

Selain itu, masih ada table Wine yang tergolong Wine ringan. Di Eropa, batas alkohol table Wine 8,5-14 persen. Dessert Wine merupakan salah satu Wine yang juga cukup populer di Asia karena rasanya manis. Wine yang tergolong dessert Wine adalah port Wine, sweet sherry, tokaji (tokay), sauternes, dan muscatel. Aperitif Wine juga cukup diminati dan biasanya dikonsumsi sebelum makan daging untuk memperkuat flavor. (gaya hidup sehat - kompas)


Lihat juga :
Dim Sum
Soto

Kamis, 04 November 2010

Manfaat Blueberry Wine

Membuat Blueberry Wine sangat populer di Amerika Serikat dan beberapa survei informal memilikinya peringkat kedua dalam popularitas hanya untuk blackberry dalam preferensi.

Menggunakan blueberry dalam membuat blueberry Wine memiliki banyak keuntungan baik untuk rasa dan gizi. Blueberry kaya vitamin A dan C bersama dengan nutrisi penting lainnya. Mereka memiliki kandungan yang lebih rendah antara unsur-unsur seperti asam sitrat. kadar gula mereka tidak terlalu kuat dan mereka dapat diperas untuk jus akan dibuat menjadi Wine atau kering. Dalam beberapa kasus, yang terbaik adalah menggunakan blueberry yang telah bertahan musim dingin seperti ini membantu menciptakan rasa yang lebih mudah.

Ada desas-desus di dalam Wine keputusan yang membuat Wine blueberry adalah tidak mungkin karena tidak blueberry fermentasi. Ada suatu bahan kimia dalam blueberry disebut asam sorbat bahwa klaim tidak dapat banyak ikatan dengan ragi untuk fermentasi dengan benar. Sementara desas-desus ini lazim di blueberry Wine sehingga sama sekali tidak benar, dan blueberry benar-benar memiliki kemampuan untuk bercampur dengan ragi dan fermentasi jus ke dalam Wine. Proses ini memakan waktu lebih lama daripada beberapa berry lainnya memfermentasi tetapi pada akhirnya Wine yang dibuat dianggap salah satu varietas terbaik dari Wine yang tersedia. (Fruitwinemaking)

Lihat juga:
Dim Sum
Hanamasa

Dim Sum, camilan yang bisa untuk sarapan


Hong Kong atau Kantonis menyukai semua jenis makanan. Dari kaki ayam, ubur-ubur hingga telinga babi bisa Anda temui di sana.

Ada pun makanan Hong Kong yang sangat terkenal, yaitu Dim Sum. Dalam bahasa Kantonis Dim Sum berarti makanan kecil" dan biasanya disajikan untuk sarapan. Bahan dasar makanan ini adalah olahan daging cincang atau udang serta sayuran yang dibungkus membentuk pangsit dengan ukuran yang kecil. Setelah proses pembungkusan selesai, makanan itu dikukus dalam dandang bambu yang besar.

Beberapa makanan yang bisa menemani Dim Sum adalah Bakpao, Siomai dan juga Fung Zau. Sedangkan minuman yang paling tepat menurut orang Kanton adalah yamcha (tradisi minum teh).

Beberapa restoran di Hong Kong yang menyajikan menu Dim Sum adalah Superstar Seafood, Times Square, Causeway Bay "Dim Sum" Happy Valley di Jalan Sing Woo. Namun demikian, makanan khas Hongkong ini juga tidak hanya disukai oleh orang Hongkong, tapi orang Indonesia pun menyukainya.

Rasanya yang pas di lidah, membuat Dim Sum menjadi makanan yang cocok untuk sarapan di pagi hari atau camilan di malam hari. Dim Sum juga cocok untuk disantap sebagai pendamping minuman teh. Sudah banyak restoran yang menyediakan Dim Sum saat ini. Tidak jarang pula, restoran-restoran tersebut hanya menyajikan Dim Sum sebagai menu utama mereka. Hal ini dilakukan untuk memuaskan para penikmat makanan mungil dari negara Hongkong tersebut. (rmb - media indonesia)


Lihat juga :
Wine
Soto

Rabu, 03 November 2010

Sate Asmawi from Cilegon

Sate is famous because of Banten typical soft flesh. Cut the size of a small, soft goat sate with peanut sauce dressing crunchy smooth. Eat it with sweet soy sauce, so it feels more yummy. Moreover, when chewed steaming hot. Yum .. yum!

Take a stroll in the city of Cilegon, always fascinated me. This small town is always present culinary darling if passed. In Cilegon there is the famous duck sate, but this time I did not feel like eating duck sate. One of my friends asked me to went to Asmawi sate stall before returning to Jakarta.

Although still early, visitors who come almost meet this restaurant. I chose to sit on the outside because in a little claustrophobic. Dozens of lamb skewers and sate chicken was burnt,

I ordered one serving and one serving of goat sate chicken sate. Actually, many other menus, such as beef sate, lamb soup, chicken soup, and duck soup duck sate but unfortunately I am eager to taste is empty. So I have to berlega hearts with goat sate and chicken sate only.

A serving of goat and chicken sate contains ten sticks. Interestingly, both these skewers served with peanut sauce of crushed fine. Unlike in Jakarta, I always offered a willing peanut sauce or soy sauce as a seasoning, here all served with peanut sauce. Even though goat sate.

Even so, there is a small dish of soy sauce complete with pieces of tomato, chilli and garlic as a complement. Piece of meat is not too large, it is likely to be small and rather thin for chicken sate. While his medium-sized goat sate each piece, alternate with pieces of fat that makes tasty-tasty taste delicious.

Flesh soft, with a tasty peanut sauce cocolan. It's also becoming one of the uniqueness of Cilegon sate, peanut flavor with a savory taste look a little greasy traces on the surface. I am familiar with the sate seasoning should add a slightly sweet soy sauce in marinade.

Soy sauce used was carved stamp, it's not too sweet and a bit watery. So it does not damage the flavor of the original sate. Indeed even more delicious, sweet and savory vague. Prices portion of goat sate and chicken sate is also inexpensive,

Rp 18.000,00 enough alone. Oh yes, Asmawi satay hut also accept orders for a celebration event and salvation. (Danang - Koran Baru)

See also:
Wine
Sushi

Dim Sum sebagai Camilan

Dim Sum restoran memiliki berbagai macam hidangan, biasanya beberapa lusin. Di antara standar dim sum termasuk:

Gow: Gow merupakan standar di kedai-kedai teh kebanyakan. Mereka adalah terbuat dari bahan dibungkus dengan tepung beras tembus atau kulit tepung terigu. Meskipun umum, kukus beras-tepung kulit cukup sulit untuk membuat. Oleh karena itu, demonstrasi baik kesenian koki untuk membuat pangsit tembus. Jenis yang paling umum adalah ha gao, yang merupakan pangsit udang dengan kulit tepung beras. Ada juga pangsit dengan bahan-bahan vegetarian, seperti tahu dan acar kubis.

Udang Dumpling: Sebuah terutama halus dikukus pangsit dengan kulit tepung beras-keseluruhan atau cincang-up udang mengisi dan khususnya tipis (hampir transparan).

Pangsit gaya Chiu-chao: pangsit Sebuah konon berasal dari Prefektur Chaozhou dari Provinsi Kwangtung, mengandung kacang tanah, daun bawang bawang putih, daging babi, udang kering, jamur shiitake dalam bungkus pangsit tebal yang terbuat dari tepung beras ketan, atau tepung Tang. Hal ini biasanya disajikan dengan sepiring kecil minyak cabe.

Potsticker: Utara gaya Cina pangsit biasanya dengan daging dan kubis mengisi. Perhatikan bahwa meskipun stiker panci kadang-kadang disajikan di restoran dim sum, mereka tidak dianggap dim sum tradisional Kanton.

Siu Maai: Kecil pangsit dikukus dengan daging babi di dalam pembungkus tepung terigu tipis.

Bao: Baked atau dikukus, ini roti mengembang diisi dengan daging yang berbeda dan sayuran. Jenis yang paling populer adalah Siu baau cha, roti dengan daging babi Kanton barbeque rasa dan bawang di dalamnya. Hal ini dapat baik dikukus menjadi halus dan putih atau dipanggang dengan gula cahaya glasir untuk menghasilkan kerak emas-coklat mulus.

Shanghai dikukus roti atau Xiaolongbao: ini "juicy kue kecil" yang diisi dengan daging atau seafood dan terkenal karena rasa dan sup kaya dalam. Pangsit ini adalah awalnya masakan Shanghai-nese sehingga mereka tidak dianggap dim sum tradisional Kanton.

Bubur: Beras bubur disajikan dengan gurih item yang berbeda.

Puding Mangga: Sebuah puding, mangga-rasa manis yang kaya biasanya dengan potongan besar mangga segar, dan disajikan dengan murah hati mandi susu kental.

Char Siew Sou: Sebuah kue pipih panggang dengan biji wijen dan madu di atas pastry. Hal ini Siu char atau babi panggang dengan bawang yang entah mirip dengan Chasiubao.

Spring gulung: Spring gulungan terdiri dari berbagai jenis sayuran seperti irisan wortel, kubis, jamur dan jamur kayu telinga, dan kadang-kadang daging, digulung dalam kulit tepung tipis dan digoreng untuk di luar renyah. (Library.thinkquest)

Lihat juga:
Sour Sally
Wine

Minggu, 31 Oktober 2010

Jenis-jenis Minuman Wine Merah

Carbenet Sauvignon
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.

Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.

Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).

Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.

Sumber: seleramagazine

Lihat juga : Soto, Sour Sally